antirokok tolak prevalensi anak merokok

Pengalaman Saya Mendapatkan Parsel Dari Warung Rokok Langganan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Setiap perokok pasti punya sebuah warung rokok langganan. Biasanya, jarak warung ke tempat tinggalnya tak terlalu jauh, alias kepleset langsung nyampe. Kalau si penjaga warung sudah akrab, kadangkala bisa jadi teman yang asik untuk mengobrol. Kalau beruntung, bisa juga jadi penyelamat, alias tempat ngutang.

Saya sendiri, sebagai perokok, tentu punya sebuah warung langganan. Sebuah Warung Madura yang jaraknya hanya di depan gang indekos. ‘Bang Cengir’, sapaan akrab yang saya semat pada sang penjaga warung karena melihat gelagatnya yang selalu nyengir saat melayani.

Gelagatnya yang murah senyum membuat saya dan teman-teman kos senang saat ingin belanja di warung rokok ini. Dirinya baik, setidaknya itu terbukti dari sikapnya yang membiarkan saya membawa rokok walupun uang yang saya bawa kurang. Sempat juga dirinya mengembalikan uang saya, karena di hari sebelumnya saya lupa mengambil kembalian. Respect pokoknya~

Warung rokok Bang Cengir selalu buka 24 jam. Tak hanya berlaku di hari-hari biasa saja, di saat bulan Ramadhan pun juga. Ia selalu bergantian jaga dengan sang istri. Saya gak berani memberi julukan buat istrinya. Raut wajahnya agak galak, hehe.

Selama bulan puasa tahun ini, saya tetap setia untuk selalu membeli rokok di warung Bang Cengir. Biasanya saya membeli di waktu malam atau menjelang sahur. Pernah dalam satu waktu, Bang Cengir kembali menunjukan kebaikannya yang memberikan saya sebungkus kerupuk. “Nih, buat temen makan sahur,” katanya sambil tersenyum.

Baca Juga:  Kisah Dua Anak Petani Tembakau dalam Merawat Tradisi

Saya adalah tipikal perokok yang setia dengan satu merek. Jadi, Bang Cengir hapal betul rokok yang akan saya beli. Terbukti, saat saya tiba di depan warung dan belum sempat mengucap satu kata pun, dirinya sudah menyodorkan sebungkus merek rokok andalan saya. “Nih, Mas.” ucapnya saat itu sambil menaruh rokok di atas etalasenya. Ajaib bener!

Di hari ke-27 Ramadan, hari yang saya tak sangka-sangka selama menjadi sebuah langganan warung rokok. Niat hati ingin membeli sebuah rokok, tiba-tiba dapet rezeki sebuah parsel. Isinya adalah sirup dan rokok satu slop. Bayangkan bro, satu slop!! Kalau kata orang, ini rezeki anak soleh, hehe. Siapa lagi malaikatnya kalau bukan si Bang Cengir.

Masih ingat betul kata-katanya saat memberi sebuah parsel itu, “Tetep jadi langganan ya, Mas!”. Oalah, senyumnya masih melekat di memori saya saat ini. Hampir saya mati kegirangan saat itu. Ya jelas saja, rokok satu slop gratis adalah rezeki amat besar bagi seorang perokok seperti saya.

Baca Juga:  3 Merek Rokok Indonesia yang Terkenal di Luar Negeri

Parsel yang saya dapat adalah buah dari silaturahmi yang baik antara saya sebagai pembeli dengan warung rokok tersebut. Memang benar, perilaku baik akan mendatangkan kebaikan dalam bentuk lain juga. Terimakasih dan rasa respect saya haturkan setinggi-tingginya untuk Bang Cengir.

Fahrizal Afdillah

Perokok setia