Ragam

Verratti Merokok, Terus Kenapa?

Pesepakbola merokok bukanlah hal baru. Ada banyak nama besar yang masuk ke dalam daftarnya. Mulai dari Radja Nainggolan hingga Gianluigi Buffon adalah dua di antaranya. Satu nama besar lagi adalah Marco Verratti yang baru-baru ini kedapatan merokok.

Sebuah video pendek berdurasi 9 detik baru-baru ini viral di media sosial, memperlihatkan sosok bintang Paris Saint-Germain berkebangsaan Italia tersebut diduga tengah merokok. Seorang fans PSG merekam dan menegurnya.

Dikutip dari akun twitter @GFFN, seorang perempuan muda berkata, “Verratti, lain kali sembunyikan rokokmu,”.

Verratti yang diduga merokok hanya membalas dengan senyum tipis lantas mengacungkan jempol dan menganggukkan kepala kemudian menutup jendela mobilnya.

Sebelum membahas tentang fenomena pesepakbola yang merokok, agar lebih objektif, mari kita dahulukan kritik pada si perokok. Adapun kesalahan yang bisa kami komentari adalah keputusan Verratti untuk merokok di dalam mobil. Mobil tersebut adalah mobil pribadinya dan nampak sedang terparkir. Tapi, sebagaimana nilai dan prinsip perokok santun yang sering kami kampanyekan, kebiasaan tersebut tidak ideal. Merokok saat berkendara adalah salah satu tabiat yang kerap kami lawan.

Baca Juga:  3 Khilaf Yang Biasa Dilakukan Perokok

Hal ini (merokok saat berkendara) berpotensi menimbulkan kerugian bagi orang lain, khususnya mereka yang bukan perokok. Abu dan dara api bisa saja mengganggu pengendara lain di belakang. Dalam kasus Verratti, mobilnya tengah terparkir, tapi tetap tak membenarkan perilaku tersebut. Demikianlah kritik padanya

Kemudian, bicara soal fenomena pesepakbola merokok, kita tidak bisa sembarang label. Maksudnya, apa yang salah dari seorang pria dewasa yang memutuskan untuk menjadi perokok? Verratti bukanlah seorang anak kecil. Ia tentu tahu dan paham pada faktor risiko dari setiap perbuatan, termasuk menjadi perokok. Sudah, cukup sampai di situ.

Fenomena ini kerap menjadi persoalan karena stigma yang dibangun oleh antirokok. Seperti yang disebut di awal, sebenarnya pesepakbola yang merokok adalah hal lumrah di Eropa, tempat sepakbola tumbuh dan berkembang luar biasa. Hanya saja, warganet di Eropa tentu tidak segalak di sini.

Produk olahan tembakau bernama rokok selalu diposisikan berhadap-hadapan dengan dunia kesehatan termasuk olahraga. Padahal, setiap produk konsumsi menanggung risiko. Air putih, nasi, dan berbagai produk lain yang dicitrakan baik pun memiliki faktor risiko masing-masing, termasuk pula merokok.

Baca Juga:  Narasi Cengkeh dan Kretek

Potongan video pendek yang memperlihatkan sosok Marco Verratti sebenarnya tidak menampilkan jelas aksi merokoknya. Tapi, begitulah berita yang banyak beredar. Berita mengenai Verratti ini telah tersebar luas dengan narasi yang menyudutkannya.

Watak dari antirokok sangat tercermin dari cara publik memandang rokok dan perokok. Tentu akan lebih fair jika seorang atlit sepakbola dikomentari atau dikritik berdasarkan penampilannya di atas lapangan. Ya, kehidupan di luar lapangan memang penting, tapi, lagi-lagi, apa yang salah dari seorang pria dewasa merokok?

Terlepas dari itu, kita jelas tidak bisa menyangsikan kapasitas Marco Verratti sebagai seorang pesepakbola.

Sumber gambar: Instagram @marco_verratti92

Leave a Reply

Your email address will not be published.