Press ESC to close

Rokok Win Mild, Layakkah Jadi Pengganti Sampoerna Mild?

Benarkah rokok Win Mild bisa menjadi pengganti yang sepadan Sampoerna Mild?

Setahun belakangan harga rokok makin ke sini makin membuat kantong jebol. Secara diam-diam harganya perlahan naik. Harga rokok mild jelas naiknya yang paling terasa. Kenaikan harga rokok tentu saja disebabkan oleh kenaikan tarif cukai.

Jadi, jangan kaget apabila harga rokok mild jadi ikut naik. Makanya pelan, tapi pasti harganya mulai krasa menguras kantong. 

Jika Anda rokok hariannya kategori SKT yang tidak memakai filter, tentu harganya masih aman bagi kantong. Sebab,harga SKT paling mahal di pasaran mentok di angka 20k. Rokok SKT yang saya maksud tentu bukan rokok SKT yang mengklaim sebagai rokok herbal dan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit itu, ya.

Kalau harga rokok yang itu, dari dulu juga udah di atas rata-rata. Yang saya maksud adalah rokok Dji Sam Soe Super Premium yang harganya mentok pada angka 20k.

Saat rokok Dji Sam Soe Super Premium harganya naik menjadi 22k. Pabriknya tidak kehilangan akal. Maka dimunculkanlah rokok Dji Sam Soe Maestro Edition yang harganya 19k. masih aman ‘kan buat kantong?

Bagaimana Jika Anda Rokoknya SKM LTLN atau Rokok Mild?

Di kalangan perokok ada istilah rokok alternatif. Hal ini terjadi ketika situasi kantong gak mencukupi untuk membeli rokok harian yang harganya mulai terasa mahal. Misalnya, perokok Surya punya alternatif pilihan rokok Gajah Baru. Perokok Marlboro punya alternatif rokok Country. Perokok Super punya alternatif rokok Tuton SPR dan Djeruk Special. Begitu seterusnya.

Jika disebutkan satu persatu, akan banyak sekali bermunculan merk-merk rokok alternatif sebagai pengganti rokok harian dari merk rokok pabrikan mazhab besar. 

Yang saya maksud dengan rokok mazhab besar itu adalah merk rokok produksi tiga mazhab rokok di Indonesia yaitu, Sampoerna, Djarum, dan Gudang garam. Dan sudah bisa dipastikan rokok-rokok produk mazhab besar harganya makin hari makin mahal. Penyebabnya, dampak kenaikan tarif cukai rokok yang ditetapkan pemerintah.

Kenaikan harga rokok di pasaran jadi lebih sangat terasa lagi jika rokok anda berjenis SKM regular, atau rokok SKM mild. Rokok SKM, Sigaret Kretek Mesin, baik itu yang regular maupun yang LTLN, memang berbeda dengan rokok SKT. Karena biaya produksi rokok SKM lebih tinggi dibandingkan dengan rokok SKT.

Proses produksi rokok SKM Mild memakai mesin berteknologi tinggi. Sehingga harga jual ecerannya tentu berbeda dengan rokok SKT yang pengerjaannya tidak memakai mesin produksi.

Selain itu, rokok SKM juga banyak disukai oleh para pekerja yang punya jeda sebentar saat sedang rehat. Keunggulan lain dari rokok mild yang jadi penyebab disukai mereka karena punya keunggulan rasa halus dan tarikannya ringan. Makanya selain disukai oleh para pekerja perkotaan juga banyak juga disukai oleh anak muda kekinian.

Kalo boleh menambahkan lagi, keunggulan rokok mild itu bungkusnya rata-rata emang bagus. Jadi gak malu-maluin kalo diletakan di atas meja saat nongkrong bareng teman di kedai kopi atau café. 

Ya, maklum saja karena kebanyakan rokok mild itu dibikin oleh pabrik rokok mazhab besar. Seperti Djarum, Sampoerna, maupun Gudang Garam. Itulah kenapa pasar rokok mild begitu luas menembus beragam kalangan

Kompetitor Sampoerna Mild ialah Win Mild

Salah satu rokok mild yang popular dan banyak disukai oleh anak muda perkotaan adalah Sampoerna Mild. Sayangnya, karena dampak kenaikan tarif cukai, harga rokok Sampoerna Mild juga jadi ikut naik bahkan jadi rokok paling mahal di antara rokok mild lainnya.

Baca Juga:  Rokok Ardath, SPM Populer Era 2000-an

Tapi tenang saja, karena ada rokok mild yang bisa dijadikan alternatif pilihan sebagai pengganti rokok Sampoerna Mild. Namanya Win Mild. Pabrikan asal Malang yang memproduksi Win Mild tentu tahu gelagat pasar yang mengalami pergeseran karena naiknya harga rokok Sampoerna Mild. Sehingga melakukan gerak cepat mengantisipasinya dengan menciptakan produk rokok mild untuk mengisi ceruk pasar rokok Sampoerna Mild yang mulai banyak ditinggalkan penikmatnya.

Sebenarnya, merokok itu gak melulu soal selera rasa. Melainkan juga menyangkut harganya. Harga memegang peran penting apakah rokok bakal tenar di pasaran atau tidak.

Lalu, apakah rokok Win Mild cukup layak untuk dijadikan rokok pengganti Sampoerna Mild? Mari kita bahas satu per satu rokok Win Mild ini mulai dari kemasannya.

Desain Kemasannya Kekinian

Win Mild sepertinya memang sengaja diproduksi untuk membidik pasar perokok Muda yang terbiasa menikmati rokok Mild dari pabrikan Mazhab besar seperti Sampoerna Mild. Sehingga, kemasannya juga dibuat dengan desain yang kekinian. Bahkan boleh dibilang warnanya menyamai warna rokok sampoerna Mild. 

Mulai dari kotak kemasannya yang ukurannya sama untuk kapasitas 16 batang dengan kemasan yang dimiliki Sampoerna Mild. Juga konsep desainnya yang memakai perpaduan dua warna yang pas. Merah dan putih. 

Tampak muka dan belakang desain kemasan rokok Win Mild, sama. Warna dasarnya putih. Sedangkan bagian tengahnya diberi palet warna berbentuk kotak berwarna merah. Bagian tengah yang berwarna merah itu diberi tulisan Win Mild dengan huruf yang rada besar. Minimalis. Namun terlihat indah. 

rokok win mild

Huruf i pada Win dibuat sedemikian rupa menyerupai angka satu. Ada pesan yang ingin disampaikan dari desain ini bahwa Win Mild adalah produk yang harus diwaspadai oleh pabrikan mazhab besar karena bisa saja menjadi nomor satu. Tulisan Win-nya juga diberi embos tipis sehingga saat diraba dengan jari terasa menonjol. 

Setiap sudut kemasannya bertaut dengan rapih. Hal ini terlihat jelas jika dikerjakan dengan teliti dan serius. Win Mild dipersiapkan dengan tujuan bahwa rokok ini memang khusus untuk menggantikan rokok Sampoerna Mild. Bahkan setiap lipatan kemasannya menempel dengan presisi. Sehingga bentuk kotak kemasannya secara keseluruhan terlihat rapih dan elegan.

Pada bagian bawahnya terdapat kode produksi dan nama perusahaan pembuatnya yaitu: CV Megah Sejahtera, Malang Indonesia.

Ukuran kotak kemasannya sama persis ukurannya dengan kemasan bungkus rokok Sampoerna Mild. Untuk kemasannya saya beri nilai 9 dari 10. Karena desainnya yang minimalis dan komposisi bidangnya enak dilihat.

Kertas Grenjeng Penjaga Kualitas Rasa

Saat tutup kemasannya dibuka terdapat kertas grenjeng berwarna silver yang tebal. Fungsi kertas grenjeng ini menjaga kualitas rasa rokok agar terjaga dari kelembaban dan udara. 

Batangan dalam kemasannya tersusun dua deret. Dengan formasi deret depan berjumlah delapan dan deret di belakangnya juga berjumlah delapan. Karena kuantitas rokok Win Mild berisi 16 batang. 

Ukuran batangannya mungil lazimnya rokok SKM mild. Kertas batangannya bergaris patern horizontal memanjang. Pada batas isapnya terdapat dua garis merah yang bagian tengahnya terdapat tulisan Win Mild. Untuk batangannya saya beri nilai 9,5 dari 10. Karena rapih. Bersih.

Baca Juga:  Tembakau Jambangan Madura

Perpaduan Rasanya Seimbang

Saat saya ambil satu batang dan saya tempelkan ke hidung, aromanya halus dan sedap. Saat saya menyulutnya dengan korek api rasa pertama yang muncul perpaduan rasa manis yang sedang, pedas dan sepet yang juga tidak saling melampaui.

rokok win mild

Ada keseimbangan rasa yang dijaga oleh juru raciknya dengan disiplin yang sangat tinggi. Karena meleset sedikit saja, rasanya bisa saja terlalu pedas atau bahkan terlalu sepet. Namun rasa Win Mild bisa seimbang dengan kehalusan yang terjaga pada setiap isapannya.

Lazimnya rokok mild, rasanya juga halus. Hanya saja, jika dibandingkan dengan Sampoerna Mild, rasa Win Mild rada “keras”. Lebih krasa. Baik pedas, sepet maupun manisnya.

Jika diisap cepat akan lebih terasa lagi terutama pedas manisnya. Sehingga tidak ada kesan seperti rokok mild kebanyakan yang rasanya tawar jika dirasakan secara keseluruhan. Sedap nih. Nilai yang saya berikan untuk rasa rokok Win Mild, 9 dari 10.

Harganya Aman buat Kantong

Jika rasa sudah cocok dengan kantong anda. Alasan lainnya kenapa banyak perokok menyukai dan setia dengan satu merk tentu saja berkaitan dengan harganya. Jika harganya masih aman buat kantong. Maka, rasa rokoknya bisa ditoleransi. Karena lidah kebanyakan perokok punya kadar toleransi yang tinggi terhadap rasa rokok yang dianggap sebagai alternatif rokok hariannya. 

Win Mild saya beli di toko dekat rumah harganya 21k. Isinya 16 batang. HJE di pita cukainya 20100.

Jika harga yang saat ini beredar di pasaran bisa dipertahankan dalam jangka waktu yang lama, bisa saja perokok Sampoerna Mild raai-ramai akan beralih membeli rokok Win Mild. Karena selain rasanya yang pas untuk ukuran rokok Mild. Juga pertimbangan harga yang masih aman di kantong.

Harga aman bagi perokok mild itu ada pada kisaran 20k-25k. jika di atas dari harga yang saya sebutkan tadi, tinggal tunggu waktu saja mereka akan pindah ke rokok sejenis yang harganya di bawah 25k.

Jadi menurut saya, Win Mild memang layak untuk dijadikan sebagai pengganti rokok Sampoerna Mild karena pertimbangan harga. Karena soal rasa, Win Mild gak kalah jika dibandingkan dengan rokok dari pabrikan mazhab besar yang saya sebutkan tadi. Karena sifat toleransi rasa itu, jika dirasakan terus berulang-ulang akan terasa seperti biasa. Jika sudah terbiasa dengan rasanya. Artinya sudah sesuai dengan selera asalnya. 

Namun soal selera, saya kembalikan pada anda yang punya kuasa untuk memilih. Karena jika kantong anda aman sampai akhir bulan. Anda masih bisa mempertahankan rokok Sampoerna Mild sebagai rokok harian anda.

Namun jika kantong anda mulai goyah menjelang akhir bulan, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk beralih ke rokok ini.

Anda tahu ‘kan berapa harga rokok Sampoerna Mild saat ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *