Kretek sudah sejak lama menghidupi hajat hidup jutaan masyarakat di Indonesia. Mulai dari petaninya langsung sampai kepada pedagang-pedagang kecil yang di setiap tempat ada. Kretek sendiri merupakan budaya asli dari Indonesia. Memang tanaman tembakau dibawa oleh bangsa eropa ke Indonesia, akan tetapi kretek hanya ada di Indonesia. Ciri khas dari kretek ialah campuran antara tembakau dan cengkeh. Cengkeh sendiri merupakan tanaman asli Indonesia.
Dilihat dari bahan dasarnya, industri kretek menyerap hampir seluruh komponen yang disediakan dari dalam negeri, dikonsumsi paling banyak di dalam negeri, dan tercipta oleh orang Indonesia asli yaitu Haji Djamhari. Dari tembakau dan cengkeh yang dilinting membuatnya memiliki cita rasa yang khas dan tidak dimiliki oleh produk-produk lain. Kretek memiliki tingkat konsumsi yang begitu tinggi hampir 93% dari total penjualan rokok.
Mengapa kretek harus jadi warisan budaya tak benda?
Kretek hadir membersamai dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dari berbagai kalangan. Dalam budaya masyarakat kita, banyak ditemukan budaya kretek di banyak daerah. Misalnya ketika ada suatu hajatan terdapat gelas-gelas yang berisi rokok kretek di setiap meja. Itu guna menghormati para tamu yang datang berkunjung. Pada beberapa daerah penghasil tembakau kretek menjadi sarana ritual adat. Sebuah sarana penghubung terhadap manusia kepada sang pencipta yang memberikan banyak rezeki melimpah kepada manusia.
Dari hal tersebut kita bisa tahu bahwasannya kretek sudah menjadi budaya yang menyatu dalam kehidupan masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh budayawan Mohamad Sobary dalam buku Nikotine War “Kretek sudah menjadi bagian hidup bangsa kita sejak Indonesia belum modern. Bagian hidup, bukan sekedar gaya hidup.” bahkan seorang kawan saya juga pernah menyatakan dalam sebuah tongkrongan bahwasannya “kretek merupakan hidup itu sendiri!”.
Masih banyak antirokok yang menjegal Kretek jadi warisan budaya
Semakin berkambangnya zaman tentu banyak tantangan yang dihadapi oleh budaya ini. Pihak-pihak anti rokok yang ingin mematikan industri ini melakukan berbagai cara mulai dari kenaikan cukai rokok yang tidak masuk akal, sampai pembuatan peraturan-peraturan yang sangat merugikan industri kretek.
Seperti baru-baru ini ada rancangan pembatasan kadar tar dan nikotin yang ketika itu disahkan maka dapat membunuh industri kretek. Pihak-pihak anti rokok yang ingin mematikan kretek tidak paham dan tidak pernah memikirkan hajat hidup jutaan masyarakat yang terhidupi dari kretek. Dengan dimatikannya industri kretek bisa membuatnya tak lagi memberikan hidup pada masyarakat.
Kretek tidak sekedar barang konsumsi, lebih dari itu kretek merupakan warisan budaya yang hidup dari masyarakat. Semua bahan baku berasal dari masyarakat dan dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga menjadikan perputaran ekonomi yang bagus dan memberikan hidup pada masyarakat. Pemerintah harus membuka pandangannya lebih luas lagi akan betapa berpengaruhnya kretek dalam kehidupan masyarakat dari dulu sampai sekarang hingga melekat dalam masyarakat itu sendiri. Atas dasar itu semua sudah seharusnya kretek ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda oleh pemerintah.
Penulis: Gandi Naufal Faroz
BACA JUGA: Rokok Kretek Warisan Budaya Nusantara
- Sudah Seharusnya Kretek Menjadi Warisan Budaya Tak Benda - 31 March 2026
- Siapa yang Patut Disalahkan Atas Beredarnya Rokok Ilegal? - 13 March 2026
- Rekomendasi Rokok yang Cocok Untuk Berbuka Puasa - 5 March 2026



