Pembahasan Perda KTR

Obat Berhenti Merokok, Memang Ada?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Semakin hari semakin lucu saja memang kampanye yang dilakukan oleh pihak yang membenci rokok. Mulai dari mengatakan bahwa rokok itu berbahaya, para perokok harus diterapi agar mampu berhenti merokok, hingga sekarang, katanya ada obat berhenti merokok yang ampuh dan tokcer. Gila, ngadi-ngadi banget ya memang.

Katanya sih, ada jenis obat yang bisa menjadi pengganggu reseptor di dalam otak. Obat ini, katanya, bakal mengurangi kenikmatan yang dirasakan dari aktivitas merokok. Selain itu, salah satu efek dari obat ini adalah mampu mengurangi gejala yang  muncul saat konsumsi nikotin dikurangi. Jadi, dengan minum obat ini, kamu nggak bakal jadi pecandu lagi deh.

Eits, tapi nanti dulu bos, emangnya rokok itu candu? Yang candu itu kan agama, kalau kata Marx, hehe.

Jadi gini, bos, kita bahas pendek aja ya, semua hal di dunia itu pada dasarnya adalah candu. Apalagi yang enak-enak. Misalnya Indomie, beeh itu candu banget buat sebagian orang. Atau malah Google, yang candu banget buat jadi bahan contekan para pelajar online. Karena itu, menyebut rokok sebagai candu agaknya tidak kontekstual di zaman sekarang.

Baca Juga:  Fenomena Tingwe Memunculkan Peluang Usaha Bagi Kalangan Muda

Balik ke persoalan obat yang tadi, ternyata terdapat pula efek sampingnya. Misalkan; mual, muntah, sakit kepala, sulit tidur, sembelit, perut kembung, halusinasi, delusi, kecemasa, serangan panik, dan masih banyak lagi. Buset, niat minum obat buat menyelesaikan masalah, kok malah efek sampingnya jadi bikin lebih banyak masalah dah.

Selain itu, ada juga obat antidepresan yang katanya bisa membantu mengurangi hasrat merokok. Namun, yang perlu diingat, obat yang diminum ini adalah antidepresan. Ini sih namanya merokok tidak, giting iya. Lagian, siapa sih yang punya ide antidepresan dijadiin obat berhenti merokok?

Gini deh, sekarang ini banyak juga sebenarnya perokok yang minum antidepresan. Apakah dengan minum antidepresan mereka berhenti merokok, ya nggak. Lah antidepresan ini fungsinya bukan buat orang berhenti merokok. Kalau mau tahu fungsi lengkapnya, ya minta resep sama psikolog dulu lah sana.

Jadi, sejauh yang saya pahami dari dua obat berhenti merokok  ini, nyatanya memang nggak ada itu obat untuk orang bisa berhenti merokok. Lagian mau berhenti merokok saja pakai minum obat, dikata itu bisa terwujud hanya dengan obat. Ibarat kata mah, orang mau kurusin badan dengan minum obat, tapi makan jalan terus dan olahraga bodo amat. Mana bisa kurus, bos?

Baca Juga:  Penyalahgunaan Tempat Khusus Merokok Sama Dengan Penistaan Terhadap Undang-undang

Jika memang anda mau berhenti merokok, ya niat aja dulu. Kalau udah punya niat yang teguh, insyaallah, kalian bisa kok berhenti merokok. Jika memang belum bisa berhenti merokok, itu tandanya niat untuk mewujudkannya belum benar-benar teguh. Nggak butuh terapi, nggak butuh obat, hanya butuh niat.

Kalau emang masih susah, minimal ya berhenti merokok aja dulu ketika mau tidur, lagi makan, mengendarai mobil atau motor. Minimal, kalian sudah berhenti mengganggu orang yang tidak nyaman dengan paparan asap rokok. Minimal ya, kalian bisa berniat jadi perokok santun dulu.

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit