
Rokok Kretek, Penopang Ekonomi pada Zaman Belanda
Perbincangan tentang rokok, kretek dan tembakau kerap menjadi perdebatan sengit antar dua pihak: pro dan anti rokok. Lingkup perdebatan meliputi isu kesehatan, ekonomi, dan sosial.

Perbincangan tentang rokok, kretek dan tembakau kerap menjadi perdebatan sengit antar dua pihak: pro dan anti rokok. Lingkup perdebatan meliputi isu kesehatan, ekonomi, dan sosial.

Beberapa saat lalu kita disuguhkan dengan penutupan dua pabrik besar sigarete Kretek Tangan (SKT). Hal ini mengejutkan, karena penutupan pabrik ini terjadi di tengah bangsa

Penutupan dua pabrik HM Sampoerna di Jember dan Lumajang bisa dimaknai sebagai maneuver bisnis kelompok bisnis Philip Morris. Atas alasan efisiensi, penutupan dua pabrik milik

Koordinator Nasional Komunitas Kretek Abhisam DM mengapresiasi keputusan Menteri Perindustrian MS Hidayat mengenai penghapusan tarif cukai pada rokok kretek tangan (SKT). Abhisam sangat setuju dengan

Perusahaan rokok PT HM Sampoerna Tbk akan menutup dua pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Jember dan Lumajang, 31 Mei 2014. Peristiwa itu bertepatan dengan hari

Merokok bukan hanya pekerjaan yang boleh dilakukan oleh lelaki, karena rokok tidak memiliki jenis kelamin. Siapapun dapat menikmati sensasi merokok. Tanpa melihat dia lelaki, perempuan,

Pertengahan April lalu, saya dan beberapa kawan dalam perjalanan menuju Kebumen, Jawa Tengah. Ketika memasuki kabupaten Purworejo, kondisi jalan di jalur lintas selatan Jawa atau

Persis satu tahun sesudah bala tentara Jepang dibawah pimpinan Mayor Jenderal Hitoshi Imamura mendarat di Eretan Wetan (Teluk Banten) dan menumbangkan kekuasaan kolonial Belanda di