Rokok Juara Jambu: Inovasi Terbaik di Kerasnya Palagan Rokok Kretek

rokok juara jambu

Tahukah kamu bahwa inovasi akan melahirkan nilai baru secara signifikan yang sebelumnya tidak pernah ada. Banyak bukti di luar sana, ketika inovasi memberi nilai lebih. Misalnya yang dilakukan Jobs dan Zuckerberg. Dan sekarang, kita melihat sebuah nilai baru lahir berkat kehadiran kretek yang kita kenal dengan nama rokok Juara Jambu.

Greg Satell, seorang analis senior di bidang marketing mengungkapkan bahwa inovasi juga akan meningkatkan produktivitas di dua aspek fundamental sebuah bisnis. Yang Greg maksud adalah produktivitas dalam hal modal dan tenaga kerja. Tentu saya tidak tahu keuntungan yang sudah dijala oleh rokok Juara selepas merilis varian Jambu. Namun, saya berani bertaruh, Juara sudah mendapat keuntungan dari inovasi ini.

Ingat, yang saya maksud di sini bukan hanya soal keuntungan dalam hal kapital saja. Sejak rokok Juara Jambu viral di berbagai media massa, nilai engagement yang diraup rokok Juara pasti meningkat. Lewat kondisi ini, brand rokok Juara mulai merangsek ke dalam level top of mind kretek di Indonesia. Semuanya berkat inovasi. Saya angkat topi kepada siapa saja yang mencetuskan ide rokok Juara Jambu.

Inovasi: Dari tembakau menuju kretek

Dua tahun yang lalu, saya sempat mengobrol cukup lama dengan Edwin, karyawan Toko Wiwaha. Ini adalah toko tembakau legendaris di Jogja yang sudah berdiri sejak 1919. Jauh lebih tua ketimbang Republik ini.

Lewat Edwin, saya mendapatkan informasi bahwa ada perubahan selera tembakau. Fenomena yang saya maksud adalah “tembakau rasa” yang mulai dicari. Seiring meledaknya tingwe, bermunculan pula banyak variasi rasa tembakau. Di Toko Wiwaha saja saya menghitung ada lebih dari 15 varian rasa. Mulai dari tembakau beraroma leci, stroberi, vanila, hingga durian. Tembakau rasa dikreasi sendiri oleh toko tembakau untuk menyaingi popularitas vape. “Biar bisa saingan sama vape,” tutur Edwin sambil tersenyum.

Perubahan itu terjadi “berkat” pandemi, di mana banyak konsumen tembakau, khususnya anak muda, mengeksplorasi berbagai macam rasa tembakau. Fenomena ini juga muncul sebagai respons terhadap maraknya aktivitas vaping.

Fenomena ini, saya rasa, juga berdampak kepada kemunculan rokok Juara Jambu. Dan, inovasi ini sungguh patut mendapat apresiasi. Waktu munculnya juga saya rasa pas sekali. Rokok ini muncul ketika semakin banyak orang mencoba pod atau mod lantaran mencari “sensasi rasa” yang berbeda dibandingkan merokok secara konvensional.

Bungkus rokok Juara Jambu yang memanjakan mata

Mengenali rokok Juara Jambu itu sangat mudah. Bahkan kamu tidak akan salah membedakan antara rokok Juara Jambu dengan rokok Bohem Mojito. Keduanya senyampang memiliki nuansa warna yang sama, yaitu hijau. Keduanya mempunyai perbedaan di kedalaman warna yang digunakan.

Baca Juga:  Replika Keren dari Korek Api

Seperti layaknya buah jambu, warna bungkus rokok Juara Jambu adalah hijau gelap. Saya tidak tahu jambu jenis apa yang dipakai sebagai inspirasi. Entah jambu biji atau jambu kristal yang belum terlalu matang. Namun, satu yang pasti, warnanya nyaman sekali di mata. Sangat cocok masuk ke dalam daftar buruan para kolektor bungkus rokok.

Di bagian depan, ada ornamen yang membuatnya semakin elegan. Kelir warna kuning sebagai warna luaran ornamen berpadu serasi dengan warna dasar bungkus rokok Juara Jambu ini. Tulisan “JUARA” di tengah dengan font yang terlihat cantik, menambah nuansa mewah bungkus rokok ini. Tulisan “Jambu” di bawah ornamen “JUARA” terasa sangat manis. Semuanya terasa cocok.

