djarum 76 mangga
Ragam

Djarum 76 Mangga: Cita Rasa untuk yang Berjiwa Muda

Djarum 76 Mangga hadir dengan bungkus yang menyegarkan mata. Isapan demi isapannya memang cocok untuk kawula muda.

Inilah varian ketiga rokok kretek rasa buah dari empat produk SKT legendaris yang diproduksi oleh PT Djarum, Kudus. Varian pertama dari keempat produk tentu saja rokok Djarum 76 rasa original yang pertama kali diproduksi pada tahun 1976. Sedangkan dua varian lainnya yang memiliki cita rasa non original ialah Djarum 76 Madu Hitam yang diproduksi pada tahun 2021, kemudian disusul oleh produk limited edition untuk menyambut bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 2023; Djarum 76 Kurma Royal. Pada varian ketiga rokok rasa non original ini PT Djarum Kudus meluncurkan produk rasa buah yang sedang trend di kalangan perokok yaitu Djarum 76 Mangga. 

Pemilihan Djarum 76 sebagai merek produk rokok dengan aneka cita rasa merupakan pilihan tepat. Mengingat Djarum 76 merupakan rokok SKT andalan dari PT Djarum yang masih bertahan di tengah beragamnya rokok kretek dengan beragam rasa. Dugaan saya, Djarum 76 Mangga ini bukan varian terakhir dari Djarum 76. Karena rokok rasa buah atau aneka rasa lainnya disambut sangat antusias kalangan perokok muda, juga Social Smoker. Bisa saja tahun depan muncul lagi rokok Djarum 76 Lemon, Anggur atau Djarum 76 Purple.

Kesetiaan Perokok Djarum 76 Original

bersetia pada Djarum 76

Setahu saya, penikmat rokok Djarum 76 itu dikenal sangat militan dan setia. Mereka yang merokok Djarum 76 biasanya sudah lebih dari 3 tahun dan masih menikmatinya hingga sekarang. Tetapi yang saya maksud dengan militan dan setia pada kalimat di atas adalah perokok Djarum 76 yang original. Bukan yang non original atau mempunyai cita rasa buah. 

Saya pernah bertanya pada seorang teman perihal rokok Djarum 76 Madu Hitam, teman saya itu mengatakan pernah mencicipi namun hanya sekadarnya saja. Karena selera dasarnya kembali lagi pada rokok Djarum 76 yang original. 

Memang harus diakui, bahwa dalam perjalanannya sejak pertama kali diproduksi pada tahun 1976, rokok Djarum 76 bisa bertahan semata karena kesetiaan para penikmatnya. Lalu pertanyaannya, apakah Djarum 76 Mangga mampu memikat penikmat setianya itu untuk beralih dari Djarum 76 original ke rokok Djarum 76 Mangga? Pertanyaan ini juga saya ajukan kepada penikmat Djarum 76 original saat pertama kali Djarum 76 Madu Hitam meluncur di pasaran pada tahun 2021 lalu, juga disaat Djarum 76 Kurma Royal pertama kali beredar di pasaran pada awal bulan Ramadhan beberapa bulan yang lalu. 

Salah satu perokok militan Djarum 76 rasa original yang saya tanyai bernama Budi Dharma. Usianya saat ini 58 tahun. Asalnya dari Salatiga tapi tinggal di Jogja. Dia seorang traveller dan masih sering mendaki gunung. Saat saya berkirim pesan, dia malah menelpon dan bilang masih berada di Singapura; usai menjelajahi lembah dan lereng-lereng pegunungan di Nepal. Budi Dharma merokok Djarum 76 sejak tahun 1997.

Budi Dharma bercerita, saat pertama kali Djarum 76 mengeluarkan varian rasa Madu Hitam, dia tidak merasa tergoda untuk beralih. Dia mengaku mencicip namun tidak membuatnya lantas pindah ke 76 Madu Hitam. Dia menyebut dirinya sangat radikal pada Djarum 76 rasa original. Begitu juga saat 76 Kurma Royal meluncur di pasaran pada awal Ramadan beberapa bulan yang lalu. Dia tetap bertahan dengan rokok Djarum 76 rasa original. Djarum 76 baginya adalah lambang kesetiaan. 

“Biarkan 76 rasa-rasa buah untuk yang muda-muda saja,” katanya, sambil tertawa.

