Rokok Ardath, SPM Populer Era 2000-an

rokok ardath

Rokok Ardath sudah cukup lama memiliki nama di Indonesia. Sempat jadi Sigaret Putih Mesin (SPM) yang cukup populer di era 2000-an. Anak-anak generasi 90-an mungkin pernah mendengar lirik lagu dangdut yang berbunyi, “neng akhirat ora ono rokok Ardath”.

Kurang lebih itu bisa menggambarkan popularitas rokok Ardath pada masa itu. Sekarang, nama Ardath sudah jarang terdengar dan itulah yang membuat Ardath semakin menarik untuk diulas.

Ardath sempat dipasarkan di Inggris. Namun saat ini, Ardath hanya dipasarkan di Indonesia saja. British American Tobacco, sebagai pemilik merek ini memasarkannya di tahun 1979.

Ardath sempat mencuri perhatian masyarakat luas lewat slogannya, “Kenikmatan Sukses”. Iklannya dapat dengan mudah ditemui di mana saja. Mulai dari media cetak, baliho, hingga televisi. Pada masa itu Ardath menyasar kalangan dewasa muda yang aktif dalam segala hal.

Pada tahun 2002, British American Tobacco meluncurkan varian baru Ardath Java-American yang berkesan mild. Sayangnya, popularitas Ardath mulai meredup pada tahun 2004 setelah British American Tobacco mengakuisisi Bentoel Group. Ardath sempat hilang dari pasaran beberapa tahun setelah proses akuisisi tersebut. Banyak orang kemudian lupa bahwa rokok Ardath pernah ada.

Untungnya, pada akhir tahun 2018 PT Bentoel meluncurkan kembali Ardath varian Ardath Specials setelah cukup lama hilang dari pasaran. Ardath Specials adalah SPM unggulan dari British American Tobacco Indonesia sebelum mengakuisisi PT Bentoel. Ardath hadir sebagai pilihan alternatif bagi penikmat SPM dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan merek lain.

Ardath Specials hadir dalam kemasan berisi 20 batang. Kemasannya mengingatkan saya akan merek SPM dari produsen lain. Entah mengapa hampir semua kemasan SPM yang beredar di Indonesia punya desain kemasan yang mirip-mirip. Memiliki warna dasar merah dan putih yang dipisahkan oleh garis emas dengan posisi miring. Terdapat tulisan Ardath Specials dengan logo berwarna merah emas. Tulisan Ardath Specials juga bisa ditemukan di bagian atas dan bawah kemasan. Di sisi kiri terdapat informasi kandungan Tar dan Nikotin dan di sisi kanan terdapat barcode produk.

Baca Juga:  Setasion

Pada bagian dalam kemasan terdapat kertas foil pelindung rokok berwarna silver yang memiliki tekstur titik-titik. Di dalamnya terdapat 20 batang rokok yang tersusun rapi dalam 3 baris. Di sini tampak filter rokok Ardath yang mengingatkan saya pada merek SPM lain yang diproduksi oleh anak perusahaan PT Bentoel, Country. Sebenarnya ada varian terbatas tanpa filter yang juga diluncurkan bersamaan dengan varian dengan filter, tetapi saya hanya bisa menemukan varian dengan filter.

Tidak ada yang istimewa dari tampilan fisik rokok Ardath. Dibalut dengan papir berwarna putih dengan filter berwarna kuning kecoklatan dengan motif bercak berwarna kuning, mirip seperti Country. Yang membedakannya dari Country ada pada bagian branding di atas filter. Terdapat tulisan Ardath Specials berwarna emas. Panjang batang rokoknya sekitar 8 cm dengan diameter sekitar 8 mm. Ukuran rata-rata SPM yang beredar luas di pasaran.

Sebelum dibakar, rokok ini mengeluarkan aroma tembakau yang cukup kuat. Saat bagian filternya saya kecap, saya tidak merasakan rasa apa-apa, baik manis atau pedas. Namun, ada hal menarik yang saya rasakan saat mulai membakar rokok ini. Seketika muncul rasa manis saat rokok mulai saya hisap. Sepertinya ada sedikit pemanis yang ditambahkan dalam tembakau yang dipakai. Mungkin itulah sebabnya saya tidak menemukan rasa manis di bagian filter. Semua rasanya tersembunyi dengan baik dan baru mau keluar saat sudah disulut api.

rokok ardath legend

Hal lain yang saya rasakan dalam rokok ini adalah ada sedikit rasa pedas. Rasa pedasnya terasa lembut. Selain itu terdapat juga rasa pahit yang kemungkinan berasal dari jenis tembakau yang dipakai. Saya juga merasakan ada sedikit rasa vanila setelah beberapa kali hisapan. Rokok ini juga memberikan sensasi hangat yang relatif kuat di tenggorokan. Dibandingkan dengan SPM merek lain yang pernah saya coba, rokok Ardath ini memberikan sensasi hangat yang paling kuat. Sensasi hangatnya tertinggal cukup lama di dalam tenggorokan juga rongga mulut. Cocok dinikmati saat sedang berkemah atau naik gunung di malam hari untuk menangkal hawa dingin yang menusuk.

Baca Juga:  Mana Lebih Irit, Beli Sebungkus Atau 1 Slop Rokok?

Bagaimana dengan tarikan rokok ini? Menurut saya tarikannya sangat ringan. Hal yang cukup lumrah mengingat rokok ini adalah jenis SPM. Dibekali dengan kandungan Tar 12 mg dan Nikotin 0.8 mg, asap yang dihasilkan sangat banyak, apalagi saat dihisap dalam-dalam. Kalau kata orang-orang asal rokok ini diproduksi, beluke gembuleng, asapnya banyak sekali! Daya tahan rokok ini juga cukup baik. Satu batang bisa dihabiskan dalam waktu 8-10 menit, tergantung dari bagaimana cara menghisapnya. Cocok dinikmati saat sedang bersantai atau saat jeda istirahat yang singkat.

Kesimpulan saya Ardath Specials adalah SPM yang cukup baik di segala aspek. Punya karakter pembeda dari SPM merek lain. Kalaupun ada kekurangan, hal itu kembali ke preferensi masing-masing orang dan masih bisa dikompromikan. Yang mungkin akan menyukai rokok ini adalah mereka yang pernah mengalami masa kejayaan Ardath di tahun 2000-an. Mungkin ada sedikit rasa nostalgia yang terlibat. Namun tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang baru pertama kali mencoba saat ini untuk menyukai rokok Ardath. Barangkali kamu sedang berbelanja di warung dan tidak sengaja melihat Ardath Specials dipajang, tidak ada salahnya untuk membeli satu mengingat ketersediaannya yang semakin langka di pasaran.

Komunitas Kretek
Latest posts by Komunitas Kretek (see all)