
Benarkah Berhenti Merokok itu Sulit?
Sebagai orang yang—tentu saja—tidak anti terhadap rokok, saya pernah bertemu orang yang memiliki daya tahan luar biasa terhadap rokok. Baik itu adalah teman-teman saya di

Sebagai orang yang—tentu saja—tidak anti terhadap rokok, saya pernah bertemu orang yang memiliki daya tahan luar biasa terhadap rokok. Baik itu adalah teman-teman saya di

Karena sering dianggap mengganggu kenyamanan orang lain, perokok kerap dinilai sebagai kebiasaan yang negatif. Lebih-lebih oleh antirokok, sialnya, mereka yang lebih demokratis terhadap rokok pun

Beberapa tahun terakhir, gencar wacana membuat desa yang benar-benar bebas dari rokok. Dalam wacana tersebut, setiap warganya sama sekali tidak diperbolehkan merokok bahkan di rumahnya

Rokok selalu diidentikkan dengan penyakit berbahaya dan penyebab kematian. Para perokok pun kerap mendapat stigma sebagai orang yang bakal cepat mati dan tukang kuras anggaran

Orang miskin selalu salah. Begitulah kira-kira maksud dari ucapan Presiden Joko Widodo yang menyayangkan jika orang-orang miskin merokok. Ketimbang membeli makanan bergizi, orang-orang miskin ini

Gila, di tengah-tengah maraknya pemberitaan bahwa perokok membebani Anggaran Kesehatan Nasional, ternyata APBN kita sebesar 2,3 triliun jebol digarong oleh koruptor-koruptor melalui skema yang terstruktur,

Mungkin hanya di Indonesia yang menganggap rokok identik dengan kemiskinan. Bahwa kebanyakan orang merokok pasti miskin. Bahwa orang-orang yang miskin ini bisa beli rokok, tapi

Berhenti merokok adalah sesuatu yang berat. Begitu kata orang-orang. Padahal, saya adalah orang yang amat sepakat dengan dorongan agar masyarakat berhenti merokok. Sebab, hal itu