Apa yang dikatakan Budi Dharma mungkin juga sama dengan perokok lain yang kesehariannya setia merokok Djarum 76. Mungkin lho, ya. Saya hanya menduga saja, karena saya tidak melakukan wawancara khusus sebagaimana saya bertanya perihal Djarum 76 pada Budi Dharma. Saya juga menduga, bahwa kesuksesan rokok Djarum 76 Madu Hitam dan Kurma Royal bukan karena hilangnya kesetiaan penikmat Djarum 76 rasa original lalu beralih pada rokok Djarum 76 rasa buah. Melainkan karena tingginya antusias perokok muda atas kehadiran rokok SKT dengan aneka cita rasa, termasuk rasa madu hitam dan kurma. 

Baca Juga:  Mengenal 7 Kawasan Tanpa Rokok di Indonesia

Lantas, apakah penikmat setia Djarum 76 masih tetap tidak mau beralih untuk mencicipi rokok rasa buah mangga?  

“Aku malah durung ngerti nek ana 76 rasa mangga. Ya, suk mben tak cobane neng Jogja,” kata Budi Dharma. 

Tulisan ini merupakan upaya menggoda kesetiaan Budi Dharma yang merokok Djarum 76 rasa original sejak 26 tahun yang lalu.

Warna Segar Kemasan 76 Mangga

bungkus segar rokok djarum 76 mangga

Saat beberapa hari kemarin ramai orang memposting gambar bungkus rokok Djarum 76 Mangga di twitter, seorang pengguna twitter mengomentari desain Djarum 76 Mangga ini dengan kalimat; “Desain bungkusnya mengingatkan saya pada cover desain majalah Trubus.” 

Majalah Trubus merupakan majalah yang khusus mengulas beragam jenis pengelolaan tanaman dan pertanian. Covernya memang biasanya berupa foto-foto tanaman buah seperti mangga dan tanaman lainnya. Sehingga dominan oleh warna hijau daun, Kuning buah, dan tentu saja tampilan desainnya berwarna cerah. 

Perpaduan hijau daun, buah mangga dan semu kuning warna buah setengah masak pada bungkus rokok Djarum 76 Mangga memang mengingatkan orang pada warna-warna alamiah tetumbuhan dalam dunia pertanian. Jadi ada benarnya juga jika bungkus rokok Djarum 76 Mangga dikatakan rada mirip dengan cover majalah Trubus. 

Pada tampak muka kemasan Djarum 76 memang terdapat penegasan dengan gambar 4 buah mangga yang seolah menjuntai pada ranting. Hal itu terlihat karena terdapat tiga helai daun pada latar mangga yang menjuntai tersebut. Kesannya, mangga-mangga pada tampilan muka itu menjuntai dari pohonnya. 

Di antara mangga dan daunnya itu ada brand angka 76 yang diberi lingkaran warna emas. Dalam lingkaran itu terdapat angka 76 dengan jenis font khas dan legendaris diberi warna putih di dalam lingkaran hotprint warna emas, dengan warna dasar dalam lingkaran berwarna oren. Walaupun terkesan norak tapi secara keseluruhan desainnya masih enak dilihat. Lalu di bawah lingkaran angka 76 tadi ada tulisan dengan font tegas berwarna putih yang diembos: Mangga. 

Sedangkan nama brand Djarum diletakan kecil saja pada sudut di sebelah kiri bagian atas sebagai penanda bahwa produk ini memang dari PT Djarum, Kudus. Pada bagian belakang bungkusnya di bawah tulisan Mangga ada endorser dari pabrikan yang bertuliskan; “Cita rasa mangga asli Nusantara memberikan sensasi segar.” 

Harganya Setara Madu Hitam dan Kurma Royal

Djarum 76 Mangga seharga djarum 76 Madu hitam

Karena masih satu varian dengan Djarum 76 sebelumnya, harga rokok yang baru meluncur seminggu yang lalu ini pun gak jauh beda dengan Djarum 76 varian cita rasa buah terdahulunya seperti Madu Hitam dan Kurma Royal. 

Saya beli rokok Djarum 76 Mangga di toko Mbako 88 harganya 13500. Harga di warung lain seperti di toko kelontong Sari Ayam, Sedayu, harganya 14000. HJE di pita cukainya 15000. Sedangkan harga cukai per batangnya Rp361,-.

Dalam tiap bungkus rokok Djarum 76 Mangga berisi 12 batang yang dikemas dalam plastik. Ukuran batangannya sama persis dengan ukuran Djarum 76 Madu Hitam dan Kurma Royal. 

