Press ESC to close

Nikmatnya Mengisap Rokok Setelah Salat Ied

Salah satu hal yang yang menyenangkan dari lebaran adalah rokok setelah shalat Ied.

Lebaran selalu jadi momen yang dinantikan umat muslim di Indonesia. Kembali berkumpul bersama sanak saudara untuk bersilaturahmi. Sejenak menepi dari kesibukan sehari-hari, mengatur ulang ritme kehidupan. “Mulai dari nol” kalau kata petugas di pom bensin.

Banyak hal yang bisa dilakukan saat lebaran, terutama setelah shalat Ied. Bertegur sapa dengan tetangga dan saling bermaaf-maafan. Berjumpa kembali dengan kawan lama dan saling bersenda gurau. Diselingi dengan hidangan khas lebaran dan tentu saja tidak ketinggalan, rokok.

Rokok setelah shalat Ied memang tidak pernah salah. Itu adalah rokok pertama di bulan Syawal. Rokok pertama yang kamu nikmati setelah 30 hari sebelumnya kamu tidak bisa menghisap rokok di siang hari. Ditemani dengan hidangan lebaran yang tak kalah enak. Mulai dari hidangan berat seperti opor ayam atau soto hingga kudapan ringan seperti kacang atau rengginang. Tidak ketinggalan segelas kopi panas atau minuman dingin, tinggal sesuaikan saja dengan selera masing-masing. Nikmat betul rasanya.

Rokok setelah shalat Ied terasa seperti hadiah. Hadiah atas perjuanganmu melawan lapar dan haus di siang hari selama 30 hari penuh. Bahkan bagi yang puasanya bolong sekali pun, menghisap rokok setelah shalat Ied tetap terasa istimewa. Seperti ada suasana perayaan yang meriah selepas salat Ied. Suasana yang bisa dirasakan oleh siapa saja tanpa memandang suku, budaya, bahkan kepercayaan. Lebaran memang terasa seperti hari raya untuk semua orang.

Baca Juga:  Begini cara menghitung Harga Rokok di Tahun 2020

Ada hal yang menarik saat sedang berkumpul dengan saudara atau kawan lama di momen lebaran. Kamu akan mendapati beragam jenis rokok milik saudaramu atau kawanmu. Apalagi jika kamu sedang mudik ke kampung, besar kemungkinan kamu akan menemui merek rokok yang jarang kamu lihat sehari-hari. Pada momen seperti ini kamu bisa saling berbagi rokok, menikmati rokok yang jarang kamu isap sehari-hari. Saling bertukar cerita dan melempar candaan. Sambil sesekali sambat perihal UMR yang murah hingga harga rokok yang naiknya tidak kira-kira. Momen seperti inilah yang layak dirayakan.

Suasana lebaran memang meriah, namun jangan lupa untuk tetap jadi perokok yang santun. Kamu akan banyak berjumpa dengan keponakanmu yang masih kecil. Tetap perhatikan sekitarmu dan jangan merokok di dekat anak kecil, apalagi yang masih bayi. Mereka juga berhak merayakan momen yang Fitri ini tanpa merasa terganggu. Jangan pula merokok sambil berkendara saat kamu berkeliling mengunjungi saudara atau tetanggamu. Supaya kita semua bisa sama-sama merasakan kegembiraan Idul Fitri.

Baca Juga:  Rokok Elektrik, Bukan Pilihan Tepat Sehabis Makan

Intinya, merokok saat lebaran itu menyenangkan. Entah itu rokok setelah shalat Ied atau rokok saat berkumpul dengan saudara dan kawan. Selama kamu bisa memahami situasi dan merokok di saat yang tepat, rokokmu juga akan bisa menjadi sumber kebahagiaan dan akan terasa lebih nikmat. Selamat bergembira dengan sanak saudara dan kawan lama di kampung halaman. Selamat merayakan Idul Fitri 1444 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *