
Djarum 76 Apel Masih Jadi Rokok Paling Best Seller
76 Apel selalu jadi primadona di segala tongkrongan. Entah di cafe atau warung pinggir jalan, rokok ini selalu absen di atas meja tongkrongan. Ini jadi

76 Apel selalu jadi primadona di segala tongkrongan. Entah di cafe atau warung pinggir jalan, rokok ini selalu absen di atas meja tongkrongan. Ini jadi

Naiknya cukai rokok sangat berdampak besar bagi masyarakat, dari petani hingga perokok. Rokok sehari-hari yang harganya sebelumnya terjangkau menjadi sulit untuk dibeli, orang-orang banyak beralih

Akhir-akhir ini Djarum banyak mengeluarkan varian rokok kretek dengan berbagai rasa. Mulai dari 76 mangga, nanas, madu hitam, apel, hingga rasa-rasa lain yang cukup unik

Ironisnya hidup di Indonesia. Penghasilan Rp20 ribu per hari sudah masuk dalam kategori tidak miskin. *** Kita tidak bisa memilih terlahir dari rahim siapa. Kalau

Sebagai perokok saya sangat resah dengan cara pandang masyarakat dan pemerintah yang kelewat benci terhadap perokok. Rokok kerap kali dianggap gerbang pembuka kemerosotan moral, menuju

Merokok di Malioboro, Jogja, terancam denda hingga Rp7,5 juta. Padahal akar masalahnya bukan pada perokoknya. *** Apapun kebijakan yang pemerintah terapkan perlu memakai prinsip keadilan

“Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak.” Pepatah ini sangat cocok untuk kaum antirokok yang selalu menyalahkan rokok dari sisi kesehatan.

BPJS berwacana tidak akan menanggung penyakit akibat rokok. Alasannya, BPJS merasa terbebani dengan banyaknya jumlah pasien yang disebut sebagai “pasien perokok”. Wacana tersebut terdengar janggal.