
Rokok Sebagai Sarana Diplomasi di Setiap Zaman
Rokok sebagai sarana diplomasi telah teruji lewat berbagai kesempatan. Seperti pada penggalan sejarah Haji Agus Salim pada perjamuan di Westminister Abbey, London, Inggris tahun 1953.

Rokok sebagai sarana diplomasi telah teruji lewat berbagai kesempatan. Seperti pada penggalan sejarah Haji Agus Salim pada perjamuan di Westminister Abbey, London, Inggris tahun 1953.

Semakin hari semakin banyak saja pabrik rokok yang menjadi epicentrum penyebaran covid-19. Dimulai dari pabrik rokok Sampoerna di Surabaya, hingga terakhir PT Tanjung Odi di

Harga Jual Eceran (HJE) rokok naik 35 persen di tahun 2020. Suara penolakan pada kebijakan ini terus mengalir, terutama dari para perokok. Selain penolakan, kebijakan

Benar memang merokok ditemani kopi sangatlah nikmat. Apalagi jika itu dilakukan bersama teman-teman sepergaulan. Ada nilai guyub dan kenikmatan tersendiri pada kesempatan semacam itu pastinya.

Merokok saat bertakhta di atas kakus sebetulnya bukanlah suatu keharusan. Namun bagi perokok yang memiliki kebiasaan semacam ini biasanya akan merasa ada satu rukun yang

Indonesia adalah negeri yang beragam. Semboyannya saja Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu juga. Ya negara yang satu ini memang diisi oleh beragam bangsa

Memasuki bulan yang penuh rahmat bagi para pemeluk agama Islam, biasanya bakal marak kampanye yang mengajak orang untuk berhenti merokok. Kampanye model ini menggunakan sentimen

Karena sering dianggap mengganggu kenyamanan orang lain, perokok kerap dinilai sebagai kebiasaan yang negatif. Lebih-lebih oleh antirokok, sialnya, mereka yang lebih demokratis terhadap rokok pun