lebaran perokok
Ragam

Mudik Lebaran, Saatnya Perokok Berburu Rokok Langka

Mudik sebagai tradisi tahunan menjadi ajang silaturahmi sekaligus untuk menuntaskan beragam kerinduan. Tak hanya kerinduan pada suasana kampung halaman, bagi perokok, terkadang dijadikan kesempatan pula untuk berburu merek rokok-rokok tertentu. Lebaran bagi perokok, tentu saja memberi makna lebih dari sekadar silaturahmi dengan keluarga dan kerabat.

Mendapati sesuatu yang pernah ada dalam ingatan kita, terkadang memberi rasa girang yang sulit diungkapkan lewat kata-kata. Hal paling dekat saja misalnya, terkait kudapan di meja-meja perjamuan lebaran. Dapat kita temukan beragam jenis kudapan yang tidak setiap hari kita temukan.

Mulai dari kue-kue modern, seperti halnya kue Nastar dan kue Biji Ketapang. Adapula kue-kue kalengan produksi pabrikan, sejumlah merek panganan tersebut berasal dari merek-merek sohor dan beberapa terbilang legendaris.

Sebut saja biskuit Khong Guan, kue produksi Monde, Astor, Hatari, dan berbagai merek lainnya. Agaknya memang, kue-kue kalengan itu sudah identik dengan perayaan hari besar keagamaan. Di banyak tempat famili ataupun tetangga yang kita kunjungi, niscaya kita temukan merek-merek tersebut. Tak hanya di hari lebaran sih.

Tak ketinggalan, ada juga yang memproduksi kudapan tradisional yang juga identik sebagai makanan khas lebaran. Misalnya kalau di masyarakat Betawi, ada kue akar kelapa, kue sagon, dodol, kacang bawang, kembang goyang, tape uli, kue gambang, kue bakar, dan beragam lainnya lagi.

Khazanah sajian di meja perayaan lebaran memang tak pernah sepi dari penganan yang serba manis dan memanjakan lidah kita. Tentu pula yang tak luput dari sajian di hari lebaran, ya ketupat dan sayur opor komplit beserta rendang maupun sambal kentang.

Demikian halnya jika kita amati dari para perokok, tak sedikit rokok yang sama merek keluaran pabrikan mayor tampak menjadi teman obrolan antar sesama. Merek-merek rokok golongan mainstream itu, memang memiliki pasar yang luas, banyak peminatnya.

Baca Juga:  Daur Ulang Puntung Rokok bisa untuk apa saja?

Ya, apalagi di kesempatan lebaran, agaknya pada segolongan masyarakat perokok yang biasanya mengisap rokok level murah pun, di hari yang penuh nuansa kebaruan itu akan terlihat mengisap merek rokok golongan satu. Mulai dari Sampoerna Mild, MLD, Gudang Garam Surya, Djarum Super maupun LA. Tanpa harus diperdebatkan, di hari lebaran itulah, ada sesuatu yang secara eksplisit terasa sebagai ajang ‘pamer kesuksesan’ bagi sebagian besar masyarakat.

Namun, bagi beberapa perokok, terutama yang telah bertahun-tahun tidak mudik. Tahu sendirilah ya, selama dua tahun kebelakang semasa pandemi covid-19, misi untuk pamer ksuksesan melalui mudik ke kampung halaman terpaksa harus ditunda karena ada pembatasan sosial secara masif.

Nah, di tahun 2022 ini kesempatan untuk mudik terbuka sangat leluasa lantaran sudah taka da lagi pembatasan sosial yang demikian ketat seperti tahun sebelumnya. Lebaran tahun ini menjadi kesempatan istimewa untuk menuntaskan kerinduan sebagian perokok untuk berburu rokok langka di daerah asal.

Berikut ada beberapa merek rokok yang selain tidak populer, rokok-rokok tersebut juga hanya dapat diakses di daerah tertentu saja. Rokok apa saja itu, yuk mari kita simak.

Rokok Djeruk

Meskipun produk ini memiliki nama jeruk, akan tetapi rokok ini tak ada sama sekali rasa buah dengan nama latin citrus tersebut. Walau demikian rokok ini memiliki bungkus yang menyegarkan mata. Ada gambar buah jeruk di tangkai yang masih segar dengan model ilustrasi klasik.

Rokok Djeruk ini adalah salah satu produk dari tak banyak industri kretek yang terletak di Magelang yaitu PR CV Daun Djeruk. Tak mudah untuk menemui rokok ini di pasaran. Karena pembuatnya bukan produsen besar dan lagi pula rokok ini masuk dalam kategori cukai SKM terendah, jadi produksi dan distribusinya terbatas.

Baca Juga:  Review Rokok Aspro Lite, Tak Patut Diremehkan

Rokok Sintren

Rokok sintren boleh dibilang salah satu produk legendaris yang kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis. Cita rasanya kuat dengan unsur klembak serta unsur kemenyan. Ini adalah salah satu produk dengan layer cukai KLM yang terbilang murah.

Rokok dengan citarasa klembak-kemenyan yang sangat kuat ini berasal dari daerah Gombong. Produk ini dijual dengan kemasan isi 6 batang dan 10 batang per bungkusnya. Daerah distribusi rokok ini tersebar di daerah Kroya, Kebumen, Purwokerto dan Gombong. Ya sangat terbatas sekali memang, segmen pelanggan loyalnya sekitaran kota-kota itu saja.

Rokok sejenis produksi daerah Gombong tak hanya Sintren saja yang populeritasnya mampu memiliki pelanggan loyal. Ada merek rokok golongan KLM dengan merek Togog, yang peredarannya dapat kita temui di Purbalingga, Magelang hingga Wonosobo.

Rokok Chief

Rokok Chief berasal dari daerah Demak, secara tampilan bungkusnya menarik sekali, harganya terbilang murah di kisaran Rp 15.000-an . Rokok ini masuk dalam segmen full flavor dengan ukuran medium. Citarasnya cukup manis dengan sensasi fruity dan spicy yang relatif seimbang.

Peredaran rokok ini boleh dibilang terbatas pada beberapa daerah tertentu saja. Di kota-kota sekitaran Demak pastinya. Pada kesempatan libur lebaran kali ini, boleh jadi ini adalah salah satu merek yang paling dicari oleh mereka yang memilki kenangan tersendiri dengan rokok Chief ini.

Penulis di Komunitas Kretek

Leave a Reply

Your email address will not be published.