Como 1907 Milik Grup Djarum Ubah Penjualan Tiket Menjadi Gerakan Tanam Pohon di Bukit Patiayam, Kudus

Klub Liga Italia Como 1907 bersama Grup Djarum menjalankan inisiatif unik. Setiap pembelian tiket musiman akan dikonversi menjadi dua pohon.

Dalam Artikel Ini

como 1907

Dalam Artikel Ini

Klub Italia Como 1907 punya cara unik melestarikan lingkungan. Klub ini dimiliki Grup Djarum lewat SENT Entertainment. Penjualan tiket musiman tidak sekadar memberi akses nonton laga. Setiap tiket juga berkontribusi pada penanaman pohon di Indonesia.

Grup Djarum mengakuisisi Como 1907 pada 2019. Sejak saat itu, performa klub terus menanjak. Puncaknya terjadi pada tahun 2024. Como mencetak sejarah dengan promosi ke Serie A. Pencapaian ini berkat perombakan signifikan dari Djarum. Skuad dan infrastruktur klub dibenahi secara total.

Misi Hijau di Balik Sukses Menembus Serie A

Di luar lapangan, Como 1907 punya inisiatif berbeda. Mereka menjalankan reboisasi di Bukit Patiayam, Kudus. Klub berjuluk I Lariani ini memiliki komitmen khusus. Mereka menanam dua pohon untuk tiap tiket musiman yang terjual.

Program ini adalah bukti konkret. Sepak bola bukan cuma hiburan 90 menit. Di tengah krisis iklim, satu pohon tampak sederhana. Namun, partisipasi ribuan suporter membawa dampak besar. Inisiatif ini menjadi warisan ekologis untuk puluhan tahun ke depan.

Baca Juga:  Larangan Merokok Picu Kerusuhan di Penjara Superketat Australia

Menjaga Bukit Patiayam, Melestarikan Ekosistem Kudus

Langkah reboisasi ini bukan gimik sesaat. Program ini adalah bagian strategi keberlanjutan Como 1907. Visi klub sejalan dengan komitmen Grup Djarum. Djarum konsisten menjalankan berbagai gerakan penghijauan. Contohnya kampanye #OneActionOneTree dan Bakti Lingkungan Djarum Foundation.

Terdapat target penanaman sebanyak 13.000 pohon. Kontribusi klub ini sangat penting bagi ekosistem Bukit Patiayam. Kawasan gersang dan rawan erosi ini punya harapan baru. Dukungan klub menumbuhkan penyangga ekologis di wilayah Kudus.

Role Model Sepak Bola Ramah Lingkungan

Como 1907 berusaha keras menyeimbangkan emisi karbon. Emisi ini berasal dari aktivitas pertandingan dan mobilitas suporter. Klub ingin memberi kontribusi nyata bagi keberlangsungan bumi.

Kedekatan dengan tifosi dan kepedulian lingkungan patut ditiru. Como 1907 layak menjadi role model dalam sepak bola modern. Keberhasilan klub tidak lagi cuma soal klasemen. Dampak sosial dan ekologis juga menjadi tolok ukur penting. Sepak bola bukan sekadar taktik di lapangan. Olahraga ini adalah medium kuat untuk pelestarian ekologi.

Baca Juga:  Energi Alternatif dari Putung Rokok

Juru Bicara Komunitas Kretek, Khoirul Atfifudin

BACA JUGA: Pembelian Como 1907 Bukti Djarum Serius di Bidang Olahraga