Sound of Kretek
Ragam

Sound Of Kretek, Wujud Cinta Bottlesmoker

Suara petikan batang tembakau, gesekan pisau yang merajang daun tembakau, gemericik taburan cengkeh, kicauan burung, hingga bunyi “kretek..kretek..” saat kretek mulai dibakar, dipadukan secara harmonis dan disajikan dalam sebuah karya musik elektronik. Semua itu nyata dalam Sound of Kretek, sebuah seni fenomenal yang diciptakan dalam rangka merayakan Hari Kretek Nasional.

Sound of Kretek terdengar sangat indah. Bukan hanya musiknya, tapi keseluruhan videonya sangat indah. Kombinasi antara kematangan konsep, gagasan cerita yang kuat, variasi bunyi, teknik pengambilan gambar, hingga kualitas editing, berubah secara kualitatif menjadi karya yang hidup.

Dengan durasi video 6 menit 27 detik, Sound of Kretek membawa kita mengikuti perjalanan tembakau dan cengkeh mulai dari proses budidaya di ladang tembakau, hingga sampai ke genggaman konsumen di kedai kopi di pusat kota. Sangat menyegarkan pikiran, juga memanjakan mata dan telinga kita.

Dua musisi Bottlesmoker, yakni Anggung “Angkuy” Suherman dan Ryan “Nobie” Adzani, adalah otak di balik Sound Of Kretek. Mereka mencintai kretek sebagai warisan budaya Indonesia yang menjadi bagian kehidupan dan perjalanan bangsa Indonesia. Rasa cinta itu juga yang mendasari mereka untuk merayakan Hari Kretek Nasional dengan berkarya.

Baca Juga:  Ragam Respon Gambar Peringatan Bungkus Rokok

Apa yang dilakukan oleh Angkuy dan Nobie dikenal dengan teknik soundscape, yaitu kumpulan dari berbagai bebunyian yang direkam langsung dari lapangan, sehingga ketika didengar akan membawa pendengarnya seolah merasakan suasana nyata dari momen tertentu. Terasa nyata. Apalagi dipadukan dengan konsep cerita, video dan instrumen alam yang mendukung, semakin terasa nyata. ‘Anugerah Alam Indonesia’.

Hanya dengan menyaksikan videonya, kita seolah bisa merasakan wangi aroma cengkeh, kepulan asap kretek, hingga keceriaan yang dihadirkan di tengah masyarakat. Kita juga diperdengarkan bunyi nafas petani cengkeh yang menghirup dalam-dalam aroma cengkeh yang dipanennya, serta menyaksikan kelegaan dari para pedagang yang melepas penat dengan kretek, juga para pemuda yang bercengkrama sambil berbagi kretek.

Di dalam video juga ditampilkan banyak unsur budaya, seperti ritual adat istiadat dan rutinitas harian masyarakat desa. Pemandangan alam Indonesia yang asri semakin menenggelamkan kita pada perasaan damai.

Ini merupakan cara yang unik sekaligus luar biasa dalam merayakan Hari Kretek Nasional yang diperingati setiap tanggal 3 Oktober. Tidak banyak yang mengetahui, apalagi merayakan Hari Kretek Nasional. Sesuatu yang wajar, mengingat perlakuan otoritas pada warisan budaya bernama kretek ini sangat minim apresiasi. Kretek, demikian juga Industri Hasil Tembakau (IHT) lebih sering diperah dari pada diapresiasi kebermanfaatannya.

Baca Juga:  Menghikmati Anugerah Tembakau Melalui Festival Tungguk Tembakau

Sebagai informasi, pada tanggal 3 Oktober 1986 Musem Kretek di Kudis diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Soepardjo Roestam. Bukan kebetulan pula, Komunitas Kretek juga lahir dan dideklarasikan pada 3 Oktober 2012. Selanjutnya 3 Oktober menjadi hari yang spesial bagi insan kretek nusantara.

Selamat Hari Kretek Nasional!

Sumber gambar: siasatpartikelir.com

Penulis di Komunitas Kretek

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published.