×

Rekomendasi Kretek Dibawah Rp20 Ribu yang Lebih Enak Ketimbang Rokok Ilegal!

Dalam Artikel Ini

rokok murah djarum coklat extra

Dalam Artikel Ini

Naiknya cukai rokok sangat berdampak besar bagi masyarakat, dari petani hingga perokok. Rokok sehari-hari yang harganya sebelumnya terjangkau menjadi sulit untuk dibeli, orang-orang banyak beralih ke rokok-rokok dengan harga dibawah Rp20 ribu. Tapi tidak sedikit juga orang-orang yang malah beralih ke rokok-rokok ilegal dengan alasan harganya yang sangat murah.

Tentu rokok ilegal bukanlah solusi bagi perokok. Memang banyak rokok ilegal yang harganya sangat murah, tetapi dari segi rasa tidak nikmat untuk dihisap. Selain tidak enak banyak juga ditemukan batang rokoknya sudah rusak. Ada yang kuantitas tembakaunya tidak sama dan berantakan, dan hal-hal lainnya. Selain itu tadi, rokok ilegal juga merugikan negara bahkan mencapai puluhan triliun rupiah per tahunnya.

Daripada membeli rokok ilegal yang bisa merugikan banyak hal, banyak cara yang bisa dilakukan seperti misalnya beralih ke tingwe atau rokok legal yang harganya dibawah Rp20.000. Nah, berikut adalah rekomendasi rokok-rokok dibawah harga Rp20.000 yang mudah dijangkau dan lebih enak dari rokok ilegal tentunya:

Djarum 76 Apel

Djarum 76 Apel merupakan rokok dengan golongan SKT yang memiliki sensasi apel segar dan dingin ketika dihisap. Tarikannya halus, ringan, dan tidak bikin eneg di tenggorokan. Desain bungkus rokok ini memadukan warna-warna cerah dan memberikan kesan segar seperti rasanya, diantaranya warna merah, oranye, kuning, serta gambar apel yang terlihat segar. Djarum 76 Apel bisa ditemukan diberbagai tempat, dari warung-warung biasa sampai minimarket. Dari segi harga rokok ini dijual dengan harga Rp15.000 dengan isi 12 batang, bahkan di beberapa warung ada yang menjualnya seharga Rp14.500.

Artha

Artha merupakan rokok SKT produksi dari Jawa Timur. Spesifiknya dari PT. Rukun Global Indojaya, Malang. Dari segi desain bungkus Artha terlihat biasa saja, warna bungkusnya didominasi warna merah perpaduan garis-garis hitam dan putih. Akan tetapi, untuk soal rasa tidak seperti bungkusnya yang biasa saja. Artha memiliki aroma tembakau yang begitu terasa, bentuk rokoknya rapi, memiliki tarikan yang halus, lembut di tenggorokan, dan tidak menimbulkan sensasi nyegrak. Ciri khas rasa dari rokok Artha adalah didominasi gurih dan manis. Dari segi harga rokok Artha bisa dibilang sangat murah, di warung-warung biasa atau minimarket Artha dijual senilai Rp11.000 dengan isi 16 batang, ada juga yang berisikan 20 batang dengan harga sekitar Rp15.000 sampai Rp18.000.

Baca Juga:  3 Cerminan Karakter Perokok dari Caranya Membawa Rokok dan Korek di Tongkrongan

Tenor Teh

Ada dua varian dari Tenor, yaitu Tenor Hijau dan Tenor Teh Manis. Tetapi untuk saya pribadi lebih suka varian yang The Manis. Rokok ini diproduksi oleh PT. Mercu Pantura Industry. Dari segi desain rokok ini menampilkan kesan klasik dengan memadukan warna orange, merah tua dengan variasi garis-garis miring berwarna kuning. Dari segi rasa rokok ini memiliki rasa teh yang pas, aromanya pun pas tidak terlalu kuat dan tidak tipis juga, serta tarikannya enteng dan halus. Tenor Teh Manis dijual dengan harga Rp10.000 dengan isi 12 batang di warung-warung biasa dan minimarket. Harga yang sangat murah. Cocok untuk dompet mahasiswa biasa seperti saya.

Djarum Coklat Ekstra

Sebelum setia dengan Djarum 76 Apel hari-hari saya ditemani oleh Djarum Coklat Ekstra. Rokok ini memiliki batang besar, dan mungkin lebih besar dari jenis SKT yang lainnya. Batang rokok ini berwarna coklat, jarang ada rokok yang memiliki batang berwarna selain putih. Dari segi rasa rokok ini memiliki sensasi gurih dan manis yang kuat, tarikannya tidak terlalu berat, nyaman di tenggorokan dan memiliki aroma yang harum. Dari segi desain rokok ini menampilkan kesan klasik yang elegan dengan didominasi warna merah tua serta warna kuning keemasan dalam tulisan ekstra dan di tengah bungkus. Rokok ini dijual dengan harga kisaran Rp15.000-Rp18.000 di warung-warung dan minimarket. Harga yang sangat ideal untuk rasa nikmat dan sensasi yang ditawarkan.

Baca Juga:  Industri Tembakau Deli, Dulu dan Kini

Gajah Baru

Banyak perokok yang rokok hariannya berjenis SKM seperti Gudang Garam Internasional atau GG Surya. Akan tetapi, karena harganya semakin tinggi banyak para perokok SKM beralih ke rokok SKM yang mudah untuk dijangkau dari segi harga. Gajah Baru menjadi pilihan alternatif untuk para penikmat rokok SKM, dari batang sama besarnya dengan rokok GG Surya, banyak juga yang bilang rasanya mirip dengan GG Surya, tapi menurut saya sendiri tidak terlalu mirip. Dari segi rasa Gajah Baru tidak segurih dan aromanya tidak sewangi GG Surya. Tetapi, Gajah Baru memiliki ciri khasnya sendiri. Tetap dengan tarikan yang halus dan tidak nyegrak di tenggorokan, serta menampilkan rasa sepet dan gurih khas rokok SKM pada umumnya. Dari segi harga Gajah Baru jauh lebih murah dari GG Surya, Rokok Gajah Baru dijual dengan harga kisaran Rp17.000-Rp19.000 di warung-warung dan minimarket.

Jadi, tidak ada alasan lagi untuk membeli rokok ilegal karena sangat banyak kretek dengan harga dibawah Rp20.000 yang enak dan terjangkau di mana pun tempatnya.

Penulis: Gandi Naufal Faroz

BACA JUGA: Review Djarum 76 Apel: Teman Setia Mahasiswa Kere yang Nggak Bikin Nyesek Saat Diminta Teman