Intermittent fasting dan merokok adalah rahasia saya untuk menurunkan berat badan hingga 12kg. Pasalnya, rokok ternyata membuat saya lupa dengan rasa lapar.
***
Banyak orang mengatakan jika merokok itu merupakan kebiasaan yang buruk, sangat tidak sehat, bahkan sampai ada yang mengharamkannya. Padahal, merokok sendiri merupakan kegiatan legal dan haknya dilindungi oleh undang-undang. Kalau mengenai kesehatan, menurut saya itu tergantung dari masing-masing orang. Hanya diri sendiri yang paling paham soal kesehatan tubuh sendiri. Berapa banyak rokok yang dihisap pun juga masing-masing orang pasti berbeda.
Saya pribadi dalam satu hari bisa menghabiskan satu bungkus rokok kretek tangan, atau katakanlah dua belas batang. Itu pun terkadang tak langsung habis, Masih sisa empat atau dua-tiga batang. Selain itu saya juga melakukan intermittent fasting atau gampangnya diet dengan cara puasa. Puasa di sini tidak seperti puasa ramadhan atau puasa Senin-Kamis. Tetapi lebih ke membatasi jam makan. Jadi, katakanlah dalam sehari ada dua belas jam untuk puasa dan ada waktu delapan jam untuk makan.
Intermittent fasting hampir sama dengan berpuasa
Intermittent fasting pun juga memiliki metode puasa seperti 12/8 (puasa 12 jam, makan 8 jam). Kemudian naik ke 16/8 (puasa 16 jam, makan 8 jam) dan seterusnya. Namun, bedanya dengan berpuasa adalah dalam diet ini masih diperbolehkan untuk minum air putih, atau malah dianjurkan. Selain itu juga masih diperbolehkan seperti teh atau kopi, tapi dengan catatan yang tanpa gula. Karena jika menggunakan gula bisa mengganggu proses pembakaran lemak yang menjadi tujuan utama diet.
Selama intermittent tersebut saya tetap merokok seperti biasa. Tidak ada pengurangan dan pilihan untuk stop total guna mendukung diet. Menurut pengalaman saya selama dua tahun melakukan intermittent fasting, rokok malah membantu saya dalam menekan nafsu makan ataupun hasrat untuk ngemil. Dan itu ada juga penelitiannya menurut studi The American Journal of Clinical Nutrition.
Nikotin memiliki cara kerja sendiri untuk melupakan rasa lapar
Seperti yang kita ketahui juga bahwa berat badan kita ditentukan oleh asupan kalori dan jumlah energi yang harus dikeluarkan secara seimbang. Perokok pun juga bisa mengalami kelebihan berat badan lantaran tidak seimbangnya asupan yang didapat. Bisa dipastikan ketika tubuh tidak dibawa aktif untuk membakar kalori akan terjadi penumpukan lemak maupun kadar gula.
Dari pengalaman saya pribadi, aktivitas merokok bisa menjadi solusi menurunkan berat badan dan tidak ada gangguan yang saya rasakan. Nikotin memiliki cara kerja tersendiri untuk membatasi hasrat atau sugesti akan makan dan minum. Melalui intermittent fasting ini saya berhasil menurunkan berat badan yang tadinya 84 kg menjadi 72 kg dengan tinggi badan saya yang 175 cm. Memang belum bisa dikatakan berat badan ideal dengan tinggi badan saya, tetapi dengan turun 12kg saya merasa lebih sehat dan badan lebih enteng.
Intermittent fasting dan merokok adalah kombinasi diet paling santai
Intermittent fasting menurut saya merupakan metode diet yang aman dan enak, tidak ektrem, dan lebih nyantai. Tapi terkadang banyak juga orang melakukan berbagai metode diet yang malah terkesan menyiksa diri. Tak jarang yang berhasil menurunkan berat badan menjadi ideal, namun tidak sedikit juga yang gagal lantaran tidak cocok dengan metode yang dijalankan.
Aktivitas merokok merupakan pilihan masing-masing orang dengan beragam keinginan yang menikmatinya. Rokok bisa menjadi media untuk rileks, pelepas penat, bahkan fokus pada suatu kegiatan. Memang ketika sedang beraktivitas, rasa lapar itu tetap akan datang. Tetapi rasa lapar tersebut bisa teralihkan dengan merokok. Ini yang membantu saya dalam proses intermittent fasting. Maka menurut saya, ketika aktivitas merokok dijadikan cara untuk mengalihkan nafsu makan itu sah-sah saja dan sangat masuk akal. Menurut keyakinan saya, lho.
Penulis: Gandi Naufal Faroz
BACA JUGA: Menurunkan Berat Badan dengan Merokok? Why Not?
- Pengalaman Saya Menurunkan Berat Badan Hingga 12kg Dengan Intermittent Fasting dan Kebiasaan Merokok - 11 February 2026
- Setiap Manusia Dianugerahi Akal dan Pikiran, Kecuali Perokok yang Merokok Sambil Berkendara - 30 January 2026
- Rekomendasi Kretek Dibawah Rp20 Ribu yang Lebih Enak Ketimbang Rokok Ilegal! - 15 January 2026



