Rokok Gajah Baru: Pilihan Alternatif Pengganti Rokok Surya?

Sebelum tenar dengan nama rokok Gajah Baru, kemunculan awal rokok yang dibuat oleh pabrikan asal Kepanjen, Malang, ini bernama Gudang Baru. Bentuk dan rupa rokok Gudang Baru sejak awal kemunculannya dianggap menyerupai bentuk dan rupa rokok kretek terkenal mazhab besar milik PT Gudang Garam. Terutama bentuk batangannya sangat mirip dengan batangan rokok Gudang garam Surya, juga batangan rokok Gudang Garam filter.

Gudang Baru Digugat Gudang Garam

Mengutip berita yang ditayangkan CNN Indonesia pada 21 April 2021, PT Gudang Garam Tbk melayangkan gugatan kepada H. Ali Khosin selaku pemilik perusahaan Gudang Baru di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada 22 Maret 2021. Gugatan dilayangkan lantaran merek dagang Gudang Baru dianggap menyerupai produsen rokok Gudang Garam.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung, gugatan dari Gudang Garam berhasil. Berita Gudang Garam yang memenangkan gugatan atas Gudang Baru itu tersebar di media masa. CNBC menayangkan berita hasil gugatan tersebut pada 4 Juli 2022.

“Berdasarkan keputusan tersebut maka pihak-pihak terkait diperintahkan untuk segera melaksanakan isi amar putusan tersebut dalam waktu sesingkat-singkatnya,” Demikian isi putusan seperti yang diumumkan di media massa pada hari Senin (4/7/2022).

Lebih lanjut, isi pengumuman yang juga ditayangkan CNBC itu berbunyi:

“Untuk itu, kami mengingatkan kepada khalayak ramai, produsen, pedagang eceran, toko retail, penjual, dan/maupun pengedar untuk segera menghentikan kegiatan produksi pemasaran, penjualan, pendistribusian, dan penggunaan produk-produk rokok atau sejenisnya dengan menggunakan Gudang Baru atau merek-merek lain yang mempunyai persamaan pada pokoknya maupun keseluruhan dengan merek Gudang Garam.”

Apabila ada yang melanggar maka bisa dipidana dengan penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp 2 miliar.

Sumber dari laman resmi Gudang-baru.com mengatakan bahwa perusahaan ini didirikan pada 1973 oleh Saman Hoedi di bawah perusahaan PT Bintang Sayap Insan. Produk pertamanya adalah rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan merek Insan.

Kemudian pada dekade 1980-an, Saman Hoedi mewariskan kepada generasi penerusnya, yakni Ali Khosin.

Pada 1995, perusahaan mulai memproduksi jenis rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM). Selain itu, perusahaan ini juga memperluas distribusi rokoknya tidak hanya di seluruh Indonesia, tetapi juga merambah pasar ekspor ke Asia Pasifik hingga Eropa.

Produk rokok kretek yang menjadi unggulan Gudang Baru meliputi Gudang Baru International, Gudang Baru Premium, Gudang Baru Putih, Gudang Baru Merah, dan Gudang Baru Kuning.

Baca Juga:  Apa Momen Terbaik Merokok Versi Kretekus?

Berganti Menjadi Gajah Baru

Setelah melalui proses panjang di pengadilan Surabaya, Gudang Baru yang kalah gugatan oleh Gudang Garam di pengadilan Negeri Surabaya, mengganti brand rokoknya menjadi Gajah Baru.

Sampai saat ini, rokok Gajah Baru yang menjadi pilihan alternatif para perokok Gudang Garam itu tetap eksis dan dinikmati oleh banyak perokok. Sebab, harga rokok Gudang Garam International dan GG Surya harganya makin tinggi.

rokok gajah baru

Memang tidak dapat dipungkiri jika Gajah Baru memang berhasil merebut hati penikmat rokok yang sebelumnya merokok merek GG Surya dan GG Filter. Karena sebagian besar orang yang merokok Gajah Baru adalah pelarian dari perokok Surya dan GG Filter.  

Tapi benarkah rokok Gajah Baru rasanya mirip Surya atau GG Filter?

Beberapa waktu lalu saya membeli rokok Gajah Baru International yang secara sekilas penampakan batangannya memang mirip dengan batangan rokok Surya maupun batangan rokok GG Filter.

Rasanya Mirip?

Di pasaran rokok Indonesia memang banyak produk rokok dari pabrikan kecil yang meniru rokok-rokok produk dari mazhab besar. Sebenarnya bukan meniru, melainkan terinspirasi. Tujuannnya tentu saja mengambil ceruk pasar yang telah dikuasai oleh rokok pabrikan mazhab besar yang saya sebutkan tadi. 

Akan terlalu banyak jika saya sebutkan satu persatu rokok jenis dan merek apa saja yang berusaha mengambil ceruk pasar rokok milik pabrikan mazhab besar. Saya ambil contoh satu saja seperti rokok Tuton SPR dari Semarang, yang bentuk batangannya menyerupai rokok Djarum Super, juga rasanya.  

Lantas rokok yang satu ini, Gajah Baru International, yang bentuk batangannya menyerupai batangan rokok Gudang Garam Surya. Hanya menyerupai. Karena jika dilihat secara detail, logo pada batangannya sedikit berbeda. Lalu apakah rasanya juga? Jujur saja, rasanya sebenarnya gak juga mirip mirip banget.

rasa rokok gajah baru

Jika rasa Surya ada rasa rasa gurihnya, Gajah Baru masih terasa kurang gurih. Terutama aromanya yang memang tidak bisa mengejar aroma rokok Surya. Secara alam bawah sadar saja, mungkin, saat anda mengisap batangan rokok Gajah Baru, terasa mirip dengan rokok Surya. Namun, jika dirasakan secara seksama dan mengisap secara bergantian antara rokok Surya dan Gajah Baru, akan terasa sekali bedanya.

Baca Juga:  Ragam Respon Gambar Peringatan Bungkus Rokok

Perbedaan itu terletak pada rasa gurih dan aromanya yang lebih wangi dan lebih sedap rokok Surya saat asapnya diembuskan. Aroma asapnya berbeda, juga rasanya. Tapi jika Anda menikmatinya dengan keadaan normal tanpa memperhatikan dan berniat membedakan, rasa sepet dan pedasnya juga gurihnya bisa dibilang mirip. Namun, yang paling berbeda dan tidak bisa dikejar oleh pabrikan lain atas produk rokok mazhab besar adalah aromanya.

Pabrikan rokok kecil yang ingin meniru rasa produk rokok pabrikan mazhab besar kemungkinan bisa saja mendekati rasanya agar lebih menyerupai rasa rokok yang ditirunya. Namun soal aroma, pabrikan rokok kecil sangat sulit untuk menirunya.

Harganya Lebih Murah Gajah Baru

Jika bisa dibilang keunggulan, Gajah Baru punya keunggulan lain selain rasanya yang dianggap mirip rokok Surya, yaitu harganya.

Saya beli rokok Gajah Baru International harganya hanya 15k saja. HJE di pita cukainya 15075. Isinya 12 batang. Bentuk batangannya jika Anda perhatikan memang mirip dengan batangan rokok Surya.

rokok gajah baru

Dengan harga rokok Gajah Baru yang jauh dibandingkan dengan rokok Surya yang saat ini harganya mencapai 30an ribu. maka sudah tentu perokok yang terbiasa dengan rokok brand rokok GG, baik Surya maupun GG International pasti lambat laun akan beralih ke rokok Gajah Baru. 

Menurut saya, Gajah Baru memang layak dijadikan sebagai perokok alternatif pengganti rokok GG Surya dan GG International karena selain harganya yang jauh lebih murah. Juga rasanya yang sepintas juga mirip. Itu jika anda menikmatinya dengan senikmat nikmatnya tanpa ada tujuan untuk membedakan rasanya.

Jika Anda penikmat selera Jawa Timuran, dan terbiasa merokok Surya atau GG Filter, rokok gajah Baru merupakan penggantinya. Jangan pikirkan soal rasanya. Anggap saja memang mirip. Tapi soal harganya jelas jauh lebih murah dibandingkan dengan rokok GG Surya maupun GG International. 

Pilihan kembali pada Anda.