
Konsumsi Rokok Meningkat di Masa Pandemi
Rokok sebagai sarana rekreasi sederhana turut membantu kita pada kondisi social distancing. Tak dipungkiri, di tengah merebaknya wabah Covid-19, banyak masyarakat mengalami stres lantaran wabah

Rokok sebagai sarana rekreasi sederhana turut membantu kita pada kondisi social distancing. Tak dipungkiri, di tengah merebaknya wabah Covid-19, banyak masyarakat mengalami stres lantaran wabah

“Virus akan serang tubuh yang lemah, kurang tidur, perokok berat. Merokok bisa buat daya tahan tubuh kurang,” ucap Mohammad Idris, Walikota Depok, Senin (2/3). Pernyataan

Cicero pernah mengatakan: “Salus populi suprema lex esto”, yang berarti keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Hal ini menegaskan bahwa pada kondisi negara yang tengah memerangi

Merokok bukanlah tindakan yang menantang virus Corona. Itu adalah sesat pikir yang berlebihan. Kemanusiaan di atas segalanya, saya kira itu adalah hal yang perlu ditekankan

Kemanusiaan di atas segalanya. Saya rasa kalimat ini menjadi jargon yang tepat untuk dihadirkan dalam kondisi seperti ini. Wabah Covid-19 atau Corona menghancurkan segalanya jika

Pandemi corona membuat orang lebih banyak berhati-hati dalam beraktivitas. Rokok bagi para perokok pada kondisi lockdown seperti sekarang menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Bukan apa-apa,

Tarif cukai rokok yang terus naik tiap tahun berdampak luar biasa. Petani tembakau kebingungan karena hasil panennya tidak sepenuhnya terserap. Pabrikan mau tidak mau juga

Pelindung kepala, jaket dan perlengkapan berkendara lainnya sudah terpakai. Namun keselamatan Belva tidak juga terjamin. Pria naas tersebut harus menderita pecah pembuluh darah di kelopak