Press ESC to close

Apa Itu Rokok? Ini Perbedaannya dengan Kretek

Apa itu rokok? Sobat kretekus pasti masih ada yang kebingungan mengenai perbedaan rokok dan kretek. Anggapan bahwa rokok sama dengan kretek ini sudah menjamur di masyarakat. Ada analogi yang pas untuk menggambarkan perbedaan rokok dengan kretek yakni kemeja dengan kaos. Kalian tentu tahu kemeja dengan kaos itu sama dalam penggunaannya namun berbeda variasinya. Nah itulah gambaran mengenai perbedaan rokok dengan kretek.

Apa Itu Rokok dan Apa Itu Kretek? 

Mari kita bahas rokok terlebih dahulu. Apa sih yang dimaksud dengan rokok? Mengutip dari Wikipedia, rokok merupakan sebuah benda yang berbentuk silinder dari kertas yang berukuran 70mm hingga 120mm dengan diameter 10mm yang berisi daun tembakau yang sudah kering yang telah dirajang. Rokok dibakar pada ujung satunya dan dihisap melalui mulut pada ujung lainnya. 

apa itu rokok dan apa itu kretek

Lalu, apa yang dimaksud dengan kretek? Masih mengutip dari Wikipedia, kretek adalah rokok yang berasal dari Indonesia. Kretek terbuat dari tembakau dan cengkih serta dipadukan oleh saus perisa. Asal usul nama kretek berasal suara “kretek” kala dibakar. Kretek sudah diproduksi sejak awal abad ke 19. 

Baca Juga:  Selain Bahan Baku Kretek, Cengkeh Bisa Jadi Jamu Penjaga Stamina

Jika ditarik kesimpulannya kretek itu masih termasuk ke dalam golongan rokok dalam cara penggunaannya. Sama seperti cerutu dan klobot yang termasuk ke dalam jenis rokok. Rokok merupakan nama yang sangat umum untuk menggambarkan produk tembakau dengan cara dihisap. Jika dikerucutkan, masih banyak jenis rokok di bawahnya. 

Sejarah Rokok dan Kretek

Jika melihat dari sejarah rokok dengan kretek tentu berbeda. Rokok sudah ditemukan sejak abad 16. Rokok pertama kali ditemukan oleh suku bangsa latin di Amerika untuk keperluan ritual adat seperti memuja dewa atau roh. Saat para penjelajah Eropa menemukan Benua Amerika, mereka mencoba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke daratan Eropa.

Sedangkan untuk kretek pertama ditemukan oleh Haji Djamhari di Kudus. Kala itu, Haji Djamhari yang menderita asma mencoba meracik tembakau dengan mencampurnya dengan cengkeh. Setelah mendapati penyakitnya membaik, barulah kretek mulai dikenal seantero Nusantara. 

Melihat dari sejarahnya, terdapat perbedaan dalam sejarah penemuan dari rokok dengan kretek. Jika rokok itu digunakan untuk persembahan ritual sedangkan kretek merupakan obat herbal untuk penemunya. Dari sisi ini, kita melihat perbedaan yang cukup kentara antara rokok dengan kretek. 

Baca Juga:  Begini Caranya Agar Perokok Menjadi Ayah yang Baik

Jika melihat dari ciri-cirinya juga sangat berbeda antara rokok dengan kretek. Rokok berbentuk silinder sedangkan kretek berbentuk konus atau mengerucut. Walaupun saat ini sesuai perkembangan jaman, terdapat rokok kretek yang berbentuk silinder dan menggunakan filter. 

Rokok yang dikenal di seluruh dunia tidak ada yang menggunakan cengkeh. Hanya rokok asli bangsa Indonesia yang menggunakan cengkeh. Cengkeh juga merupakan tanaman endemik asli kepulauan Maluku. Jadi pada dasarnya, kretek itu merupakan produk asli Indonesia. Menghisap kretek sama artinya kita melestarikan produk budaya asli Indonesia. 

Bagas Nurkusuma Aji

Bagas Nurkusuma Aji

Videografer di Komunitas Kretek. Lahir dan besar di Turi, Sleman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *