×

Tenor Teh Manis: Rokok Teh Manis yang Menjadi “Bahan Bakar” di Tongkrongan dan Pekerjaan

Tenor Teh Manis selalu hadir di tongkrongan dan pekerjaan saya. Sebab, ini semacam bahan bakar untuk membakar semangat saya menjalani hari.

Dalam Artikel Ini

tenor teh manis

Dalam Artikel Ini

Seringkali teman-teman saya mengajak untuk nongkrong di satu tempat. Apalagi saat sedang pusing menghadapi kehidupan, ataupun menghadapi skripsi dan pekerjaan. Di momen dompet menipis dan otak burn-out itulah, saya hadir membawa penyelamat kecil: sebungkus Tenor Teh Manis isi 12 batang.

Bagi lingkaran pertemanan kami yang sebagian isinya mahasiswa semester tua pejuang toga dan karyawan swasta, rokok ini bukan sekadar tembakau. Ini adalah “bahan bakar” curhat. Begitu saya meletakkan bungkusnya di meja, ia seolah menjadi magnet. Tanpa aba-aba, teman-teman saya sudah seperti ikan lele yang dibudidayakan dalam kolam ketika diberikan makanan pelet, tangan-tangannya langsung menyambar dua sampai tiga batang.

Jujur saja, saya bukan perokok berat yang bisa menghabiskan satu bungkus sehari. Tapi anehnya, rokok saya selalu ludes lebih dulu. Apakah saya marah? Tentu tidak. Justru ada kepuasan tersendiri melihat mereka bisa sedikit lebih tenang setelah menghisap rokok bawaan saya ini.

Tenor Teh Manis Menjadi Penyemangat Dalam Bekerja

Rokok ini juga sering menemani saya dalam bekerja. Ketika sedang burn-out, rokok ini sering membuat saya tenang di setiap tarikannya. Seketika dunia menjadi berhenti sesaat, ketika saya menghisap rokok ini. Ketenangan yang didapatkan membuat saya menjadi fokus untuk kembali bekerja.

Tak hanya ketenangan, banyak ide yang muncul ketika sedang menarik rokok ini, ide-ide kreatif tersebut langsung diaplikasikan pada pekerjaan. Satu atau dua batang yang sering menemani proses hal kreatif dalam bekerja. Setelahnya, rokok itu saya simpan untuk keesokan hari.

Baca Juga:  Lihat Daftar Rokok Murah 2023

Makanya, rokok ini tak hanya menemani saat nongkrong, tapi juga menemani saat bekerja untuk sekadar mencari ketenangan, serta  menjadi “bahan bakar” dalam memproses ide-ide kreatif.

Rasa Mewah, Harga Ramah

Ada perpaduan kenikmatan antara cengkeh dan rasa teh manis yang masuk di mulut. Aroma manisnya cukup untuk sedikit meredakan ketegangan cerita teman saya yang sedang dikejar deadline atau susah mendapatkan ide.

Dengan harga cuma Rp11.000-an, rokok ini merupakan salah satu “surga duniawi”. Saya sering tidak ragu untuk membeli rokok ini. Meski di saat rokok lain harganya sudah membuat dompet menangis, Tenor Teh Manis tetap setia di harga yang masuk akal. Sisa uang jajan mingguan pun aman, masih bisa disisihkan untuk bensin motor, makan di pecel lele, atau sekadar beli kopi di coffe shop.

Adakalanya ketika Tenor Teh Manis tidak hadir di etalase toko, saya memilih untuk berbalik badan karena keterbatasan ekonomi. Saya memilih untuk tidak membeli rokok daripada harus menguras budget, apalagi yang ilegal.

Menurut saya, sebatang atau sebungkus rokok bukanlah barang wajib dalam kehidupan sehari-hari. Saya memposisikan rokok pada urutan keempat dalam urutan kebutuhan pribadi. Karena yang pertama adalah ibadah Sholat.

Baca Juga:  Daftar Rokok Murah 2020 yang Dijual di Indonesia

Selalu Ada, Nggak Pake Drama

Di Jogja, mencari Tenor Teh Manis itu semudah mencari angkringan. Berbeda dengan kompetitornya, seperti Djarum 76 Apel yang kadang terasa “gaib” alias sering sold out, Tenor Teh Manis selalu ready stock di rak warung kelontong maupun minimarket.

Seringkali saya melihat etalase rokok di minimarket atau warung kelontong sebelum membeli rokok, namun mata saya hanya tertuju satu barang, yakni Tenor Teh Manis.

Namun apabila Tenor Teh Manis ini tidak ada di etalase toko, saya mungkin akan membeli rokok lainnya, namun dengan satu syarat: ada sisa lebih dari jatah jajan mingguan. Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, saya lebih memilih untuk berbalik badan daripada harus mengorbankan jatah jajan mingguan saya.

 

Penulis: Aderifqi Dian Maulana

BACA JUGA: Lodjie Menthol: Rokok Murah, Tapi Rasanya Nggak Murahan, Cocok Buat Rokok Harian!

Aderifqi Dian Maulana