Ragam

Mengenal Rokok Klembak Menyan

Mendengar namanya aja mungkin sudah bikin banyak orang merinding. Sebetulnya apa sih rokok klembak menyan itu? Klembak menyan itu adalah rokok yang terbuat dari campuran antara tembakau, akar klembak dan kemenyan yang digulung dengan papir.

Ciri-ciri klembak menyan adalah bentuknya konus atau mengerucut, mirip dengan SKT (Sigaret Kretek Tangan). Hanya saja ukuran batangnya lebih besar dan panjang. Jika dibakar, aroma kemenyan sangat kuat sekali. Aroma dari kemenyan ini yang menjadi ciri khas dari rokok jenis ini.

Di daerah pedesaan, fenomena orang mengisap klembak menyan adalah hal yang lumrah lho. Bahkan, untuk ritual adat keagamaan juga biasanya menggunakan rokok ini untuk sesajen. Namun, untuk masyarakat perkotaan mungkin masih cukup asing dengan bahkan tidak mengetahui eksistensi klembak menyan ini. Ayu Utami jadi salah satu nama besar yang baru-baru ini mencoba klembak menyan.

Bicara soal sejarah, industri rokok klembak menyan ini muncul sejak tahun 1925 di tengarai dengan berdirinya pabrik klembak menyan pertama di kota Gombong, Karanganyar. Lalu, pada tahun 1950-an muncul produk dengan merk Sintren, Bangjo dan Togog yang dirintis oleh pasangan suami istri The Gie Tjoan (Agus Subianto) dan Tjo Goe Nio (Setiawati).

Baca Juga:  Siapa Bilang Anak Muda Tidak Bisa Nglinting?

Kawasan daerah Jawa Tengah pesisir selatan seperti Kabupaten Karanganyar, Purbalingga, Banyumas, Purwokerto dan Purworejo menjadi sentra klembak menyan. Di daerah itu terdapat puluhan industri rumahan yang memproduksi klembak menyan.

Dalam sehari, industri rumahan dapat membuat hingga lebih dari 10.000 ribu batang rokok dan menyerap ratusan hingga ribuan tenaga kerja. Para pekerja industri rumahan ini rata-rata berusia 40 – 60 tahun dan berasal dari daerah sekitar.

Rokok klembak menyan ini memang menjadi rokok yang cukup populer di daerah tersebut bahkan hingga saat ini. Beberapa merk klembak menyan yang populer di Indonesia antara lain Sintren, Dolali, Dua Saudara, Kamto dan Siluman. Harga dari produk-produk tersebut beragam, mulai dari Rp 5.000 sampai dengan Rp 15.000 dengan varian isi 10, 20 atau 50 batang setiap bungkusnya.

Peredaran serta pemasaran klembak menyan cukup stagnan, bahkan bisa dibilang mengalami kemunduran. Namun, di tengah naiknya harga rokok yang gila-gilaan, klembak menyan ini kembali dilirik untuk dijadikan selingan atau pilihan pas dompet lagi tipis. Sudah coba?

Baca Juga:  4 Hal yang Harus Tersedia di Ruangan Khusus Perokok
Videographer , Komunitas Kretek
Penulis di Komunitas Kretek

You might also like