Press ESC to close

Deretan Merek Rokok yang Menggunakan Tembakau Srinthil

Rokok kretek tidak hanya menggunakan 1 macam tembakau saja, Dji Sam Soe, tidak hanya tembakau Madura, Djarum Super atau Wismilak, tidak hanya tembakau Temanggung saja, atau Juara Teh Manis tidak hanya tembakau Jawa Timur saja, tapi ada sebagian dari rokok-rokok itu yang wajib menggunakan tembakau Srintil.

Banyak yang tidak mengetahui bahwa di dalam sebatang rokok, selalu ada tembakau Srinthil sebagai penguat, pemberi karakter serta pembeda citarasa ketika rokok itu dinikmati, saat adonan rokok itu terbakar dan menimbulkan wangi serta rasa adonan campuran bermacam varietas tembakau yang seringnya disebut perpaduan tembakau lauk dan tembakau sayur.

Tentu kekuatan citarasa itu diperkuat juga dengan kehadiran cengkeh, perisa serta bahan-bahan alami lain yang sering kita baca, seperti kembang lawang, kayu manis, kapulaga atau bahkan vanilla. Semua bahan tadi menyatu dengan 5-6 jenis tembakau yang salah satu di antaranya adalah tembakau Srinthil, dan yang paling terkenal adalah tembakau Srinthil yang ada di negeri tembakau; Temanggung.

Rokok-rokok yang bercampur Srintil tadi kemudian dikenal dengan rokok enak karena citarasa yang kuat, memiliki perbedaan yang signifikan dari segi citarasa, harganya pun berbeda dengan rokok-rokok lain yang tidak menggunakan Srinthil. Berikut beberapa merek rokok SKM Full Flavour  yang menggunakan tembakau Srintil:

Djarum Super

djarum super

Ini merek wajib yang harus saya tulis. Sebagai rokok utama yang menjadi konsumsi sehari-hari. Campuran rokok di dalam Djarum Super ini kabarnya sampai 5-8 jenis tembakau, tentu dengan kualitas terbaik yang bisa didapatkan dari petani. Salah satu komponen utamanya adalah tembakau Srintil, dan itu wajib ada di dalam tiap batangnya. 

Gudang Garam International, Gudang Garam Surya dan Surya PRO

gudang garam

Sama seperti Djarum Super, umumnya produk unggulan dari sebuah pabrik rokok yang melahirkan rokok kretek pasti menggunakan srintil sebagai salah satu bahan bakunya. Takaran berapa gram-nya hanya diketahui oleh produsen dan R&D pabrikan itu.

Baca Juga:  Tipe Modal Perokok Saat Nongkrong

Tapi dapat dipastikan, rokok-rokok full flavour seperti ini adalah salah satu penyerap tembakau srintil yang paling banyak. Soal berapa banyak campuran tembakau srintil yang terkandung di dalamnya, itu menjadi rahasia dari masing-masing pabrikan.

Bentoel Biru

bentoel biru

Pada masa jayanya, merek Bentoel Biru adalah salah satu SKM Full Flavour yang citarasanya kuat, khas dan menjadi pesaing serius untuk pemain besar seperti Djarum Super dan Gudang Garam. Rokok-rokok jenis SKM full flavour ini memang menjadi idola di era 80-90, sebelum tergeser dengan kehadiran jenis LTLN (Low Tar Low Nikotin) atau MILD.

Wismilak Diplomat

wismilak diplomat

Produk yang bisa disebut produk “flagship” dari PT. Wismilak Inti Makmur yang berasal dari Kota Surabaya ini adalah salah satu merek yang bahan bakunya diperkuat oleh tembakau srintil. Selain persoalan srintil, bahan baku Wismilak Diplomat reguler ini juga membuatnya menjadi pembeda dari merek-merek rokok premium yang lain, wangi dan citarasanya membuat beberapa perokok tidak percaya bahwa ini produk yang berasal dari Jawa Timur.

Dji Sam Soe Premium

dji sam soe premium

Bagi beberapa ahli tembakau dan ahli hisap senior, produk Dji Sam Soe masih menjadi perdebatan apakah menggunakan srintil atau tidak. Ada yang mengatakan bahwa srintil yang dipakai bukan berasal dari Jawa Tengah, apalagi daerah Temanggung-Wonosobo.dsk. Ada yang mengatakan bahwa srintil yang digunakan adalah varietas tertentu yang hanya bisa ditanam di daerah seperti Lombok atau daerah dataran rendah.

Produk LTLN (Low Tar Low Nicotine)

hara la purple boost

Selain SKM Full Flavour, ada beberapa merek juga dari kelas LTLN atau Mild yang diduga kuat menggunakan srintil, ini dilakukan sebagai penguat citarasa tembakaunya, sehingga ketika dihisap ketebalan uap, wangi “Indonesia” dan aroma yang mirip seperti SKM reguler tetap bisa dirasakan. 

Hanya takarannya mungkin jauh lebih kecil daripada rokok Full Flavour.

Beberapa merek LTLN yang oleh para pecinta rokok kretek, petani atau ahli tembakau diduga kuat menggunakan srintil sebagai salah satu bahan baku; varian Djarum Black, MLD, L.A Lights, Pro Mild dan  Diplomat Mild.

Baca Juga:  Review Rokok Hero Casual, Ramai di Tiktok dan Instagram

SKM dan SKT Reguler Kelas 2

skt

Lalu apakah hanya rokok premium saja yang menggunakan srintil sebagai bahan baku? ini masih menjadi perdebatan bagi beberapa orang. Harga srintil itu paling mahal dibandingkan jenis tembakau lain (bukan varietas ya), karena jarang bisa tumbuh di sembarang tempat, dan juga tidak setiap tahun muncul dengan kualitas yang sama.

Alasan-alasan itu tadi membuat pabrikan mempertimbangkan beberapa hal, di antaranya takaran yang harus digunakan, lalu srintil jenis apa dan berasal dari daerah mana yang baik digunakan? baru kemudian menghitung biaya produksi secara keseluruhan, apakah harga jualnya pantas dengan harga produksi serta bahan bakunya?

Mirip seperti masakan, menggunakan bahan baku berkualitas dan menjadi kunci dari citarasanya tentu butuh perhitungan, lalu dicocokkan dengan harga jual agar tidak merugi.

Beberapa merek yang SKM dan SKT kelas 2 yang menggunakan bahan baku srintil diantaranya; produk Sukun seperti Executive, Sukun Special, Sampoerna Hijau, Gudang Garam Merah, Varian Djarum 76, Djarum KING, Aroma dan varian Juara (SKT dan SKM).

Buat kalian yang sudah memiliki jam terbang menghisap kretek, apa merek atau produk lain yang menurut kalian menggunakan campuran tembakau srintil? atau ada dari kalian yang belum pernah mencicipi srintil tanpa campuran tembakau lain? saran saya, tetap gunakan cengkeh sebagai campurannya, dan jangan terlalu banyak ketika melintingnya, nanti pusing. 

Meita Eryanti

Meita Eryanti

Anak muda dari Jogja yang sedang merantau di pinggiran Kota Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *