Press ESC to close

Jurnal-jurnal Kesehatan yang Membeberkan Manfaat Merokok

Wacana rokok dalam sejumlah media di internet kebanyakan tidak jauh dengan hal-hal yang berkaitan dengan cukai, tembakau, dan kesehatan. Khusus dalam hal kesehatan, rokok pastinya lebih banyak dipandang buruk bagi kesehatan daripada manfaatnya. Padahal rokok juga memiliki segudang manfaat yang tidak banyak orang tahu. Namun, ternyata terdapat beberapa jurnal kesehatan yang membahasnya. 

Sebenarnya, sangat sulit menemukan jurnal yang benar-benar membahas mengenai manfaat rokok secara eksplisit. Rokok ini kan barang kecil penuh pro kontra. Jurnal kesehatan yang membahas mengenai efek buruk merokok ada segudang dan diamini oleh semua umat. Sayang, manfaat merokok bagi kesehatan sangat sulit ditemukan, bahkan para ahli banyak yang terkesan menutupi.

JURNAL REDOKS (TEKNIK KIMIA)

Dalam Jurnal Redoks yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Kimia Universitas PGRI Palembang dengan judul “Terapi Nikotin Pada Rokok Terhadap Penyakit Parkinson”, disebutkan merokok mampu menyembuhkan penyakit parkinson. Dalam penelitian ini, disebutkan kandungan nikotin dalam rokok dapat memproteksi sel saraf pada otak yang berdegenerasi sehingga berpotensi menghambat progresifitas penyakit parkinson dengan mencegah kematian sel neuron. Hal ini sangat berkaitan dengan konsep dan pendekatan terapi pada penyakit parkinson. 

Pembuktian mengenai penggunaan efek terapi nikotin pada rokok untuk mengobati penyakit parkinson telah diteliti melalui studi epidemiologi dan uji eksperimental pada mencit, primata, serta manusia. Penelitian tersebut menyebutkan adanya korelasi negatif antara merokok dan penyakit parkinson. 

Telah dilaporkan juga bahwa pasien yang merokok akan menurunkan risiko terjadinya penyakit parkinson sebanyak 50%. Jadi dengan memanfaatkan kebiasaan merokok yang dapat memberikan efek terapi melalui zat nikotin dapat dipertimbangkan menjadi salah satu pengobatan alternatif dan bahkan dapat menjadi pengobatan utama dari penyakit parkinson sehingga berpotensi untuk meningkatkan usia harapan hidup, memperbaiki kualitas hidup, serta meminimalisasikan biaya untuk perawatan pasien parkinson. 

Baca Juga:  5 Pabrik Rokok Terbesar di Indonesia

Banyak penelitian lain juga yang salah satunya dilakukan oleh tim peneliti terkemuka yang dipimpin oleh Dr. Tanner. Dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Tanner dan timnya, menunjukkan pengaruh positif merokok terhadap Parkinson Disease (PD) terhadap 113 pasangan kembar laki-laki.

Journal Of The National Cancer Institute (May 20, 1998)

Hasil penelitian ini melaporkan bahwa pembawa mutasi gen tertentu (gen yang cenderung sebagai pembawa kanker payudara), bagi mereka yang merokok selama lebih dari 4 pak tahun (yaitu, jumlah pak per hari dikalikan dengan jumlah lamanya tahun merokok), menurut statistik ternyata mengalami penurunan signifikan sebesar 54 persen dalam insiden kanker payudara bila dibandingkan dengan gen pembawa yang tidak pernah merokok. Kekuatan dari penelitian ini adalah terdapat penurunan insiden melebihi ambang 50 persen.

Terdapat juga penelitian lain yang dilakukan oleh National Cancer Institute mengenai manfaat merokok bagi kesehatan. Salah seorang peneliti berpendapat bahwa merokok dapat mencegah pengembangan kanker kulit yang menimpa terutama orang tua di Mediterania wilayah Italia Selatan, Yunani dan Israel. 

Manfaat-manfaat merokok bagi kesehatan diatas adalah sebuah pengakuan dari peneliti di National Cancer Institute.

Urinary cotinine concentration confirms the reduced risk of preeclampsia with tobacco exposure (Am J Obstet Gynecol 1999;. 181:1192-6.)

Dalam jurnal American Journal Of Obstetrics and Gynecology, disebutkan bahwa Konsentrasi urin cotinine (tembakau yang bermetabolisme di dalam tubuh) dapat mengurangi risiko Preeklampsia dengan paparan tembakau Eksposur.  

Baca Juga:  Merokok Nggak Apa-Apa, yang Penting Bisa Main Bagus di AS Roma

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang berpotensi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Meskipun studi ini kecil, namun studi ini menunjukkan bahwa merokok selama kehamilan juga memiliki manfaat. Temuan dalam studi ini diperoleh menggunakan uji laboratorium dan terkonfirmasi penurunan risiko preeklamsia dapat berkembang dengan paparan tembakau. 

Manfaat merokok lain yang terbukti oleh para peneliti terkemuka dengan sumber terbanyak adalah: 

  • Orang yang merokok mampu untuk lebih cepat sembuh dari jantung dan stroke
  • Merokok mampu mencegah penyakit asma dan alergi lain
  • Merokok mampu menguatkan gigi dan mengurangi penyakit gusi 
  • Nikotin dalam rokok mampu mencegah Tuberkulosis (TBC)

Sayangnya, permainan perusahaan farmasi menyebabkan penelitian-penelitian kesehatan mengenai ampuhnya rokok untuk kesehatan terbungkam. Jika ditelisik satu per satu, terdapat segudang manfaat rokok bagi tubuh. Tembakau sendiri memiliki banyak manfaat bagi tubuh, begitupun nikotin. 

Sejauh ini, relaksasi adalah efek manjur rokok yang paling kentara dirasakan tubuh. 

Satu batang sejuta penyakit ❌

Satu batang sejuta manfaat ✔️

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *