Variasi rokok memang beragam. Dalam konteks sigaret kretek tangan (SKT), ternyata tidak hanya ada rokok kretek. Ada juga rokok herbal hingga rempah.
Nah, dalam artikel ini, Komunitas Kretek akan mengajak pembaca mengenal sekaligus membedakan tiga jenis rokok tersebut.
Awal mulai muncul istilah rokok herbal
Herbal sendiri merujuk pada tumbuhan yang dipercaya memiliki berbagai kandungan vitamin dan mineral. Tujuannya yakni membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Ada berbagai bagian tanaman yang bisa digunakan sebagai obat herbal, mulai dari daun, akar, hingga bunganya.
Tanaman herbal ini bisa menjadi bahan isian rokok. Jadi, rokok herbal adalah jenis rokok yang tidak menggunakan tembakau. Melainkan terbuat dari campuran tanaman herbal.
Isian dari rokok herbal pun beragam. Bisa menggunakan daun damiana, bunga mawar, daun cengkeh, daun teratai, daun teh, akar licorice, melati, kelopak mawar, bunga semanggi merah, dan ginseng.
Ditilik dari peredarannya, brand rokok yang menggunakan kata “herbal” mulai muncul sejak Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 mengatur tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, disahkan.
Rokok herbal SIN bercampur doa
Contoh produk rokok herbal paling terkenal di Indonesia adalah merek SIN. Diklaim mampu mengobati berbagai jenis penyakit, seperti darah tinggi, impoten, hingga masalah paru-paru.
Melansir dari Suara.com, KH. Raden Abdul Malik sebagai perintis rokok herbal SIN sekaligus ulama asal Jawa Timur menyampaikan bahwa tiga bahan baku rokk ini juga diimpor dari Cina dan Arab Saudi. Salah satunya, rumput landak laut.
Untuk bahan herbal dan rempahnya, SIN mengandung 17 komposisi. Beberapa di antaranya: kayu siwak, jinten, kayu manis, daun sirih, kencur, kapulaga, dan cengkeh.
Bukan hanya menawarkan bahan-bahan herbal dan rempah. Rokok SIN juga dipasarkan dengan narasi keagamaan. Menurut info yang beredar di media sosial, Raden Abdul Malik mendapatkan ilham dari mimpinya untuk membuat rokok.
Tidak tanggung-tanggung, dalam proses pembuatannya, Abdul Malik melakukan pembacaan ‘Laa ilaha illallah” sebanyak 3.456 kali saat pertama kali merintis rokok SIN.
Rokok rempah
Rempah-rempah adalah berbagai jenis hasil tanaman yang beraroma, seperti pala, cengkeh, dan lada untuk memberikan bau dan rasa khusus pada makanan.
Kemudian, mengutip dari website Tani Madjoe, rokok rempah adalah rokok yang terbuat dari campuran daun tembakau dan bahan-bahan rempah alami. Ada banyak merek rokok rempah yang telah dikenal di pasaran. Di antaranya Nusa Habbat’s, Sehat Tentrem, Minak Djinggo, dan Tani Madjoe.
Kretek sebenarnya juga rokok herbal dan rempah
Rokok kretek adalah rokok khas Indonesia yang bahan utamanya berupa tembakau dan cengkeh (rempah). Dengan kata lain, rokok kretek juga bisa disebut sebagai rokok rempah.
Tidak hanya itu, rokok kretek juga bisa mengandung bahan herbal atau rempah tambahan, seperti jintan hitam, kapulaga, jahe, sirih, kunyit, kayu manis, madu hutan, lada hitam, pala, dan temu lawak. .
Jadi, kretek sebenarnya sama saja dengan rokok herbal dan rempah. Karena bahannya itu mengandung tembakau, rempah-rempah dan tanaman herbal.
Lantas, kenapa pada akhirnya ada sebutan rokok rempah? Semua itu dilakukan karena maraknya kampanye kesehatan yang mendiskreditkan rokok sebagai biang segala penyakit. Pada gilirannya bermunculan rokok merek-merek baru menggunakan diksi yang akrab di masyarakat dan dapat dimaknai positif.
Juru Bicara Komunitas Kretek, Rizky Benang
BACA JUGA: 5 Fakta Rokok Herbal Sin yang Dimiliki Oleh Ustadz Solmed
- Ibu Minah, Penjual Sayur Keliling Ketiban Rezeki Noplok: Menang Undian Mobil dari Pihak Djarum Selepas Mengikuti Jalan Santai HUT Temanggung 191 - 26 November 2025
- Rokok yang Dihisap Hadi (Fedi Nuril) dalam Film “Pangku” dan Jangan Ditiru! - 15 November 2025
- Soeharto: Bapak dari “Pencekik” Petani Cengkeh Bisa-bisanya Jadi Pahlawan Nasional - 10 November 2025



