Mengisap Kretek Sebagai Bentuk Penghormatan Untuk Negeri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mengisap kretek (18+) itu bukan hanya sebatas memanfaatkan indra perasa saja. Mengisap kretek bukan hanya perkara kecocokannya dengan segelas kopi hitam yang disandingkan dengan pisang goreng atau kudapan lainnya. Mengisap kretek itu bukan hanya perkara ketika dibakar maka berbunyi kretek-kretek.

Lebih dari itu, mengisap kretek terkandung rasa nasionalisme, rasa cinta tanah air, yang terekspresikan dalam bentuk menggunakan produk buatan dalam negeri, yang dilinting oleh anak negeri, termasuk negara juga menikmati keuntungan dari setiap batang yang kita isap untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Orang yang tidak merokok pun dapat menikmati apa yang diberikan oleh sebatang kretek, melalui pembangunan, fasilitas atau subsidi yang diberikan oleh negara. Karena kretek dan sebagaimana juga ajaran nasionalisme tak mendiskriminasikan orang atau kelompok tertentu.

Mungkin bagi para ahli kesehatan meyakini bahwa sebatang rokok yang diisap akan mengurangi usia seseorang satu jam lamanya. Namun bisa juga kita meyakini bahwa setiap sebatang kretek yang kita isap akan mampu membuat para petani tembakau Indonesia hidup lebih lama, karena esok hari mereka akan dapat menanam lagi tembakau. Akan mampu menghidupi kebutuhan ekonomi dan sosialnya.

Baca Juga:  Refleksi Perokok Pada Hari Laut Sedunia

Bukan hanya petani tembakau, setiap batang kretek yang kita isap juga akan mampu membuat para petani cengkeh dapat hidup lebih baik, karena tanpa kretek, maka daya serap hasil tanaman cengkeh tak akan sebesar seperti saat ini. Akan menghidupi kembali para buruh linting, pedagang asongan, dan lainnya.

Pada masa sekarang ini, penjajahan telah mengalami satu transformasi bentuk yang jauh berbeda dengan apa yang dulu kita ketahui. Tak ada pendudukan dan kolonisasi bangsa lain secara fisik di negeri kita ini. Namun bukan berarti penjajahan tidak nyata, karena penguasaan sumber-sumber ekonomi oleh bangsa asing masih dapat dengan mudah kita lihat dan menjadi satu hal yang legal di dunia ini.

Jeratan hutang luar negeri yang tak akan pernah selesai, intervensi dalam pembuatan regulasi nasional, memberikan uang segar yang besar jumlahnya kepada para individu atau kelompok masyarakat di Indonesia untuk membela kepentingan mereka, mereduksi kesadaran dan perlawanan massa atas penjajahan gaya baru, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Hari Kelahiran Pancasila vs Hari Antitembakau

Menikmati produk lokal adalah bentuk sederhana dari perang melawan penjajahan yang ada saat ini. Karena pada hakekatnya, penjajahan gaya baru yang sekarang ini ada untuk kepentingan penguasaan sumber ekonomi dan pasar.

Dengan mengisap kretek, kita telah mencintai produk lokal yang nilai lebihnya juga akan kembali ke negara kita, bukan ke negara lain. Dengan menghisap kretek pula, kita telah melakukan penghormatan atas sebuah kebudayaan dan produk kebudayaan yang diciptakan oleh nenek moyang kita.

Cukup dengan hal yang sederhana saja dahulu kita berjuang untuk negeri kita, setelah kita mampu melakukan itu, baru kemudian kita tingkatkan nilai perjuangan kita dalam bentuk yang baru sesuai dengan kemampuan kita.

Ahmad Saeroji

Santri doyan ngerokok