Press ESC to close

Rumah Sakit Tembakau Deli, Satu-satunya Rumah Sakit yang Pakai Kata Tembakau

Indonesia punya sejarah panjang dengan tembakau, salah satunya di Sumatera. Tidak heran apabila di sana terdapat Rumah Sakit Tembakau Deli. Bagaimana sejarahnya?

Tidak hanya di Temanggung dan Madura yang mempunyai tembakau berkualitas jempolan. Namun, Kota Deli yang berada di Sumatera Utara dahulu pernah mempunyai tembakau berkualitas dunia. Namanya dikenal dengan Tembakau Deli.

Saking terkenal akan kualitasnya yang sangat baik, tak heran tembakau Deli ini bisa merambah pasar Eropa kala itu. Bahkan, logo klub sepakbola PSMS Medan juga menggunakan gambar tembakau di dalam logonya. Hal tersebut menandakan bahwa Tembakau Deli ini pernah menjadi ujung tombak ekonomi di Sumatera Utara.

Tembakau Deli mempunyai sejarah yang panjang di Indonesia. Rumah Sakit Tembakau Deli merupakan saksi sejarah yang saat ini masih terjaga dan menjadi warisan budaya. Selain itu, Rumah Sakit Umum Tembakau Deli ini merupakan satu-satunya rumah sakit yang menggunakan nama tembakau.

Asal Mula Rumah Sakit Tembakau Deli

Hal itu bermula ketika masa kolonial Belanda, Jacob Nienhuis membuka lahan yang kemudian ditanam tembakau. Hasil panennya mempunyai kualitas yang baik sehingga ia berani memasarkan ke Eropa dengan harga yang tinggi. Tembakau Deli ini sangat populer untuk dijadikan sebagai pembungkus cerutu.

Baca Juga:  Musim Listrik Padam Tiba, Para Perokok Wajib Memperhatikan Tiga Hal Ini

Lambat laun penjualannya mengalami peningkatan yang sangat pesat. Pada tahun 1869 kemudian Jacob Nienhuis membuat perusahaan yang bernama Deli Maatschappij. Pada abad ke-19, Deli Maatschappij mempunyai ladang tembakau seluas 304 hektar. Hal ini sangat berdampak pada peningkatan ekonomi wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Timur.

Kemudian banyak sekali masyarakat sekitar yang memulai menanam tembakau. Dengan banyaknya petani tembakau tentu diiringi dengan banyaknya pekerja ladang yang membantu para petani. Namun, saat itu banyak sekali para pekerja ladang yang mengalami penyakit tropis. Tak sedikit pula yang meninggal karena penyakit tersebut.

Perusahaan Deli Maatschappij kemudian membangun Rumah Sakit modern pertama di Sumatera. Rumah Sakit tersebut yang kini dikenal dengan Rumah Sakit Tembakau Deli. Pada mulanya rumah sakit hanya menampung para pekerja lokal. Hingga kemudian, banyak sekali para pekerja ladang yang berasal dari luar Sumatera, bahkan ada yang berasal dari China.

Meski saat ini rumah sakit tersebut merupakan cagar budaya, namun kondisinya sangat memprihatinkan. Tak terawat dan sebagian bangunan sudah dibongkar karena tidak ada dana operasional untuk merawat rumah sakit tersebut.

Baca Juga:  Tiga Iklan Rokok yang Menghasut Kita untuk Traveling

Walau tembakau Deli sudah melewati masa jayanya, namun kita sebagai warga negara yang baik, alangkah baiknya untuk tetap melestarikan tanaman tersebut. Tembakau Deli masih menjadi salah satu tembakau terbaik untuk cerutu. Masih banyak permintaan pasar dunia untuk tembakau Deli. Namun yang disayangkan adalah kita belum bisa memenuhi permintaan pasar tersebut.

Bagas Nurkusuma Aji

Bagas Nurkusuma Aji

Videografer di Komunitas Kretek. Lahir dan besar di Turi, Sleman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *