Search
sound of kretek

Sound of Kretek, Mengingat Kembali Kretek Sebagai Budaya Bangsa

Jika dilihat dari sejarah, Kretek atau lebih sering disebut sebagai rokok kretek adalah sebuah upaya untuk menyehatkan manusia. Haji Djamhari, sebagai penemu kretek, mencoba meracik rajangan tembakau yang dipadukan dengan rajangan cengkeh, yang memiliki khasiat untuk melegakan pernafasan. Hasilnya, josss, bengek Djamhari bisa diredakan dengan racikannya. 

Itulah sejarah singkat asal mula kretek yang dibahas dalam Kretek Talks di acara Sound of Kretek Festival yang diselenggarakan oleh DCDC. Acara ini sendiri diselenggarakan untuk mengajak anak muda Bandung untuk lebih mengenal kretek sebagai salah satu budaya Indonesia. Bedanya, jika kebanyakan acara yang membahas kebudayaan dibalut secara konservatif, Sound of Kretek justru mengajak kita melihat kretek dalam sudut pandang yang lebih modern. 

sound of kretek bandung

Kombinasi edukasi dan hiburan menjadi hal yang menarik dari festival ini. Selain menghadirkan beberapa seniman musik elektrik, Sound of Kretek turut menghadirkan pameran foto serta rempah yang dilengkapi dengan keberadaan pekerja linting. Kombinasi ini, membuat suasana festival terlihat lebih lengkap dan hikmat. 

Bagi saya, bintang utama dari acara ini adalah para pekerja linting atau biasa kita sebut sebagai (Mbak Linting. Sekitar 7-8 orang Mbak Linting duduk di mejanya, dan mengajak serta mengajarkan para pengunjung untuk melinting rokok. Saya tentu saja ikut bagian. Walau sudah beberapa kali datang ke pabrik rokok, melinting dengan alat ternyata tidak mudah. 

Setidaknya, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk melinting rokok dengan baik dan benar. Pertama, soal komposisi tembakau. Jika tembakau yang diletakkan di alat linting terlalu banyak atau sedikit, hasilnya tidak akan memuaskan. Terlalu sedikit bisa mengakibatkan batang rokok terasa kosong, sementara terlalu banyak membuatnya tebal dan berat ketika diisap. 

Baca Juga:  Review Rokok Surya Pro: Inovasi Merebut Kelas Profesional

Kemudian penempatan kertas di alat linting juga perlu diperhatikan dengan benar. Beruntung, pada alat linting peraga di Sound of Kretek, dibuatkan semacam penanda untuk menempatkan kertas dengan benar. Pun, walau sudah diberikan tanda, tetap saja memegang kertasnya tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi, ketika tarikan gulungan rokok dihentak, kita harus tetap memegang kertas agar bisa melekat dengan baik. 

Terakhir, tentu saja soal tarikan tuas alat lintingnya. Sekilas, mungkin terlihat mudah dilakukan. Sialnya, begitu dicoba, ternyata hasilnya tidak memuaskan. Apalagi, untuk menghasilkan batang yang konus alias berbentuk sedikit kerucut, dimana ujung bakar harus lebih besar dari ujung isap. Serius, itu susah bener. Tiga kali mencoba, saya tetap gagal membuatnya berbentuk konus. 

Dari kerja-kerja Mbak Linting ini, saya sadar kemudian jika secanggih apa pun mesin rokok, untuk mendapatkan batang rokok yang konus sempurna hanya bisa dihasilkan oleh tangan manusia. Mengingat, langkah-langkah dalam melinting rokok itu harus dilakukan dengan proses yang tepat. Dan, hebatnya lagi, seorang Mbak Linting bisa menghasilkan setidaknya 3000-4000 batang sehari. 

Kehadiran Mbak Linting di Sound of Kretek Festival ini menjadi sorotan utama mengingat mereka melakukan aktivitas melinting ini dalam sebuah panggung. Ya, panggung untuk performance para musisi seperti Tuan Tiga Belas, DJ Ronin Bass, serta Bottle Smoker. Penampilan mereka di panggung, memberikan suasana yang unik bagi penonton. Sungguh epik. 

Baca Juga:  Nostalgia Permainan Berhadiah Rokok

linting sound of kretek

Tentu saja, selain pencerahan yang diberikan Mbak Linting, keberadaan pameran rempah dan foto juga memberi pemahaman baru untuk pengunjung. Pada pameran rempah, dihadirkan 12 rempah yang digunakan untuk dalam pembuatan rokok kretek. Mulai dari cengkeh, pala, kayu manis, kapulaga, hingga vanili. Di area pameran rempah, para pengunjung bisa melihat, merasakan, serta mencium langsung aroma dari rempah tersebut.

Lalu di area pameran foto, kita bisa melihat foto dari hulu ke hilir industri kretek. Mulai dari foto-foto pertanian tembakau dan cengkeh, proses panen dari kedua bahan baku kretek itu, hingga produksi rokok oleh pekerja linting. Di sini, kita juga bisa melihat sebuah peta berukuran besar yang memperlihatkan industri kretek yang berada di di seluruh wilayah republik ini. 

Terakhir, tentu tidak afdol jika kita tidak membahas sebuah lagu tema yang dibuat oleh Bottle Smoker. Lewat sebuah video yang ditampilkan di panggung utama, kita bisa melihat bagaimana kretek adalah sebuah anugerah alam Indonesia karena keberadaannya yang melingkup di banyak kehidupan masyarakat. Disertai dengan musik yang ciamik, ini menjadi sebuah karya yang patut disaksikan oleh banyak orang.

Aditia Purnomo