Rokok Black Cappuccino

black cappuccino

Rokok ini terlalu OP, atau overpowered, istilah para gamers untuk sebuah tim atau sosok jagoan di level tertentu di dalam sebuah permainan seperti Mobile Legend atau Apex Legend. Begitu juga dengan Djarum Black Cappuccino produksi PT. DJARUM Kudus.

Djarum Black Cappuccino adalah turunan atau pengembangan produk dari brand yang sudah terkenal hingga hari ini; Djarum Black, yang sering kalian lihat mendukung sebuah acara seperti Autoblackthrough.

Djarum Black, Gugatan dan FPI

djarum black cappuccino kopi

Tahun 2013 Perusahaan Rokok Djarum pernah digugat di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat (PN Jakpus). Gugatan dilayangkan Lie Reza Aliwarga karena menilai Djarum memanfaatkan nama Autoblackthrough untuk acara pameran otomotif mereka.

Reza tidak terima Djarum Black mendaftarkan nama Autoblackthrough ke Kementerian Hukum dan HAM pada 16 Februari 2011 silam. Hal ini karena Reza merasa dirinya yang menemukan dan menggunakan nama tersebut pertama kali.

Selain itu, Reza menyebut dirinya sebagai pemegang nama Autoblackthrough yang telah terdaftar di Kemenkumham pada 2009. Nama Autoblackthrough digunakan Reza untuk pameran otomotif. Merek Autoblackthrough telah digunakan Reza sejak tahun 2004 untuk pameran otomotifnya.

Lalu ada juga kisah Front Pembela Islam yang mengumumkan bahwa iklan Djarum Black dengan slogan Full of Imagination yang ditayangkan pada tahun 2001 yang direvisi pada 2004-2005 ternyata termasuk dalam iklan yang memiliki reputasi cukup buruk karena hal-hal yang eksplisit, mesum, dan berbau seks.

Iklan berdurasi setengah menit itu itu ternyata diperingatkan oleh Front Pembela Islam karena iklan tersebut adalah iklan yang dilarang. Jika sudah ketiga kalinya Djarum Black tidak mengindahkan peringatan itu, maka Djarum Black dilarang dijual dan Front Pembela Islam akan menyatakan perang dan boikot terhadap Djarum. Ada-ada saja ormas satu ini.

Sejarah Singkat Djarum Black Cappuccino

djarum black cappuccino batangan

Djarum Black merupakan merek sebuah produk rokok kretek yang diproduksi oleh pada tahun 2001. Lalu di tahun 2004 Djarum Black Cappuccino dilahirkan, produk ini merupakan produk pertama dari Djarum untuk pasar Indonesia dengan menggunakan aroma khusus yang diluncurkan pabrikan tersebut.

Cappuccino sendiri dianggap sesuai dengan karakter khas dari blend rokok Djarum Black secara keseluruhan, yakni aroma kayu manis yang cenderung terasa dengan sedikit unsur fruity yang tidak begitu dominan. Bicara soal dominan, itu juga yang mungkin membuat merek Djarum Black dan Black Cappuccino ini masih memiliki konsumen loyal sampai detik ini. 

Seorang teman pedagang warung nasi pecel lele di Jogja yang saya kenal sejak sejak tahun 2016 berkata;

“Rokok ini (Djarum Black Cappuccino) adalah suguhan segelas Cappuccino di level Coffee Shop mahal dan berkualitas, tidak manis, baunya tidak tajam, tampilannya elegan dan aftertastenya memiliki kepuasan kelas atas dengan porsi yang pas untuk sebatang rokoknya”

Memang saat dia mengenal Black Cappuccino belum banyak rokok yang menghadirkan varian rasa berbeda, kalaupun ada maka rasanya tidak se-sensasional produk buatan Djarum ini.

Saya sendiri mengenal varian Djarum Black ini bersamaan saat saya mencoba pertama kali Djarum Black Tea di sekitar tahun 2006-2007, salah satu produk yang saya sayangkan tidak lagi diproduksi. Saat itu harganya berkisar 16,000 – 17,000 per bungkus. Saya membeli varian Cappuccino dan Tea berbarengan karena rasa penasaran banyak yang menghisap 2 merek itu.

Pada era itu, terobosan-terobosan rokok kelas LTLN semakin banyak, dan lahirnya Black Cappuccino serta Black Tea sepertinya untuk mengobati kejenuhan pasar terhadap rasa rokok mainstream, dan, mulai banyak perokok perempuan yang menginginkan rokok yang berbeda untuk dinikmati.

Baca Juga:  Apa Merek Rokok Kretek Terbaik di Indonesia?

Citarasa Elegan

cita rasa black cappuccino elegan

Kalian boleh menyebut rokok dengan varian buah menjadi favorit saat ini, tapi rokok varian buah tadi adalah senjata tumpul yang tidak mampu melawan konsistensi kualitas milik Black Cappuccino. Mungkin ada beberapa orang yang berkata kalau merek ini tidak seenak dulu, tapi, saya pernah berkata kalau sebuah merek tidak mungkin hanya mengikuti indra perasa 1 orang saja, dan saya yakin Djarum sudah melakukan riset panjang sebelum membuat rasa Black Cappuccino memiliki rasa seperti sekarang.

Seperti kata teman saya tadi, rokok ini elegan. Pas. Tepat. Datanglah ke sebuah Coffee Shop premium di kota kalian, pesan segelas Cappuccino tanpa gula, duduk tenang di meja yang hanya menyediakan 2 kursi di area yang tidak ramai, pesan Croissant juga kalau kalian mau, lalu lengkapi dengan air mineral tidak dingin, pandangi sekitar dan cari yang menurut kalian masih kurang untuk menemani hari kalian di dalam Coffee Shop tadi.

Kalau sudah, siapkan sebatang Black Cappuccino, hirup bau rokoknya yang belum terbakar dari ujung bakar sampai ujung hisap secara perlahan, lakukan beberapa kali sampai kalian menangkap 3-4 wangi yang muncul dari sebatang rokok itu, kalau kalian kurang yakin, bisa kalian bandingkan di saat bersamaan merek ini dengan Esse Cafe sebagai merek yang paling mendekati citarasa Black Cappuccino. Kalau sudah, silahkan putuskan citarasa elegan milik Black Cappuccino ini apakah melengkapi menu Cappuccino tanpa gula beserta Croissant yang kalian pesan tadi.

Kedua menu tadi saya gunakan sebagai patokan untuk merek-merek rokok tertentu yang disebut sebagai kelas premium, kalau terasa pas, tidak ada yang saling menutupi citarasa masing-masing, maka itu sebuah kecocokan langka yang tidak bisa dinikmati sembarangan.

Lalu apakah rokok ini tidak bisa dinikmati di warung kopi biasa? tentu bisa, bahkan sehabis menikmati nasi Padang, Mie Ayam Bakso yang pedas, Es Dawet atau mungkin Seblak. Tapi masing-masing merek memiliki penilaian tersendiri saat dinikmati dengan pasangan apa dan dalam situasi apa.

Balck Cappuccino Salah Satu yang Terbaik

bungkus black cappuccino

Kemasan rokok ini menggunakan warna coklat muda keemasan, mungkin bisa dikategorikan sebagai varian warna Light Beach, sentuhan warna hitam khas Djarum Black di sebagian kemasannya, serta tulisan merek Djarum Black, dengan warna putih dan merah.

Tapi tidak seperti Djarum Black, batang rokok Black Cappuccino menggunakan warna kertas putih di bagian bakarnya dan warna kuning di bagian hisap atau filternya, lalu ada logo “Black” sebagai pembatas di ujung bakar dan ujung hisap. 

Dalam beberapa iklannya, merek ini sering memunculkan tagline “Cappuccino in Stick”, Djarum Black Cappuccino adalah inovasi rokok pertama di Indonesia dengan menggunakan perisa alami Cappuccino dan mungkin sebagai rokok dengan aroma Cappuccino pertama di Dunia, terutama untuk jenis Kretek. Sebuah kejeniusan R&D PT. Djarum yang di kemudian hari banyak ditiru oleh pabrikan lain.

