5 Alasan Mengapa Rokok Kretek Hanya Ada di Indonesia

rokok kretek

Rokok kretek memang memiliki akar budaya yang kuat di Indonesia, dan sejarahnya bisa ditelusuri kembali ke abad ke-19. Ada beberapa alasan mengapa kretek menjadi begitu terkait dengan Indonesia:

a. Bahan Baku Lokal

Kretek dibuat dengan campuran tembakau dan cengkeh. Indonesia memiliki iklim dan tanah yang cocok untuk pertumbuhan kedua tanaman ini. Tembakau jenis Virginia dan tembakau lokal Indonesia digunakan dalam pembuatan rokok kretek, sementara cengkeh juga merupakan komoditas utama di Indonesia.

b. Tradisi Budaya

Kretek bukan hanya produk tembakau, tetapi juga bagian dari warisan budaya Indonesia. Pencampuran tembakau dan cengkeh menjadi bagian dari tradisi kretek yang unik di Indonesia. Rokok kretek sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari dan ritual budaya di banyak komunitas di Indonesia.

c. Sejarah Kebijakan

Sejak zaman kolonial Belanda hingga masa kemerdekaan Indonesia, produksi dan konsumsi rokok kretek telah diatur dan diberi dukungan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah. Hal ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan industri kretek di Indonesia.

Baca Juga:  Benarkah Diversifikasi Dapat Menghidupi Petani Tembakau?

d. Pasar Domestik yang Besar

Rokok kretek sangat populer di antara penduduk Indonesia. Tingginya permintaan di dalam negeri memberikan insentif bagi produsen untuk terus memproduksi dan mengembangkan berbagai merek kretek.

e. Regulasi Internasional

Beberapa negara memiliki regulasi ketat terhadap rokok, termasuk batasan terhadap jenis dan jumlah bahan yang dapat digunakan dalam produksi rokok. Ini dapat membuat sulit bagi kretek untuk diterima di pasar internasional.

Persebaran Rokok Kretek di Indonesia

Persebaran kretek di Indonesia cukup luas. Setidaknya ada tiga daerah di Jawa yang merupakan daerah dengan tanaman tembakau yang luas. Di antaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. 

tembakau rokok kretek

Tidak hanya di Jawa saja, melainkan juga ada di Sumatera Utara yaitu Deli dan Nusa Tenggara Barat yaitu Lombok. Kelima daerah tersebut dapat dikatakan sebagai sentra penanaman tembakau di Indonesia. 

Sedangkan untuk cengkeh tersebar di Indonesia bagian Timur yaitu Kepulauan Maluku dan Bali. Asal kamu tahu, ya, cengkeh adalah tanaman endemik asli Indonesia. 95% kebutuhan cengkeh untuk produk kretek. 

Baca Juga:  Manfaat Tembakau Pada Dunia Kesehatan

Oleh karena itu, tanpa keberadaan cengkeh maka tidak bisa disebut dengan kretek.