Press ESC to close

Beda Rokok Jaman Dulu dan Sekarang

Masyarakat jaman dahulu mengonsumsi tembakau dengan cara mengunyah dan mengisapnya dengan pipa. Kebiasaan tersebut pertama kali ditemukan di daerah Mesoamerika sekitar 5000 SM. Orang-orang Mesoamerika mengonsumsi tembakau dengan cara itu untuk menyambut tamu atau perayaan-perayaan tertentu.

Di Indonesia sendiri kebiasaan menikmati tembakau dengan cara mengunyah atau ‘nginang’ masih lestari. Di kampung-kampung khususnya, masih mudah menemukan orang-orang sepuh yang bibirnya merah karena menginang.

Di tengah perkembangan teknologi dan revolusi industri, cara menikmati tembakau semakin variatif. Rokok menjadi salah satu penemuan mutakhir untuk menikmati tembakau dengan paripurna. Rokok juga menjadi industri yang menopang perekonomian banyak orang secara kesinambungan, dari petani, buruh pabrik, bahkan hingga keuangan negara melalui pajak dan cukainya.

Ada perbedaan signifikan rokok era dulu dan sekarang. Lagi-lagi, perekembangan dunia memaksa pemain industri hasil tembakau harus terus berinovasi untuk menghasilkan produk yang tidak hanya enak, tetapi juga bisa penetrasi ke dalam pasar.

Saya mencoba membandingkan rokok jaman dahulu dan sekarang. Secara umum, rokok jaman dulu dan jaman sekarang memiliki perbedaan sebagai berikut:

Komposisi atau bahan

bahan baku rokok

Jaman dulu, penggunaan bahan tembakau murni tanpa campuran dikonsumsi dengan cara digulung lalu dikunyah atau dibakar. Di Indonesia sendiri, tembakau yang dikunyah merupakan perpaduan antara daun sirih, pinang, kapur, gambir dan tembakau itu sendiri. Seiring berjalannya waktu, para perokok semakin kreatif, tembakau mulai dicampur dengan ‘wur’, ‘wuwur’ (cengkeh atau berbagai rempah, perisa, dll, sehingga terciptalah rokok-rokok yang kita konsumsi saat ini. 

Baca Juga:  Cukai Rokok 2023 Naik? Gak Usah Panik! Ini Solusi Agar Bisa Tetap Ngebul

Rokok yang biasa kita sebut kretek pun merupakan produk asli Indonesia yang dibuat dari campuran tembakau dan cengkeh. Kretek ini kemudian menguasai pasar rokok di Indonesia hingga saat ini dan merupakan warisan bangsa.

Kemasan

bungkus rokok

Kemasan rokok juga telah berubah seiring berjalannya waktu. Di jaman dulu, rokok umumnya dikemas dengan bentuk silindris dengan ujung yang meruncing dan tebal, sedangkan rokok sekarang memiliki berbagai bentuk dan ukuran. Bentuk dan ukuran rokok yang berbeda ini dapat mempengaruhi pengalaman merokok, khususnya dikalangan tingwe.

Bentuk dan ukuran rokok saat ini tergantung dari jenis rokok tersebut. Untuk jenis rokok SKT umumnya memiliki bentuk dan ukuran yang tebal dengan isian lebih padat dibanding jenis rokok lain. Walaupun sekarang sudah ada rokok SKT dengan ukuran kecil seperti Aroma Slim.

Ada juga rokok dengan ukuran sedang yaitu SKM Mild atau low tar low nikotin dan ukuran paling kecil atau biasa disebut superslim, seperti varian rokok Esse.

Harga

harga rokok

Harga rokok juga mengalami perubahan. Jaman dulu, rokok memiliki harga yang relatif murah dan mudah diakses oleh masyarakat. Namun, sekarang harga rokok telah naik secara besar-besaran dan seringkali meningkat setiap tahunnya dikarenakan adanya cukai rokok.

Baca Juga:  Tembakau Jambangan Madura

Di jaman dulu, merokok merupakan kebiasaan yang dianggap terhormat dan bahkan dikaitkan dengan status sosial tertentu. Misalnya, di tahun 1920 dan 1930-an, merokok menjadi simbol keren dan modernitas. Namun, di jaman sekarang, kebiasaan merokok dianggap sebagai sesuatu yang tidak sehat, negatif, nakal, bahkan disebut sebagai penyebab penyakit dan kematian. Namun, di beberapa negara dan budaya tertentu, merokok masih dianggap sebagai kebiasaan yang lazim dan dapat diterima.

Komunitas Kretek
Latest posts by Komunitas Kretek (see all)

Komunitas Kretek

Komunitas Asyik yang Merayakan Kretek Sebagai Budaya Nusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *