
Alangkah Gawatnya Republik Porno Itu
Bukan. Bukanlah kabar mengejutkan jika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengeluarkan Pergub Nomor 1 Tahun 2015 tentang Larangan Penyelenggaraan Reklame Rokok dan Produk Tembakau

Bukan. Bukanlah kabar mengejutkan jika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengeluarkan Pergub Nomor 1 Tahun 2015 tentang Larangan Penyelenggaraan Reklame Rokok dan Produk Tembakau

“Mulai sekarang, siapa saja yang mematikan tembakau, sama artinya melawan Gusti Allah. Anda semua tak perlu kuatir. Tak perlu takut.” Akhirnya saya bersalaman dengan Cak

Kamis 19 Maret lalu, Jokowi datang ke Kantor Pusat Dirjen Pajak (DJP) beserta rombongan untuk melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak. Hanya beberapa langkah dari tempat

Dalam setiap batang rokok, ada tiga biaya yang melekat dan harus ditanggung bebannya oleh konsumen. Pertama, tarif cukai yang setiap tahun naik. Kedua, pajak rokok

RUU Pertembakauan yang tahun 2015 masuk prolegnas prioritas menjadi angin segar bagi petani. Berikut ini adalah keuntungan dari RUU Pertembakauan bagi petani:

Di Indonesia, perbedaan adalah hal yang lumrah. Biasa. Sebagai sebuah bangsa yang hidup dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu, toleransi amat diperlukan

Jika di Indonesia sudah ada banyak regulasi yang membatasi rokok dan pertembakauan, lalu untuk apalagi mengaksesi FCTC dan memasukannya kedalam bagian dari perundang-undangan nasional kita?

Belum lama ini DPR telah memasukkan RUU Pertembakauan ke dalam Prolegnas Prioritas 2015. Banjir kecaman langsung mengalir deras, meskipun banjir dukungan juga tak kalah deras.