
Mencicipi Tembakau Kayumas, Tembakau yang Lahir dari Kemurnian
Catatan Ekspedisi Emas Hijau Jilid II: Mencicipi tembakau Kayumas yang lahir dari kemurnian Masih di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo. Setelah puas berbincang dengan Cak Anam,

Catatan Ekspedisi Emas Hijau Jilid II: Mencicipi tembakau Kayumas yang lahir dari kemurnian Masih di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo. Setelah puas berbincang dengan Cak Anam,

Catatan Ekspedisi Emas Hijau Jilid II: Memaknai “bertani” ala petani tembakau di Kayumas Situbondo “Bertani itu tak cukup membaca ilmu pertanian. Tapi juga harus mampu

Catatan Ekspedisi Emas Hijau Jilid II: Pesantren Babus Salam Al-Ukhrowi, pesantren yang menanam tembakau Atas segala lika-liku mengulik tembakau di Tambeng, pada 23 Juli 2025

Catatan Ekspedisi Emas Hijau Jilid II: Terombang-ambing di Tambeng, lalu “terdampar” di Besuki Membaca 22 Juli 2025, saya berkesempatan melihat Pak Rinda melakukan proses terciptanya

Catatan Ekspedisi Emas Hijau Jilid II: Selasa, 22 Juli 2025, saya dan Angga kembali ke Situbondo, kami masih ingin mengulik Tembakau Tambeng. Siang pukul 13.00

Catatan Ekspedisi Emas Hijau II: Mengawali dari Tambeng. Rombongan Ekspedisi Emas Hijau Jilid II berangkat dari Rumah Kretek Indonesia (Yogyakarta) pada Jumat, 18 Juli 2025

Variasi rokok memang beragam. Dalam konteks sigaret kretek tangan (SKT), ternyata tidak hanya ada rokok kretek. Ada juga rokok herbal hingga rempah. Nah, dalam artikel

Rumah Kretek Indonesia periode 2025 sudah melakukan dua kali Ekspedisi Emas Hijau. Ekspedisi pertama dilakukan di daerah Jawa Tengah, yakni Temanggung, Boyolali, dan Klaten. Lalu,