Press ESC to close

Begini Cara Merawat Bibit Tembakau

Tembakau merupakan tanaman yang ditanam setahun sekali sesuai dengan musimnya. Itu yang menyebabkan tidak semua daerah di sentra-sentra pertanian bisa menanam tembakau. Perawatan agak rumit karena peka terhadap musim. Jika curah hujan terlalu tinggi, tanaman tembakau akan kolaps dan kualitasnya turun. Sedangkan jika panasnya terlalu terik sepanjang masa penanaman, tumbuhan awal sejak mulai bibit tembakau ditanam, akan susah untuk tumbuh dengan baik. 

Tembakau merupakan tanaman yang membutuhkan kecukupan air dan sinar mataharinya harus seimbang. Tidak semua tanah pertanian cocok untuk ditanami tembakau karena lahan tanamnya harus mempunyai kecukupan sinar matahari. Juga riskan apabila terguyur hujan secara terus menerus.

Di sentra-sentra pertanian tembakau seperti di Temanggung, Lombok, dan Selo, Boyolali, pada musim tanam tahun ini agak kesulitan air. Sebab, curah hujan yang minim, akibat dampak dari El Nino, membuat tanah pertanian kering sehingga lahan yang akan ditanami tembakau kekurangan air. Hal ini yang membuat kuantitas tembakau mengalami seleksi alam. Misalnya, jika menyemai bibit 100 biji, yang tumbuh mungkin bisa saja hanya separuhnya. Sehingga, tanaman tembakau harus benar-benar ditelateni untuk disiram secara berkala. Karena jika tidak disirami air secara teratur bibit tembakau tidak akan tumbuh dengan sempurna.

tembakau

Musim tahun ini tanaman tembakau agak tersendat pertumbuhannya karena kekurangan air hujan. Sehingga kuantitasnya jauh menurun hampir 50% jika dibandingkan dengan musim tembakau tahun lalu. Namun panas yang berkepanjangan akibat kemarau panjang dampak dari El Nino, membawa berkah bagi petani yang tanamannya tumbuh karena perawatan yang teratur. Kemarau panjang dan panas matahari yang terus menerus sepanjang tanaman tembakau tumbuh membuat kualitas tembakau tumbuh dengan kualitas terbaik jika dibandingkan dengan tanaman yang selalu diselingi dengan air hujan.

Tembakau yang bermutu tinggi tumbuh selain karena perawatan juga berasal dari bibit yang baik pula. Bibit tembakau varietas Kemloko merupakan bibit tanaman tembakau yang jika tumbuh akan menjadi tembakau yang berkualitas tigi sesuai lahan tanamnya. Lantas dari mana petani tembakau mendapatkan bibit tembakau yang berkualitas sehingga tanamannya saat dipanen dapat menghasilkan daun yang berkualitas baik?

Bibit berasal dari Tanaman yang Tumbuh dengan Baik

Untuk mengetahui bagaimana petani mendapatkan bibit atau benih tembakau, saya berkunjung ke Kecamatan Selo, Boyolali untuk menemui seorang petani tembakau yang sudah lama berkecimpung dengan pertanian tembakau. 

Petani tembakau yang saya temui bernama Ciptosikas. Usianya nyaris setengah abad. Dia berasal dari Dusun Gebyog, Selo, Boyolali. Saat ini petak tanah milik Ciptosikas yang luasnya hanya 2600 meter ditumbuhi tanaman tembakau dengan baik dan daunnya berkualitas tinggi sehingga harganya juga ikut tinggi. Jenis tembakau yang ditanam Ciptosikas adalah variets Kemloko dari Temanggung. Karena lahan pertanian di Boyolali nyaris sama dengan yang ada di Temanggung yaitu berada di lereng gunung. Jika di Temanggung, tanaman tembakau terbaik adalah tembakau yang ditanam di lereng Sumbing dan Sindoro, juga Gunung Prau. Maka di Boyolali, tentu saja di lereng gunung Merbabu.

Baca Juga:  Review Rokok LA Bold, Produk Paling Underrated dari Djarum

Bibit dari kemitraan

Ciptosikas dan beberapa teman petani lainnya asal Selo, Boyolali terikat kontrak dengan sebuah perusahaan rokok asal Kudus. Sehingga mulai dari bibit hingga pupuk disuplai oleh pabrikan. Namun ada juga petani yang tidak menggunakan bibit dari pabrik rokok karena dianggap kurang bagus mutunya. Sehingga mereka menciptakan sendiri bibit tanaman tembakaunya.

Menyemai Bibit Secara Mandiri

Ciptosikas membuat bibit tembakau sendiri dengan cara memilih tanaman tembakau yang usianya sempurna, dan siap petik. Dia menyisakan 5 tanaman tembakau yang lebih tingggi dan lebih banyak daunnya jika dibandingkan dengan tanaman lainnya. Pucuk kuntum bunganya juga yang lebih banyak. Karena dirumpun pada pucuk tanaman tembakau itu terdapat bakal bibit yang bisa diolah sesuai kaidah penciptaan bibit tembakau.

Pucuk tenaman tembakau yang berbunga lebat dan masih banyak kuntumnya yang belum mekar itu itu dipotong pada bagian tangkai pucuknya yang penuh bunga dan kuntum yang belum mekar. Semakin banyak kuntum pada pucuk bunga tembakau semakin banyak biji yang siap disemai dan bakal menjadi bibit. Kuntum-kuntum itu dibiarkan mengering.

Setelah mengering sempurna, kuntum itu digoyang-goyang dan biji-biji bakal bibit berjatuhan dan ditampung dalam wadah. Dari 5 rumpun pucuk bunga tanaman tembakau itu bisa menghasilkan 25.000 biji bakal bibit yang siap disemai.

Menyiapkan Media Tanam untuk Lahan Persemaian

Biji-biji itu kemudian ditebar dalam media tanam berupa sekotak lahan berisi tanah yang telah diberi pupuk kandang dan gembur. Setiap pagi, biji yang ditaburkan dalam kotak tanah media tanam itu disiram dengan air secara merata.

Penyemaian selama Sebulan sebelum Menjadi Bibit

Proses penyiraman biji itu berlangsung selama satu bulan. Setelah biji yang disemai bertunas dan tumbuh sekira setinggi sejengkal, lalu dipindahkan ke media tanam dalam polybag.

Merawat Bibit Tanaman dalam Polybag

Setelah memilih tunas atau bibit yang tumbuh sempurnadari lahan semai, bibit yang telah dipindahkan ke media tanam polybag itu setiap pagi juga disirami dengan air yang cukup dan harus terkena sinar matahari yang cukup pula.

Baca Juga:  Solidaritas Konsumen, Titik Balik Kemandirian

Proses persemaian dalam polybag juga berlangsung selama satu bulan perawatan dengan disirami secara teratur setiap pagi.

Bibit Siap tanam di Ladang

Setelah bibit dalam polybag tumbuh sempurna sekira 30 cm, menandakan bibit tanaman tembakau siap dipindahkan ke ladang yang media tanamnya lebih luas di ladang.

Pemindahan bibit dari polybag ke media tanam yang lebih luas di ladang biasanya dilakukan pada bulan maret. Karena pada bulan itu biasanya curah hujan turun msih cukup untuk kebutuhan bibit tembakau dan panas matahari juga cukup dibutuhkan olah bibit tembakau yang sedang ditanam. Namun jika curah hujan berlebih atau terjadi sebaliknya terjadi kemarau yang berkepanjangan seperti musim kali ini. Maka biasanya bibit tembakau membutuhkan air secara mandiri dengan cara disirami secara berkala. Risikonya, bibit yang tak terjangkau oleh air tidak tumbuh dengan sempurna bahkan ada yang mati. 

Siap Panen pada Bulan Keenam

Karena tanaman tembakau adalah tanaman yang tidak boleh kelebihan air maupun kekurangan air. Sehingga petani harus hafal dengan pergantian musim. Baik musim hujan dan musim kemarau. Namun jika bibit sudah mampu melewati masa tiga bulan pertama dan tumbuh sempurna, artinya tanaman tembakau akan terus tumbuh hingga musim panen yang biasanya dilakukan setelah usia tembakau mencapai 6 bulan yakni pada awal bulan September. Setelah usia tanaman berusia 3 bulan ke atas tenaman tembakau tidak terlalu membutuhkan banyak air, melainkan justru harus disinari terus menerus oleh cahaya matahari, agar daun tembakau mempunyai kandungan nikotin tinggi dan berharga mahal saat dipetik.

Tanaman tembakau milik Ciptosikas kini siap panen sejak awal September lalu. Kualitasnya sangat bagus karena selama pertumbuhannya tidak pernah diguyur hujan deras yang biasanya membuat tanaman tembakau membusuk pada pangkal akarnya karena terendam air hujan yang menggenang. Namun karena dampak kemarau panjang justru membuat tanaman tembakau milik Ciptosikas berhasil tumbuh dengan kualitas baik dan mengandung nikotin sangat tinggi. 

Pada musim ini tembakau hasil panen milik Ciptosikas dihargai 75.000 rupiah per kilogramnya tembakau kering. Sedangkan untuk daun basah harganya mencapai 10.000 rupiah.

petani tembakau

Apakah Anda tertarik untuk menjadi petani tembakau?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *