Rokok Juara Filter
Ragam

Rokok Juara Filter: Semakin Hype, Semakin Mahal

Juara Filter, rokok yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan di jagat media sosial, khususnya tiktok. Banyak orang yang penasaran dan ingin nyobain. Namun, kelangkaan rokok Juara ini menjadi masalah sebagian orang. Mungkin faktor banyak peminat dan ketersediaan stok kian menipis hingga banyak orang kesulitan untuk mendapatkannya.

Kemarin, saya nemu rokok Juara Filter di toko madura dekat rumah saya. Kebetulan hanya tersisa 2 bungkus rokok saja. Saya hanya membeli satu bungkus. Bebarengan dengan saya, ada orang lain ingin membeli rokok yang sama. Kami bersepakat untuk membagi sama rata, saya dapat 1 bungkus, beliau juga mendapat 1 bungkus. Padahal sebetulnya saya ingin memborong semuanya. Namun tak apalah, sebagai sesama penikmat rokok, bukankah kita seharusnya saling berbagi?

Sebagai rokok baru dan belum lama tersedia di pasaran, rokok juara sukses menjadi primadona di sektor SKM reguler. Pada awal kemunculannya, rokok ini hanya dihargai sebesar 15.000 rupiah dengan isi 12 batang rokok. Satu bulan lalu, saya nemuin rokok ini harganya naik hingga 20.000 rupiah. Sekarang, harganya sudah mencapai 24.000 rupiah. Harga yang terbilang mahal untuk ukuran rokok SKM reguler. Mengingat, harga rokok SKM reguler dengan nama besar seperti Djarum Super isi 12 dan GG Surya isi 12 hanya berkisar di angka 21.000 rupiah.

Tentu ini pertanda baik bagi pabrik rokok KT&G, produk rokoknya laku bahkan bisa menandingi kepopuleran rokok yang sudah mempunyai nama besar dan sudah lebih dahulu menguasai pasar rokok SKM reguler. Dengan kehadiran Juara Filter yang menjadi primadona baru, sebagai pecinta produk SKM reguler kita menjadi banyak pilihan rokok sesuai selera masing-masing.

Juara hadir dengan mengusung citarasa yang unik, yaitu teh manis. Rokok Juara sebetulnya ada 2 varian, yakni varian SKT (Sigaret Kretek Tangan) dan varian SKM (Sigaret Kretek Mesin). Keduanya sama-sama mengusung citarasa teh manis. Rokok Juara yang SKT lebih dulu diperkenalkan di pasaran. Hype awal kemunculan varian SKT juga lumayan ramai waktu itu, walau tidak semasif saat keluarnya varian SKM. Boleh jadi dikarenakan basis penikmat rokok SKT yang tidak sebesar penikmat rokok SKM.

Bungkus rokok Juara Filter ini mengusung warna kuning dan coklat sebagai identitasnya. Pada sisi depan bungkus, terdapat motif mirip dengan kayu mengelilingi bungkusnya. Terdapat pula motif batik lengkap dengan tulisan JUARA di tengahnya. Di bawahnya terdapat tulisan FILTER dan TEH MANIS 12 SKM yang menandakan rokok ini berisi 12 batang.

Baca Juga:  5 Solusi agar Puntung Rokok Kalian Tidak dibuang di Sembarang Tempat

Pada tampak belakang bungkus, mirip dengan tampak depan bungkusnya. Perbedaanya, terdapat gambar orang sedang memetik daun tembakau. Pada bagian sisi kanan bungkusnya, kita akan menemukan informasi mengenai kandungan tar serta nikotinnya. Kandungan rokok ini adalah 31 MG tar dan 2,1 MG nikotin. Pada sisi kiri bungkusnya terdapat barcode dan terdapat larangan menjual kepada anak di bawah umur serta perempuan hamil.

Tampak belakang bungkus Juara Filter
Informasi kandungan tar dan nikotin

Pada sisi bawah bungkusnya, terdapat nama pabrik tempat di mana rokok ini diproduksi, yaitu PT Tri Sakti Purwosari Makmur, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Seperti yang kita tahu, pabrik tersebut merupakan bawah dari perusahaan asal Korea yaitu KT&G atau Korean Tobacco & Ginseng.

Seperti namanya, tentu rokok ini memiliki aroma khas teh manis yang lumayan kuat dan semerbak wanginya. Aroma teh manisnya tentu tidak sekuat dan sekental varian yang SKT. Dominasi aroma seperti ini bisa menjadi kelebihan dan kekurangan. Bagi sebagian orang, aroma dari rokok yang terlalu wangi itu bikin eneg, namun bagi orang yang suka, tentu jadi kelebihan yang membuat kita semakin ingin mengonsumsinya.

Sensasi rasa teh manisnya sudah hadir sejak tarikan pertama. Rasa teh manis tercampur dengan rasa gurih dari tembakau membuatnya terasa lebih nikmat. Rasa rempah khas rokok kretek pun ada, namun tidak terlalu kuat. Rasa pedas dari cengkehnya pun hadir walau tidak dominan. After taste yang kita rasakan, terdapat sedikit sensasi teh manis yang menempel di lidah dan sedikit rasa sepat dan pahit di tenggorokan namun masih dalam batas wajar.

Rokok ini menggunakan tembakau yang bertipikal kering sehingga mudah terbakar. Komposisi tembakau serta cengkehnya itu tidak terlalu padat, sehingga rokok ini cepat habis. Durasi isapnya, pada kondisi normal mungkin hanya berkisar 10 menitan saja, tergantung bagaimana cara kita menikmati rokok ini.

Tampak batang rokok Juara Filter

Jika bara api sudah hampir mendekati bagian filter-nya, sensasi pedasnya kemudian mencuat. Rasa pedasnya sangat mendominasi hingga membaurkan rasa dan aroma dari teh manisnya. Namun yang patut diapresiasi, sensasi rasa teh manisnya tergolong cukup konsisten sejak tarikan pertama.

Baca Juga:  Ramadhan dan Pembuktian Rokok Tidaklah Adiktif

Soal rasa, sensasi yang dihadirkan varian SKT terasa lebih ‘nendang’. Hal ini dipengaruhi setidaknya oleh 3 faktor. Pertama, rokok varian SKT memiliki kandungan tar dan nikotin yang lebih tinggi dibanding varian Filter. Kedua, varian SKM memiliki filter yang berfungsi menyaring kadar tar dan nikotinnya yang membuat rasanya jadi lebih soft. Ketiga, tipikal tembakau serta komposisinya berbeda antara varian yang SKT dan SKM. Juara SKT menggunakan tembakau yang tipikalnya basah, sehingga membuatnya slow burn dan tidak cepat habis. Sebaliknya, untuk varian SKM atau Filter menggunakan tembakau tipikal kering yang membuatnya fast burn.

Baik rokok Juara SKT dan SKM, keduanya memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Saya pribadi lebih suka dengan Juara yang SKT ketimbang Juara Filter. Di samping soal harga dari Juara Filter yang gila-gilaan, rasa teh manisnya juga lebih terasa nampol pada varian SKT. Juara Filter ini seperti versi AGM (agak manis) dari yang SKT.

Beberapa orang mengira kalau rokok Juara memiliki campuran daun teh. Yang perlu diketahui, sensasi rasa teh manis itu tercipta dari yang namanya saus rokok. Setiap produk rokok memiliki ciri khas rasanya masing-masing. Nah itu pula yang dipengaruhi oleh yang namanya saus. Jikalau bertanya sausnya terbuat dari apa, saya sendiri tidak tahu ya, Lur, itu merupakan rahasia pabrik.

Menurut saya, rokok Juara Filter ini adalah rokok Juara Filter terbilang overprice alias kemahalan. Seharusnya, harga rokok ini masih bisa lebih murah daripada yang saya temukan ini. Bahkan, saya mendapat kabar dari teman, ada toko yang menjual rokok juara filter ini seharga 30.000 rupiah.

Bagi kalian yang ingin mencoba rokok dengan sensasi rasa teh manis, saya lebih menyarankan Juara versi yang SKT. Di samping rasanya yang lebih kuat, harganya juga masih cukup terjangkau.

Videographer , Komunitas Kretek
Penulis di Komunitas Kretek

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published.