Press ESC to close

Kenapa Sebungkus Rokok Berisi 12 Batang?

Sobat kretekus pasti penasaran, mengapa sebungkus rokok itu isinya kalau tidak 12 batang rokok ya 16 batang rokok. Hal ini sebetulnya juga menjadi pertanyaan saya sejak lama. Namun setelah saya mencari-cari jawabannya, tidak ketemu juga.

Berbeda dengan rokok putih, dalam aturan PP 109 Tahun 2012 sudah diatur bahwa rokok putih harus berisi 20 batang. Sedangkan untuk rokok kretek, tidak diatur dalam PP tersebut. Rokok kretek yang ada saat ini itu berisi kalau tidak 12 batang ya 16 batang. Walau ada beberapa rokok yang mempunyai isi 6 batang, 10 batang dan 50 batang.

Konfigurasi Isi Sebungkus Rokok

isi sebungkus rokok

Menurut saya, mengapa kebanyakan produk rokok itu berisi genap itu karena memudahkan dalam mengemasnya. Jika melihat bungkus rokok yang isi 12 batang, konfigurasi pengemasan batangnya pasti 6 depan dan 6 belakang. Begitu juga dengan rokok yang isi 16 batang, konfigurasinya pasti 8 depan dan 8 belakang. Walau terkadang ada yang mengemasnya dengan 8 samping kiri dan 8 samping kanan seperti rokok Surya 16.

Misal rokok klobot atau rokok Djarum Cigarillos, dalam satu bungkusnya memiliki 6 batang rokok saja. Pengemasannya juga akan lebih bagus ketimbang isinya ganjil seperti 7 batang atau 13 batang.

Alasan lain menurut saya adalah bungkus rokok dengan isi 12 dan 16 batang itu paling ideal. Jika kita menggenggamnya, akan terasa pas di tangan. Lalu, jika ingin memasukannya ke dalam kantong pun terasa pas, tidak terlalu besar. Memegang rokok seperti memegang handphone. Pas sesuai dengan porsi tangan dan saku.

Baca Juga:  Kisah Kim Jong-Un, Diktator Kontroversial Yang Akrab Dengan Rokok

Apa jadinya jika rokok semua berisi 50 batang, akan terasa agak susah untuk digenggam dan di saku. Walau emang ada beberapa merk yang mengeluarkan rokok berisi 50 batang seperti Djarum Super, Gudang Garam Filter, Sampoerna Mild dan Magnum Mild.

Akan tetapi, rokok yang berisi 50 batang itu tidak untuk kita bawa kemana-mana. Rokok yang isinya 50 batang hanya khusus untuk orang yang mager beli rokok dengan isi 12 atau 16 batang, yang 1-2 hari langsung habis terus beli lagi. Ketimbang keseringan beli, lebih baik nyetok sekalian rokok yang isi 50 batang. Bisa untuk semingguan.

Berbeda kasus juga dengan rokok cerutu. Rokok ini ada yang dijual bungkusan dan ada yang dijual per batang. Menurut undang-undang pun, hanya rokok jenis cerutu yang diperbolehkan menjual produknya secara per batang. Sedangkan untuk rokok jenis lain tidak.

Rokok Ketengan

Malahan, ada isu terkini bahwa nantinya warung itu tidak boleh menjual rokok secara ketengan. Hal ini membuat banyak masyarakat kemudian protes, termasuk saya. Wong cukai rokok saja ditarik per batang, mengapa warung tidak boleh menjual rokok secara per batang.

Baca Juga:  Belajar Dari Pengalaman Masa Kecil Sule dan Rokok

Jika alasannya melarang menjual rokok ketengan itu mudah dijangkau oleh anak-anak. Itu alasan yang sangat konyol. Anak-anak itu masih bisa membeli rokok secara patungan.

Sebetulnya, jika masalahnya hanya karena rokok ketengan masih bisa dijangkau anak-anak, solusinya mudah. Dengan cara perketat aturan penjualan, maka anak di bawah umur pun tidak bisa mengakses produk rokok lagi. Contohnya jika ingin membeli rokok harus mengeluarkan KTP terlebih dahulu.

Dalam PP 109 Tahun 2012 juga sudah dijelaskan mengenai aturan penjualan. Hanya kemudian bagaimana pemerintah dalam menjalankan amanat UU tersebut. Jika masih tidak ada aturan penjualan yang ketat, mau melarang rokok ketengan pun akan sia-sia juga. Anak di bawah umur masih bisa membelinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *