Fenomena Artis Hijrah dan Label Rokok Haram

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rokok haram, rokok berbahaya, rokok menyebabkan kemiskinan, rokok gerbang masuk narkoba, rokok membunuhmu. Berbagai label buruk sudah pernah disematkan kepada rokok (juga perokok sebagai konsumennya). Tapi, rokok terus eksis dengan status legal di republik ini.

Perkara label haram, misalnya. Tak semua orang satu pandangan soal halal-haram. Ada yang meyakini babi haram. Di sisi lain, ada pula manusia yang menjadikan babi sebagai konsumsi favorit. Ini masalah perspektif dan keyakinan. Pun demikian halnya dengan rokok.

Muhammadiyah dan NU berbeda pandangan soal rokok. Salah satu mengharamkan rokok. Satunya lagi tidak. Padahal, dalam konteks iman dan keyakinan, kedua organisasi berpegang pada ajaran agama yang sama. Tapi, ya memang demikianlah tatanan masyarakat bekerja. Ada banyak perspektif.

Perdebatan dengan memaksakan kebenaran sepihak tentu bukan hal yang bijak. Tapi, sekadar berbagi pandangan rasanya sah-sah saja. Seperti yang dilakukan Vivi Rahmawati, alias Five Vi, artis yang pernah populer di negara ini. Kita bisa cek di internet bagaimana rekam jejaknya di industri hiburan tanah air.

Baca Juga:  Apa sih sebenarnya manfaat rokok bagi Indonesia?

Lewat akun instagram pribadinya @five_vrachmawati, Five Vi membagikan unggahan yang menyebut rokok itu haram. Bisa ditebak, beragam perspektif bermunculan dalam kolom komentar unggahan tersebut. Ada yang mendukung dan menyepakati. Ada pula yang membantah dan mengkritik. Tak ketinggalan orang-orang santai yang lebih memilih untuk menertawakan unggahan dan perdebatannya.

Sebagai informasi, Five Vi memang sudah sejak lama membenci rokok. Ia bahkan mengaku pernah mematahkan rokok ayahnya dulu, hingga ayahnya berhenti jadi perokok. Hanya perbedaannya, dulu tidak pakai istilah haram.

Tren hijrah di kalangan artis memang sedang berkembang. Tidak ada yang salah soal itu. Sekali lagi, setiap orang berhak untuk meyakini hal tertentu. Vice versa, setiap orang juga berhak untuk tidak meyakini hal tertentu.

Persoalan yang kemudian berkembang adalah tren artis hijrah di Indonesia kerap diiringi dengan pernyataan-pernyataan dan pemberitaan yang memantik reaksi publik. Selain Five Vi, ada Uki eks Noah yang juga muncul ke permukaan. Uki yang mantan musisi kini telah hijrah, lantas membuat pernyataan publik bahwa musik itu haram. Tak heran kalau banyak yang bereaksi.

Baca Juga:  Berhenti Menuduh Masyarakat Gunakan Dana Bansos untuk Beli Rokok, Usang itu!

Sebenarnya, baik Five Vi maupun Uki sangat boleh untuk mengharamkan sesuatu, sejauh itu hanya valid untuk dirinya sendiri. Tapi, segala hal ada konsekuensinya, termasuk ketidaksepakatan orang lain. Dan hal-hal semacam ini yang membuat perdebatan di media sosial jadi cenderung kontraproduktif.

Maka dari itu, sebagai perokok yang dikenal santai dan fleksibel, sebaiknya kita tidak ikut masuk ke dalam arus perdebatan. Cukup berpegang pada keyakinan masing-masing. Sebisa mungkin bereaksi santai, seperti salah seorang warganet: “Membaca postingan ini sembari menjepit rokok di tangan kiri sambil sesekali nyeruput kopi.. duh Nuhun Gusti.”

Saya kira itu komentar terbaik yang bisa saya temukan. Bagi yang mengharamkan, ya silakan. Kalian bisa membaca tulisan ini sembari menjepit apapun selain rokok di tangan kiri.

Aris Perdana

Warganet biasa | @arisperd