Makna mendalam dari inovasi warna rokok Juara Jambu

rokok juara jambu batangan

Sekali lagi soal warna. Entah kenapa, bagi saya pribadi, pemilihan warna rokok Juara Jambu ini jitu sekali. Sekali lagi, apresiasi setinggi-tingginya bagi siapa saja yang mendesain bungkus rokok ini. Tahukah kamu bahwa warna hijau di dalam dunia desain itu membawa nilai-nilai positif.

Untuk menangkap warna hijau, mata tidak perlu mengeluarkan energi terlalu banyak. Warna hijau justru akan memberikan efek segar bagi mata yang memandang. Selain itu, warna hijau juga melambangkan alam, lingkungan hidup, hingga kesuburan. Oleh sebab itu, warna ini banyak dipakai dalam upaya branding sebuah brand.

Selain dalam dunia desain, warna hijau juga dimaknai dalam dunia psikologi. Jadi, warna hijau itu dianggap mampu memberikan pengaruh positif untuk hati dan emosi manusia. Warna ini memang  melambangkan ketenangan, kedamaian, dan kesegaran. Bahkan warna ini dipercaya mampu mengurangi rasa cemas dan depresi.

Jadi, lewat rokok Juara Jambu, terjadi kawan-mawin antara aktivitas merokok sebagai cara relaksasi manusia dengan warna hijau yang menenangkan dan mengurangi rasa cemas. Sebuah inovasi menarik dari bungkus rokok yang lebih banyak didominasi warna cokelat, merah, hitam, dan putih.

Sensasi rasa yang dibawa

Bagi saya pribadi, rasa rokok Juara Jambu itu serba sederhana. Ketika kali pertama membuka bungkusnya lalu mendekatkan hidung, aroma jambu tercium tipis. Aromanya lebih terasa nyaman dibandingkan rokok rasa milik Juara terdahulu, yaitu Juara Teh Manis.

Menempelkan bagian bakar ke bibir, kamu akan merasakan sedikit sensasi dingin (mint) dan aroma jambu samar-samar terasa. Begitu juga setelah kamu membakar rokok ini. Aroma dan rasanya memang tipis, tetap bukan berarti tidak terasa. Ada unsur sepat yang bisa berpadu dengan rasa jambu. Ajaib, perpaduan ini malah terasa pas.

Baca Juga:  Nikotin Dibenci dan Dipuja, Politik Dagang Farmasi Semakin Nyata

Setelah beberapa kali mengisap, rasa jambu yang tertinggal di lidah tidak begitu terasa. Yang kemudian agak menonjol dari rokok Juara Jambu justru aromanya. Iya, saya menggunakan istilah “agak” di sini karena semuanya terasa sederhana, alias tidak ada yang sangat menonjol atau satu aspek mendominasi aspek lainnya. Semuanya pas dengan caranya sendiri.

Selera memang tak pernah salah

Sekali lagi, rokok Juara Jambu ini inovasi yang layak mendapatkan apresiasi. Belum banyak pabrikan kretek (khususnya SKT) yang bisa menghadirkan produk rokok rasa yang serba pas seperti ini. Atau malah belum ada yang bisa menemukan racikan yang pas seperti rokok ini? Jangan-jangan pengetahuan saya saja yang memang kurang.

Namun, rokok Juara Jambu ini belum tentu bisa “memikat” para konsumen rokok filter dengan rasa. Memikat ini dalam artian pindah haluan rokok, bukan hanya sebatas selingan karen penasaran.

Memang sangat tidak adil jika membandingkan kretek Juara Jambu dengan, misalnya, rokok Esse Punch Pop (mangga) atau Esse Honey Pop (madu). Dua produk Esse ini mempunyai rasa yang kuat dan terbilang distinctive. Maksud saya, dua produk Esse ini mempunyai karakter rasa kuat dan indicating a special quality or identity.

Eits, jangan sebal dulu dengan saya. Di sini saya justru ingin memberi input kepada Juara. Bayangkan, jika dalam waktu dekat ini Juara bisa menemukan racikan yang pas untuk membuat rokok filter dengan rasa jambu. Rasa jambu itu rasa yang masih langka di kerasnya palagan SKT maupun SKM. Hanya pod atau mod yang saat ini mampu memberikan sensasi rasa jambu yang kuat dan tebal.

Jadi, rokok filter rasa jambu mungkin akan mendobrak dominasi “rokok itu-itu saja”. Mumpung konsumen sedang bulan madu dengan rokok rasa, ini waktu yang tepat untuk meningkatkan inovasi Juara Jambu ke level yang lebih tinggi. 

Saya tidak sabar menantikan imajinasi ini terwujud.