Kertas batangan Djarum 76 Mangga bergaris pattern melingkar. Batas isapnya diberi border warna kuning segar serupa warna mangga masak yang baru diiris. Pada bagian tengah border itu bertuliskan Djarum 76. Sedangkan di bawah border kuning itu ada tulisan Mangga. 

Baca Juga:  Asal Masih Boleh Merokok, Libur Natal Tetap Damai

Aroma dan Rasa Mangga yang Menggoda

Djarum 76 Mangga menggoga selera

Saat saya tempelkan sebatang rokok Djarum 76 Mangga, aromanya harum dan segar.  Gak bikin eneg. Saat dibakar, karakter wangi khas Djarum 76 rasa originalnya memang pudar atau malah tertindas oleh aroma mangganya yang harum. 

Pada isapan kedua, ketiga dan seterusnya rasa sepet dan semi-pedas yang jadi khas rokok Djarum 76 rasa original mulai terasa. Sehingga rasa mangga dan aroma mangganya hanya membalut rasa asli tembakau khas milik 76. 

Menurut saya, Djarum 76 Mangga ini termasuk enak. Walaupun memang sih rasa dan aroma mangganya membunuh karakter khas 76 rasa original. Kalimat yang tepat mungkin, 76 Mangga dan 76 rasa original itu sama-sama mengusung angka 76 tapi berbeda rasa, juga karakternya. 

Dan yang paling enak dan membuat nyaman, aroma mangganya segar gak bikin eneg. Karena aroma mangganya memang gak begitu tajam dan menusuk walaupun terasa dominan. Saya akui, juru raciknya memang sangat detail soal rasa. Karena untuk mengukur rasa agar tidak membuat eneg dan tetap terasa dominan tentu membutuhkan keahlian khusus dan pengukuran yang tepat. 

Sayangnya, Djarum 76 Mangga ini terasa kurang tepat rasanya jika dinikmati usai makan siang atau sarapan. Saat usai makan, begitu membakar rokok ini entah kenapa malah kurang pas. Mungkin aroma mangganya yang sedikit mengganggu. 

Atau mungkin karena saya terbiasa sebat rokok yang rasanya kretek rasa original. Sehingga ketika habis makan rasa dan aroma mangganya jadi malah kurang pas.

Djarum 76 Mangga ini terasa nikmat jika sambil minum kopi, teh manis hangat, dan jus buah. Pasti sedap. Tapi sekali lagi kurang pas untuk sehabis makan. Karena rasanya jadi flat, aroma mangganya malah mengganggu cecap lidah usai makan. Juga muncul rasa pahit walaupun tipis sekali. Secara keseluruhan, Djarum 76 Mangga akan terasa ampang saat dinikmati usai makan. Tapi itu hanya pendapat saya pribadi saja. Mungkin akan berbeda jika Anda yang merasakannya.

Cita Rasa untuk yang Muda

djarum 76 mangga selera untuk yang muda

Walaupun secara keseluruhan saya merekomendasikan bahwa rokok Djarum 76 Mangga ini layak untuk dinikmati. Namun, sepertinya bakal kurang pas jika ditujukan untuk perokok setia Djarum 76 rasa original seperti Budi Dharma. 

Rokok ini, benar seperti apa yang dikatakan Budi Dharma pada saya, memang cocoknya untuk yang muda-muda. Penikmat rokok kretek konvensional atau rasa original tentu punya ukuran dan selera yang berbeda dengan perokok muda yang senang mencoba sesuatu yang baru tentang rasa rokok. 

Usai saya selesai menuliskan ini, harapan saya semoga Budi Dharma membacanya lalu tergoda dan merasa penasaran ingin mencicipi barang sebatang dua batang Djarum 76 Mangga. Karena kesetiaan pada rasa yang telah menubuh pada diri Budi Dharma sejak puluhan tahun yang lalu, rasanya tak akan mungkin goyah hanya karena saya iming-imingi dengan sesuatu yang baru. Apalagi hanya iming-iming rasa mangga. Namun entah mengapa saya masih berharap dia mau mencicipinya walaupun hanya satu isapan saja. Karena bagi saya, Djarum 76 Mangga ini layak untuk dipersembahkan pada orang yang tetap setia pada pilihannya.

Atau mungkin juga dia benar, bahwa Djarum 76 Mangga memang untuk yang muda-muda saja. Bukan untuk perokok yang selalu setia pada Djarum 76 rasa original seperti Budi Dharma. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *