Tobeko Jogja: Surga Toko Tembakau Komplit Incaran Pelancong

Bukan hanya Bakpia, Gudeg, dan Angkringan yang jadi ciri di Yogyakarta. Namun, Tobeko Jogja juga jadi rujukan toko tembakau dan rokok komplit.

Dalam Artikel Ini

tobeko jogja jadi incaran pelancong

Dalam Artikel Ini

Tobeko Jogja selalu jadi tempat persinggahan untuk para kretekus ketika di Jogja. Sebab toko ini menawarkan banyak merek rokok dan printilan-printilannya,

***

Jogja sangat identik dengan Bakpia, Gudeg, dan Angkringan. Kota ini selalu ramai didatangi oleh banyak orang. Mereka datang sebagai pelancong liburan hingga pelajar pencari ilmu. Orang yang singgah atau menetap tentu memiliki banyak kebutuhan harian. Hal ini termasuk urusan produk rokok bagi para perokok.

Jogja punya tempat membeli rokok dengan produk yang sangat komplit. Tempat ini sudah melekat kuat di pikiran masyarakat. Tempat ikonik tersebut bernama Tobeko Jogja.

Toko ini menjual berbagai produk rokok pabrikan secara lengkap. Ada Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Ada pula Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Putih Tangan (SPT). Mereka juga menyediakan Sigaret Kretek Klobot (SKL) tradisional. Berbagai tembakau asli daerah dan bermerek juga tersedia lengkap. Aksesori penunjang kebutuhan perokok pun dijual dengan sangat komplit.

Semua bermula dari kegemaran Mas Kanang mengoleksi produk tembakau. Hobi ini memantiknya membangun bisnis toko rokok pada tahun 2015. Saat ini, toko tersebut sudah memiliki total 12 cabang. Sebanyak 11 titik berlokasi di Yogyakarta dan 1 di Surakarta.

Titik Balik Tobeko Jogja Saat Pandemi Covid-19

Pada era pandemi Covid-19, tren merokok mulai berubah. Orang-orang beralih dari konsumsi rokok pabrikan menuju tren tingwe. Banyak faktor yang sukses melandasi perubahan kebiasaan tersebut. Ekonomi terpuruk dan sulitnya beraktivitas di luar ruangan menjadi pemicunya.

Banyak orang memilih tingwe karena rasanya bisa bertahan sampai seminggu. Hal ini lebih hemat daripada membeli sebungkus rokok setiap hari. Dari fenomena itulah nama Tobeko Jogja semakin dikenal banyak orang. Setelah itu, banyak toko tembakau lain yang mulai ikut bermunculan.

Seiring berjalannya waktu dan berakhirnya pandemi, tren tingwe mulai menurun. Kondisi ekonomi masyarakat perlahan kembali stabil. Banyak orang kembali memilih rokok pabrikan sebagai konsumsi harian. Pergeseran tren tersebut ikut memengaruhi eksistensi berbagai toko tembakau. Bahkan, tidak sedikit toko yang akhirnya terpaksa harus gulung tikar.

Baca Juga:  Daftar Harga Rokok 2023 di Indomaret bulan Februari

Tobeko Jogja berusaha keras menyesuaikan diri dengan dinamika pasar. Mereka selalu berusaha membaca zaman dan fokus pada kebutuhan konsumen.

Koleksi Lengkap dan Aksesori Khas Tobeko Jogja

Saya berkesempatan bertemu dengan salah satu tim manajemen bernama Gandhi. Momen ini menjadi kali pertama saya bertemu pria dengan nama sama. Kami mengobrol langsung di gerai pertama yang beroperasi sejak 2015. Toko bersejarah ini berlokasi di daerah Nologaten. Kebetulan tempatnya cukup dekat dengan lokasi kontrakan saya.

Kesan pertama masuk, saya disuguhi berbagai macam merek rokok. Semuanya tersusun sangat rapi menempel pada tembok hitam khas tokonya. Selain produk tembakau murni, banyak juga aksesori yang dijual bebas.

Setelah menunggu sekitar lima menit, saya langsung mengobrol dengan Gandhi. Kami duduk manis di samping meja yang penuh tester tembakau. Ada banyak tembakau orisinal dari berbagai daerah di Indonesia. Berbagai tembakau aroma dan rasa tersimpan dalam stoples kecil hijau.

Saya bertanya banyak hal penting mengenai ragam produk rokok. Kami membahas awal mula berdiri hingga rahasia mereka tetap eksis. Banyak dinamika menantang yang terjadi dari tahun ke tahun. Era digital dan berkembangnya tren turut memengaruhi eksistensi bisnis ini.

Gandhi menjelaskan rahasia tokonya bisa tumbuh hingga 12 cabang. Mereka sukses karena selalu mengikuti perkembangan zaman terkini. Mereka rutin menyediakan apa yang paling dibutuhkan oleh konsumen. Daya tarik produknya sangat digemari orang, terlebih kalangan anak muda.

Bukan Sekadar Toko, Tapi Surga Aksesori Perokok

Ada satu hal yang membuat Tobeko Jogja memiliki ciri khas. Selain rokok yang komplit, mereka juga punya aksesori unik. Toko ini menjual berbagai aksesori menarik mulai dari asbak. Bentuk dan variasinya sangat beragam untuk dipilih konsumen.

Ada tempat rokok dan tembakau estetik dengan ukiran logo khusus. Korek aneka model, gantungan kunci, tumbler, hingga gelas portabel tersedia. Saya pribadi baru pertama kali menemukan toko seperti ini. Mereka menyediakan seluruh aksesori komplit yang dibutuhkan oleh perokok.

Baca Juga:  Apa Saja Sih Efek Samping Merokok?

Banyaknya variasi produk menjadi ciri khas yang melekat kuat. Gandhi menyatakan inovasi ini dilakukan demi menjaga eksistensi bisnis. Hal ini juga menciptakan daya tarik khas di mata konsumen. Oleh sebab itu, Gandhi menyatakan satu hal yang sangat menarik. Di Jogja bukan hanya ada kuliner legendaris Bakpia dan Gudeg. Tobeko Jogja kini juga menjadi entitas yang sangat dikenal publik.

Saat asyik mengobrol, datang dua konsumen mencari produk rokok. Kedua pembeli tersebut bernama Billy beserta dengan pasangannya. Selesai berbelanja, mereka berdua ikut duduk bersantai di samping kami. Mereka ikut berbincang sembari menikmati sebatang rokok baru tersebut.

Tobeko Jogja Jadi Magnet Pelancong Luar Kota

Obrolan hangat pun terjadi saat saya dan Gandhi bertanya. Kami menanyakan asal usul dan rutinitas mereka berkunjung ke toko. Diketahui bahwa Billy dan pasangannya berasal dari kawasan Jakarta Selatan. Mereka sedang asyik menikmati masa liburan di kota Jogja.

Mereka berdua memang sering liburan santai ke kota ini. Setiap ke Jogja, mereka pasti menyempatkan berkunjung ke Tobeko Jogja. Mereka rutin membeli berbagai macam produk rokok incaran. Ada beberapa produk rokok yang tidak beredar di daerah asal mereka.

Dari situ bisa terlihat bukti nyata yang sangat menarik. Jogja kini tidak sekadar soal kuliner Bakpia dan Gudeg. Ada juga tempat ikonik bernama Tobeko dengan berbagai produk rokoknya.

Penulis: Gandi Naufal Faroz

BACA JUGA: Toko Wiwoho, Toko Tembakau Berusia 107 Tahun yang Menginspirasi Gen Z

Gandi Naufal Faroz