Rokok Kansas: Inovasi Baru dengan Filter Biovent

Para perokok lawas tentu sudah tahu dengan rokok Kansas. Rokok putih yang pernah merajai pasar rokok di Indonesia, bahkan sebelum rokok Marlboro dianggap biasa-biasa saja. Ciri khasnya berlogo tiga kuda yang sedang berlari berwarna kuning emas.

Dan yang lebih ikonik lagi, font yang bertuliskan Kansas sangat ikonik. Dari sejak awal kemunculannya, font Kansas sangat khas. Sudah menjadi merek dagang yang dipatenkan sehingga menjadi ikonik.

Pada masa jayanya di tahun 90an, Rokok Kansas di bawah bendera BAT Malang bahkan menjadi sponsor sepak bola dengan nama Divisi Utama Liga Indonesia atau disebut Liga Kansas. Kansas jadi sponsor pengganti Divisi Liga Indonesia menggantikan rokok Dunhill yang jadi sponsor utama pada Divisi Liga Utama pertama pada tahun 1994-1995.

Terbayang, kan, betapa berjayanya rokok Kansas. Tapi itu dulu. Saat pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok putih yang penuh gengsi bagi penikmatnya. Dan Kansas berjaya dengan rokok SPMnya. Dulu juga pabrikan rokok sangat akrab dengan dunia sepak bola di Indonesia. Dulu sekali. Sebelum negara api menyerang.

Akan tetapi, rokok yang pernah berjaya pada era 90an ini kemudian menghilang tanpa ada penjelasan. Mati suri. Sejak itu pasar rokok di Indonesia dikuasai oleh pasar rokok kretek. Baru pada awal tahun 2000an Kansas hadir kembali dengan bendera BAT yang telah mengakuisisi PT Bentoel Malang.

Sejak dipegang oleh Bentoel dan BAT, Kansas sempat lahir kembali dengan produk rokok SPM khas dengan menawarkan rasa American Blend. Namun kembali mati suri tanpa ada berita yang jelas. Hilang dari pasaran rokok di Indonesia.

Muncul dengan Filter Biovent

Baru pada awal bulan Juni 2021, Kansas tiba-tiba muncul dengan produksi baru berbendera pabrikan rokok PT Restu Adhitamajaya Sentosa, Semarang. Kemasannya masih seperti dengan yang dulu, hanya saja kategorinya sudah bukan SPM lagi melainkan SPT atau Sigaret Putih Tangan.

Filter Biovent Rokok Kansas

Uniknya, kemunculan kembali Kansas menawarkan inovasi baru bagi dunia rokok di Indonesia. Walau jenisnya SPT namun Kansas yang baru ini telah memakai teknologi baru berupa filter yang terbuat dari gulungan kertas bernama Biodegradable Ventilatioan atau disebut Biovent.

Baca Juga:  Artis Merokok Dicibir Lagi, Kali Ini Zayn Malik

Apa Itu Filter Biovent?

Selain Kansas yang memakai filter dengan gulungan kertas, rokok kretek Dji Sam Soe Elite juga memakai filter kertas yang diberi nama Tobacco Shield. Fungsinya sama persis dengan yang dipakai oleh Kansas.

Kansas menamakan filternya dengan nama Biovent, atau Biodegradable Ventilation yaitu teknologi ventilasi yang dipasang pada ujung isap batangan rokok SKT pada Dji Sam Soe Elite maupun SPT pada rokok Kansas. Fungsi sesungguhnya ya sama aja dengan filter. Hanya beda materialnya saja.

Filter Biovent Rokok Kansas

Bedanya lagi, filter berupa gulungan kertas yang dipakai Dji Sam Soe Elite bagian tengahnya menyilang. Sedangkan filter biovent yang dipakai Kansas berupa selongsong. Bolong.

Fungsi lainnya, agar saat diisap serpihan tembakau tidak ikut terisap ke dalam mulut atau nempel di bibir dan masuk ke mulut karena terjaring oleh Biovent. Hanya itu fungsinya.

Jadi, cita rasa tembakau tidak terganggu oleh keberadaan Biovent. Berbeda dengan filter pada rokok SPm yang jika filternya dipatahkan rasa tembakaunya akan berubah.

Saat pertama kali tahu ada rokok Kansas di warung langganan, awalnya saya sempat ragu mau beli Kansas karena kata pedagangnya, rokoknya memakai filter. Tapi bentuk pita cukainya memanjang lazimnya cukai SKT atau SPT. Tapi setelah dilihat secara cermat bungkusnya terdapat tulisan 12 white non filter.

Saya akhirnya tahu, bahwa Kansas memakai filter biovent. Karena di bagian belakangnya terdapat penjelasan tentang teknologi biodegradable ventilation.

Jadi kategori Kansas tetap SPT. Bukan SPM. Walaupun tampilan batangannya memakai filter. Biovent tidak mengandung plastik melainkan kertas. Makanya gampang terurai. Dan yang paling utama adalah pembuatannya memakai tangan pekerja bukan mesin. Sehingga kategori rokok Kansas tetap disebut SPT atau Sigatet Putih Tangan.

Harganya Relatif Murah

Di warung langganan saya, harga Kansas isi 12 batang cuma 10.000. HJE pada pita cukainya hanya 9000 saja. Ukuran batangannya bahkan lebih pendek dibandingkan dengan rokok SKT.

Harga rokok kansas

Untuk rokok isi 12 batang dengan teknologi yang memberi nyaman penikmatnya, harga yang saya sebut di atas terhitung murah. Untuk harganya saya beri nilai 10 dari 10. Karena emang murah banget harganya untuk ukuran rokok putih.

Baca Juga:  Keisengan Lawas Perokok Senior

Rasa Khas Rokok Putihan

Rasa Kansas yang memakai teknologi Biovent mirip dengan rasa rokok putihan lain. Karena tembakaunya memakai tembakau virginia. Tanpa campuran cengkeh. Namanya juga rokok putih.

Penyuka rokok putihan pasti udah pada tahu gimana karakter rokok putihan. Baik yang SPT maupun SPM. Hanya saja, mungkin karena memakai Biovent, tarikan Kansas jadi lebih mantap. Kalo rasanya sih halus. Krasa juga gurihnya. Aftertaste-nya enak di lidah. Aromanya khas rokok putihan.

Hanya saja, bagi Anda yang sudah terbiasa dengan rokok kretek, jika merasakan rokok Kansas ini, akan terasa berbeda. Karena tidak ada rasa pedas dan harum khas rokok kretek yang memakai cengkeh. Jadi rasa dan aromanya hanya tembakau virginia dan Americand Blend saja. Khas rokok putihan.

Untuk rasa, saya memberi nilai 7 dari 10. Karena keunggulan filter biovent membuat tarikan rokok Kansas ini jadi mantap. Tetap terasa rokok SPTnya, tidak terlalu enteng sebagaimana rokok putihan yang SPM.

Saya berani merekomendasikan rokok Kansas ini buat anda yang memang suka rokok putihan. Emang sih rasanya gak senendang kayak produk mazhab besar itu. Tapi kalo yang suka dengan rasa halusan, Kansas bisa jadi pilihan.

Tapi rasa rokok itu memang selera personal. Sehingga anda yang terbiasa dengan rokok putihan berjenis SPM tentu akan merasakan sensasi yang berbeda saat menikmati rokok Kansas yang SPT ini. Terutama dari rasanya. Karena rasa Kansas biovent ini emang gak senendang rokok putihan yang berjenis SPM.