“Aku tidak akan membiarkan siapa pun kelaparan, bahkan jika itu musuhku!” Ucap Sanji kepada musuhnya, Gin, anggota kru Don Krieg – yang justru menjadi ancaman bagi tempat kerjanya, Baratie. Sebuah restoran apung di tengah laut. Jadi, sebelum mereka bertarung, Sanji masih sempat menyiapkan makanan untuk Gin.
Sanji adalah satu-satunya kru Mugiwara yang merokok. Ia adalah anggota keempat yang direkrut Monkey D. Luffy. Bagi Luffy, Sanji adalah paket komplet. Bukan hanya bisa bertarung, tapi juga mampu membuat Luffy senang dengan makanan yang Sanji masak.
Kapten kita memang hanya suka makan, selain ingin jadi raja bajak laut. Raja bajak laut bagi Luffy bukan tentang kekuasaan. Melainkan daging, daging, dan daging. Maka, hanya Sanji yang bisa mewujudkan itu dengan masak, masak, dan masak.
Sanji itu dikenal dengan julukan “Kaki Hitam” karena hanya bertarung dengan kaki. Kebetulan juga outfit yang ia pakai selalu serba hitam. Sanji menolak bertarung menggunakan tangan. Baginya, tangan itu hanya untuk memasak.
Sanji juga dikenal sebagai “Vinsmoke Sanji”. Nama keluarganya, penguasa Germa Kingdom–yang berbentuk kerajaan militeristik di North Blue. Kampung halaman Sanji.
Sanji mempunyai sikap lemah lembut dan penyayang. Jika musuh saja ia beri makan, maka kepada perempuan, Sanji akan memberi dunia dengan segala isinya. Atau lebih tepatnya.
Dan bila ditilik secara serius, Sanji adalah sosok yang menentang sistem otoriter, menekankan pentingnya nilai kemanusiaan, melindungi kaum rentan, serta sosok yang penuh dengan kebebasan.
Sanji menolak tunduk kepada ayahnya yang otoriter
Sanji sebetulnya bukanlah koki biasa. Ia mempunyai darah biru dari ayahnya, sang penguasa Germa Kingdom. Sanji adalah anak ketiga keluarga Vinsmoke dari lima bersaudara, yakni Ichiji dan Niji (kakak laki-laki), Reiju (satu kakak perempuan), dan Yonji (adik laki-laki).
Nahasnya, Sanji diasingkan oleh Vinsmoke Judge, ayahnya sendiri, karena dianggap anak gagal. Pasalnya, Vinsmoke Judge melakukan manipulasi genetik, supaya anak-anaknya tumbuh kuat tanpa emosi. Dirancang untuk memenuhi nafsu kekuasaan Vinsmoke menguasai North Blue.
Kegagalan Sanji menjadi manusia tanpa emosi itu berkat ibunya, Vinsmoke Sora. Ia meminum obat untuk membatalkan modifikasi genetik pada anak-anaknya. Obat ini hanya berhasil pada Sanji, membuatnya terlahir sebagai manusia “normal” dengan emosi dan empati.
Karena terlahir berbeda, Sanji mengalami penyiksaan di rumahnya sendiri. Ayahnya tidak peduli, dan membiarkan saudara-saudaranya merundungnya, kecuali Reiju (kakak perempuan). Di rumahnya, Sanji lebih mirip budak daripada anak raja. Ia dikurung di sel, bahkan kepalanya dipasang topeng besi.
Singkat cerita, Sanji berhasil kabur karena dibantu Reiju. Hingga akhirnya Sanji dewasa, ternyata ia masih trauma kepada keluarganya. Ia sempat tunduk dengan berpura-pura mengkhianati Kru Mugiwara, supaya Luffy dkk tidak disakiti. Kendati demikian, Sanji akhirnya memilih untuk melawan keluarganya, dan menolak identitas Vinsmoke dalam dirinya.
Perlawanan Sanji tidak main-main dalam melawan sistem otoriter. Di hadapan ayahnya ia berkata, “Jika aku harus menjadi iblis untuk melindungi teman-temanku, maka aku akan menjadi iblis!”
Yap, Sanji tidak akan tunduk kepada ayahnya meskipun ditawari kekuasaan dan kekuatan absolut dari rancangan genetiknya. Ia lebih memilih rakyat. Dan memang itulah faktanya. Meskipun Kru Mugiwara itu bajak laut, kenyataannya mereka justru jadi pahlawan yang berani menentang kekuasaan yang zalim.
Menjaga nilai kemanusiaan di tengah kekejaman dunia bajak laut
Kendati terlahir di keluarga yang kejam, Sanji justru lahir dengan penuh kasih sayang berkat didikan Zeff (mantan bajak laut yang menjadi pengusaha warung makan). Zeff sudah dianggap sebagai ayah oleh Sanji.
Sikap lembut dan penuh kasih sayang Sanji terlihat dari ia yang menolak menyakiti wanita. Meskipun wanita itu adalah musuh. Di titik ekstrem, Sanji rela terluka parah diserang wanita. Contohnya ketika ia harus berhadapan dengan Kalifa dari CP9 di Enies Lobby.
