
Pengendalian Tembakau Bisa Mengendalikan Pandemi?
Gerakan pengendalian tembakau pada berbagai upayanya kerap memanfaatkan situasi sosial yang tengah dialami masyarakat. Di antaramya melalui situasi pandemi yang tak kunjung tuntas diatasi. Gerakan

Gerakan pengendalian tembakau pada berbagai upayanya kerap memanfaatkan situasi sosial yang tengah dialami masyarakat. Di antaramya melalui situasi pandemi yang tak kunjung tuntas diatasi. Gerakan

Tahun lalu konsumen rokok dikagetkan dengan kenaikan cukai yang besarannya mencapai 23% yang tentu saja berimbas pada kenaikan harga rokok eceran yang cukup signifikan. Tahun

Narasi tentang risiko merokok sangat sering kita dengar. Perokok disebut berhadap-hadapan dengan ancaman marabahaya dalam berbagai bentuk, mulai dari kemiskinan, dosa, sakit penyakit, hingga kematian.

Banyak orang memilih untuk tetap merokok saat pandemi. Merokok dianggap sebagai salah satu solusi pelepas penat dan stres akibat krisis yang terjadi. Tiba-tiba sekelompok orang

Sering dikampanyekan sebagai barang berbahaya karena dapat membunuh, rokok tetap diperjualbelikan secara legal. Kontribusi perokok dalam pendapatan negara juga jadi kontroversi yang kerap diperdebatkan. Adalah

Adalah anti rokok, kelompok yang selama pandemi COVID-19 di Indonesia kerap melakukan aksi yang unfaedah alias tidak perlu. Beberapa waktu lalu, Tulus Abadi, ketua YLKI