Sesaat setelah terbakar dan kita hisap, rokok ini menawarkan sensasi manis yang tidak semanis dan sewangi ESSE Cafe. Munculnya aroma Cappuccino dibarengi dengan sensasi tipis yang menghantarkan aroma Vanilla, Kayu Manis, Cengkeh di tiap kepulan asap yang kita hirup dan kita buang melalui hidung atau mulut. Sekali lagi, tidak sekuat ESSE Cafe.

Saya pernah menyebutkan kestabilan aroma yang terjaga hingga 70-80% rokok terbakar hanya dimiliki oleh beberapa merek, dan Black Cappuccino adalah salah satunya. Rasa manisnya bukan disebabkan oleh gula, gurih dan creamy-nya bukan karena kita mencampurkan susu yang berlebihan ke dalam segelas Cappucinno, tapi sekali lagi ini adalah aroma dari uap Cappuccino panas yang dibuat dengan sempurna oleh seorang bartender, tidak meninggalkan sesuatu yang janggal di tenggorokan, meninggalkan rasa enak saat mengecap bibir sesaat setelah menghisap rokok ini.

Baca Juga:  Sejarah Rokok Kansas, Rokok Ikonik Generasi 90an

Tidak ada hentakan pedas atau menyengat di hidung dan tenggorokan yang disebabkan oleh asap hasil bakaran tembakau dan cengkeh yang muncul setiap kali kita menghisap rokok ini, semua terasa lembut, seperti menghisap asap rokok bersamaan dengan uap hangat yang muncul dari segelas Cappuccino panas dan masuk melewati hidung. Tarikan demi tarikan yang lembut khas rokok mild bisa kita nikmati di rokok ini, tapi dengan hisapan tebal yang memuaskan.

Citarasa rokok ini cocok dinikmati di sebagian besar aktivitas sehari-hari kita, tapi untuk menikmati sebuah produk rokok dengan benar-benar detail kita memang perlu mengkhususkan waktu, seperti yang saya coba tadi, saat menikmati Black Cappuccino dengan segelas Cappuccino tanpa gula dan Croissant yang tidak terlalu manis, dan merek ini berhasil menunjukkan kelasnya. Tepat guna, tidak berlebihan. Itu mungkin kata yang tepat.

Tanpa sengaja pula, selama 3 hari sebelum saya menulis review ini saya membeli 2 bungkus Black Cappuccino dan saya hisap sekitar 20-23 batang selama 3 hari itu. Tidak, saya bukan pelit lalu menghitung berapa yang batang rokok yang saya hisap dan berapa yang dinikmati oleh teman, tapi ini salah satu tolak ukur kenikmatan sebuah merek rokok bisa sekuat apa.

Durasi hisapnya memang pendek, bisa menyebabkan kalian putus-sambung-putus-sambung, waktu hisapnya sekitar 8-10 menit untuk saya yang terbiasa merokok SKM Full Flavour, apalagi aktivitas seperti BAB, menulis, sampai nongkrong di warung kopi menjadi salah satu kegiatan yang paling sering ditemani oleh rokok.

Saya membeli sebungkus rokok yang memiliki 25 Mg Tar dan 1,6 Mg Nikotin ini di sebuah warung dengan harga Rp, 29,500, lalu hari berikutnya saya membeli sebungkus lagi di Alfamart dengan harga Rp, 31,500, selisih 2 ribu, tapi masih di harga wajar. Harga di cukai 2023-nya tertulis harga Rp, 32,900 per bungkus dengan isi 16 batang.

Seperti ucapan saya di awal, rokok ini sudah menyentuh level Overpowered, Superior, Super Premium atau apapun sebutannya bagi rokok yang memiliki citarasa bagus, konsisten dan berbeda. Bagi kalian yang belum pernah mencoba, sebaiknya segera memasukkan agenda menebus sebungkus Djarum Black Cappuccino dalam waktu dekat, lalu soal bagaimana cara kalian menikmatinya itu terserah kalian, saya sudah memberikan tips menikmati rokok ini agar bisa memunculkan citarasa khasnya.

Cara lain lagi untuk menikmati rokok ini mungkin bisa sambil meminum segelas susu UHT kemasan, tanpa gula, yang dingin atau sudah kalian hangatkan, soal situasinya itu bisa menyesuaikan, bisa sambil bekerja atau membaca ulang tulisan ini lalu kemudian mengamini apa yang saya katakan.