“Aku tidak akan pernah menendang seorang wanita, bahkan jika itu berarti kematianku!” Ucap Sanji di Manga Vol. 41, Chapter 398; Anime Episode 283 (Enies Lobby Arc).
Prinsip itu lahir karena di keluarganya yang kejam itu, hanya dua perempuan lah yang memberikan kasih sayangnya kepada Sanji. Pertama ibunya, kedua kakaknya perempuannya, Reiju.
Sanji tidak hanya baik kepada wanita. Ia tidak pilih-pilih jenis kelamin. Pasalnya, meskipun musuhnya itu laki-laki, tapi jika musuhnya dalam keadaan lapar, tanpa pikir dua kali, Sanji rela memberi musuhnya makan terlebih dahulu sebelum bertarung.
“Aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun kelaparan, bahkan jika itu musuhku!” Ucap Sanji di Manga Vol. 6, Chapter 48; Anime Episode 22 (Baratie Arc).
Sanji itu memegang prinsip dengan teguh. Bahkan ia menolak bertarung menggunakan tangannya. “Aku adalah koki! Tangan ini diciptakan untuk memasak, bukan untuk berkelahi!”
Ia menegaskan bahwa tangan ini hanya diciptakan untuk memasak. Profesi koki di atas segalanya. Ia tidak ingin melihat orang lain kelaparan. Karena Sanji, adalah sosok yang paling mengerti arti lapar.
Itulah sebabnya ia tidak memandang tebang pilih siapa pun. Semua orang berhak untuk kenyang. Jadi, Sanji tidak pernah menaruh racun dalam masakannya, meskipun itu dihidangkan untuk musuhnya. Berbeda dengan apa yang terjadi di sebuah negara yang program kerja pemerintahnya itu “Makan Gratis”, tetapi banyak kasus, orang justru mengalami keracunan.
Sanji seorang perokok berat
Eiichiro Oda tidak pernah menjelaskan secara gamblang di anime maupun manga tentang sosok Sanji yang merokok. Penjelasan mengenai sisi perokoknya diceritakan dalam sebuah wawancara bahwa Sanji didesain sebagai karakter yang dewasa, keren, dan santai.
Itulah mengapa, dalam cerita, Sanji sering diperlihatkan merokok. Di berbagai tempat dan suasana. Termasuk ketika sedang masak, ngobrol, bahkan saat bertarung. Dalam konteks bertarung, biasanya Sanji merokok ketika masih menganalisis lawan.
Tatkala pertarungan menjadi sengit, rokoknya ia matikan. Baru kemudian setelah menang ia merokok lagi untuk merayakan. Sanji juga diperlihatkan tidak pernah kehabisan rokok. Meskipun tidak pernah ditunjukkan di mana ia membelinya.
Pasalnya, tidak ada semacam warung Madura di One Piece. Oda hanya menjelaskan bahwa Sanji memang mempunyai stok rokok yang banyak. Ada satu teori yang menarik mengapa Sanji menjadi perokok berat.
Menurut para Nakama, Sanji merokok karena itu menjadi caranya untuk berdamai dari masa lalunya yang kelam. Ketika di arch Whole Cake Island, Sanji diperlihatkan merokok sambil menangis karena teringat masa lalu kelamnya, terus harus berpura-pura mengkhianati Luffy. Satu-satunya pelarian Sanji ketika bersedih adalah merokok…
Sekarang, di Indonesia, bendera Kru Mugiwara menjadi simbol perlawanan terhadap penguasa yang lalim. Bukan tanpa alasan, Kru Mugiwara memang bukan penjahat kendati menyandang status sebagai bajak laut.
Hal itu sangat relate, karena mengibarkan bendera Kru Mugiwara dianggap sebagai bentuk makar. Padahal seperti kata Doflamingo, keadilan dan kejahatan di dunia One Piece itu bukanlah konsep absolut.
Doflamingo melihat moral hanyalah alat kekuasaan penguasa untuk menentukan siapa yang jahat.
“Mereka yang berdiri di puncak menentukan apa yang benar dan apa yang salah! Keadilan akan menang, katamu? Tapi tentu saja! Siapa pun yang memenangkan perang ini akan menjadi keadilan!”
Juru Bicara Komunitas Kretek, Rizky Benang
BACA JUGA: Laki-laki Tidak Bercerita, Untung Masih Bisa Merokok hingga Mental Aman dan Tak Bunuh Diri
- Ibu Minah, Penjual Sayur Keliling Ketiban Rezeki Noplok: Menang Undian Mobil dari Pihak Djarum Selepas Mengikuti Jalan Santai HUT Temanggung 191 - 26 November 2025
- Rokok yang Dihisap Hadi (Fedi Nuril) dalam Film “Pangku” dan Jangan Ditiru! - 15 November 2025
- Soeharto: Bapak dari “Pencekik” Petani Cengkeh Bisa-bisanya Jadi Pahlawan Nasional - 10 November 2025



