
Tarif Cukai Naik, Siapa Bersuka Siapa Berduka?
Petani, buruh, pengusaha, penyalur, pedagang, hingga konsumen telah menyatakan sikap. Segenap elemen pertembakauan dari hulu ke hilir menolak wacana kenaikan tarif cukai rokok. Tetapi, akan

Petani, buruh, pengusaha, penyalur, pedagang, hingga konsumen telah menyatakan sikap. Segenap elemen pertembakauan dari hulu ke hilir menolak wacana kenaikan tarif cukai rokok. Tetapi, akan

Dana Bloomberg terbukti ampuh menjadikan pemimpin daerah semacam Anies Baswedan memperlihatkan watak politiknya. Terbukti dengan dikeluarkannya Seruan Gubernur DKI No.8/2021 yang kemudian ditindaklanjuti dengan aksi

Ini adalah nota pembelaan dari perokok santun, yang sadar bahwa tidak semua orang suka dengan asap rokok, bahwa beberapa perokok memang menyebalkan, bahwa perokok bebal

Rokok Indonesia secara umum merupakan produk kretek yang memiliki aspek sejarah-budaya yang panjang. Dimulai dari ditemukan oleh Haji Djamhari pada abad 18 akhir sebagai pereda

Asap rokok seringkali dicap sebagai momok yang mencemari kualitas udara perkotaan. Meski sebetulnya ada sejumlah variabel lain yang harus pula menjadi perhatian para pihak terkait

Jakarta bebas rokok menjadi jargon yang akhir-akhir ini mencuat di berbagai pergunjingan. Jargon ini ditunjang melalui Seruan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dengan dalih pembinaan

Kebijakan cukai di Indonesia kerap kali menimbulkan protes di masyarakat. Baik dari stakeholder pertembakauan, bahkan pula dari antirokok yang menempatkan rokok sebagai global enemy. Protes

Pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menyelesaikan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 menjadi semacam alarm untuk mereka yang hidup dari kretek. Mengingat,