Press ESC to close

In This Economy, Tenor Teh Manis Menjadi Andalan. Harga Murah, Tapi Rasa Nggak Murahan

In this economy–dalam situasj ekonomi yang serba sulit–kebutuhan berharga mahal sulit terbeli oleh kelompok menengah bawah. Termasuk rokok. Bagi perokok seperti saya, Tenor Teh Manis menjadi andalan di tengah kesulitan seperti sekarang.

Berbagai alternatif sebenarnya sudah saya coba, melinting misalnya. Tembakau Temanggung seperti Lamsi dan Kemloko saya coba. Dan memang nikmat untuk dijadikan selingan.

Akan tetapi, terkadang saya malas melinting. Misalnya ketika sedang menulis, saya butuh rokok untuk menyegarkan pikiran karena mentok mau nulis apa lagi.

Bisa juga ketika sedang fokus-fokusnya, saya butuh langsung menghisap rokok. Sementara kalau saya melinting dulu, takutnya ide malah kabur.

Otomatis saya perlu alternatif lain untuk tetap bisa ngebul selain dengan melinting. Tentu bukan memaksakan diri membeli rokok favorit saya–yang sekarang sudah mahal.

Kebetulan rokok favorit saya itu sigaret kretek mesin (SKM) semua. Di antaranya, Garpit, Dunhill Hitam, dan LA Mango Boost. Tetapi ketiga rokok tersebut sudah berada di sekitar Rp30 ribuan, akhirnya rokok itu hanya menjadi self reward ketika gajian.

Perjalanan mencari rokok harian

Dalam rangka mencari rokok yang ramah di kantong, saya pun memutuskan untuk beralih ke sigaret kretek tangan (SKT).

Dan berbicara tentang rokok SKT, agaknya sulit untuk tidak menyebut nama Djarum 76. Rokok ini kelewat ikonik.

Tapi, bukan berarti 76 jadi satu-satunya rokok kretek yang enak. Masih banyak banget kretek yang enak, dan salah satunya Tenor Teh Manis.

Namun, sebelum saya jatuh hati ke Tenor. Djarum 76 Mangga hadir sebagai pengganti rokok favorit saya sebelumnya. Lama saya menghabiskan waktu ngebul dengan 76 Mangga.

Akan tetapi, keadaan ekonomi memaksa saya untuk mencari rokok yang lebih murah lagi. Namun, tentu harus enak. Selain karena sudah bosan juga dengan 76 Mangga sih.

Baca Juga:  Kiat Petani Menyiasati Panen Tahun Ini

Soal rasa, Tenor Teh Manis nggak kalah enak

Sebetulnya, saya sudah banyak mencoba semua varian rokok SKT. Sebut saja Juara Teh Manis yang sempat menjadi banyak favorit kretekus.

Juara Teh Manis juga sempat menjadi rokok favorit saya, sebelum akhirnya saya tinggalkan. Bukan apa-apa, menurut saya, dari segi rasa, Juara Teh mengalami penurunan.

Sebagai penyuka rokok rasa teh, akhirnya saya menemukan Tenor Teh Manis. Kehadirannya harus diwaspadai oleh Juara Teh Manis.

Rokok yang diproduksi PT Mercu Pantura Industry ini, tak bisa dikatakan kalah dari Juara, justru bisa dianggap melebihinya.

Intinya tidak bisa dikatakan kalah, bahkan malah menang. Tarikannya pas, meskipun aromanya tidak sekuat Juara, tapi rasanya jauh lebih enak. Tidak terlalu nendang, tidak juga tipis.

Saya kira, bukan tidak mungkin Tenor akan menjadi favorit kretekus untuk rasa rokok yang menawarkan teh. Rokok buatan PT Mercu sangat potensial untuk menggeser Juara di kemudian hari.

Harga Tenor Teh Manis lebih terjangkau

Setelah saya cek harga Tenor di berbagai toko. Misalnya, warung Madura, Alfamart dan Indomaret. Harganya memang kelewat murah untuk rasa yang tidak mengecewakan.

Di warung Madura, terkadang Tenor masih dibandrol seharga Rp9.500. Meskipun rata-rata menjualnya seharga Rp10.000. Mentok paling mahal cuma Rp10.500 saja.

Sedangkan Juara Teh Manis, dibandrol seharga Rp15.000, bisa sampai Rp16.000. Memang harga bukan faktor utama penentu rokok itu laku atau nggak dipasaran.

Akan tetapi, jika rasanya mantap, dan harganya terjangkau. Itu sudah menjadi kombinasi mantap. Dan Tenor mampu memberikan itu tanpa branding yang berlebihan.

Bahkan kalau dipikir-pikir, saya mencoba Tenor bukan karena melihat iklan, tapi murni coba-coba beli dari warung. Sangat berbeda dengan Juara, hampir sering saya lihat iklannya beredar di mana-mana.

Baca Juga:  Rekomendasi Alat Linting Rokok yang Populer di Pasaran

Rasa yang konsisten

Untuk saat ini Tenor baru mempunyai dua varian. Pertama reguler, kedua teh manis. Saya sudah mencoba dua-duanya. Dan pilihan saya tetap jatuh ke Tenor Teh Manis.

Meskipun untuk urusan desain bungkus, Tenor terbilang sangat biasa. Bahkan perbedaan dari dua variannya saja, hanya dibedakan oleh warna.

Bisa dibilang, tidak ada yang menarik jika hanya dilihat dari bungkusnya. Termasuk branding-nya yang lemah juga. Padahal kedua variannya sudah banyak digandrungi banyak kretekus. Wabil khusus lingkungan saya di Jogja.

Selain itu, kedua rokok Tenor ini rasanya konsisten. Saya belum menemukan perbedaan signifikan selama beberapa bulan ngebul dengan Tenor.

Sedangkan Juara, rasanya sungguh inkonsisten. Padahal, untuk rokok di harga 15 ribuan, seharusnya Juara mampu menjaga cita rasa. Seperti varian Djarum 76.

Maka dari itu, kekalahan telak sudah dialami Juara atas Tenor. Masa konsistensinya kalah dari rokok yang dibandrol 10 ribuan.

Jadi, menurut saya, di tengah ekonomi yang amburadul, PHK di mana-mana, kenaikan cukai melambung tinggi, tapi mulut tetap ingin ngebul. Tenor Teh Manis bisa menjadi andalan. Apalagi jika kamu malas melinting.

Juru Bicara Komunitas Kretek, Rizky Benang

BACA JUGA: Rekomendasi Rokok Murah dan Lebih Enak ketimbang Beli Rokok Ilegal

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *