Selama ini selalu muncul satu pertanyaan dalam kerja advokasi kretek, benarkah Komunitas Kretek membela industri hasil tembakau? Pertanyaan ini biasanya diiringi oleh satu tuduhan, jika membela industri, artinya Komunitas Kretek membela pabrik rokok dong. Dibayar berapa kalian?
Mengenai Advokasi Kretek
Begini, dalam konteks advokasi kretek, tentu Komunitas Kretek akan membela industri. Mengingat, yang namanya industri itu artinya rantai kegiatan ekonomi yang mencakup keseluruhan stakeholder. Ada begitu banyak elemen di dalamnya. Mulai dari petani di hulu, pabrikan sebagai produsen, hingga di hilir pedagang menjual produk pada konsumen.
Dengan pemahaman tadi, jelaslah bahwa memang kami di Komunitas Kretek akan membela industri ini. Karena memang tanpa industri ini, tak akan ada petani, buruh, atau pedagang yang menghidupi keluarganya. Di industri ini, ada orang-orang yang bergantung kehidupannya bukan pada negara, tetapi pada pekerjaannya.
Membela Bukan Berarti Memihak Pabrik
Membela industri tentu tidak berarti membela pabrik rokok. Ingat, industri bukan sebatas pabrik belaka. Anggapan itu jelas keliru, mengingat Komunitas Kretek sepanjang hidupnya justru sering mengkritik atau bahkan berhadapan dengan pabrikan rokok secara langsung. Mau itu pabrik besar atau kecil, jika tidak berpihak pada pekerja, tentu kami akan lawan.
Misal ketika terjadinya PHK, kami tentu mengkritik dan menolak kebijakan dari pabrikan. Bagaimanapun, buruh adalah motor penggerak pabrik, jangan sampai pabrikan hanya membutuhkan buruh di saat senang saja, tapi ketika dalam keadaan sulit pabrik langsung memecat buruhnya.
Bagi kami, pabrik rokok yang tidak mempedulikan pekerjanya hanyalah kapitalis yang tidak layak untuk diperjuangkan. Mengingat industri tembakau di hulu-hilirnya saling menghidupi, maka upaya mematikan seperti PHK tak dapat diterima.
Meski memang, di beberapa sisi, kami juga pasti akan membela pabrikan. Misalnya ketika berhadapan dengan mafia rokok ilegal. Meski pabrikan rokok ilegal ini juga membeli tembakau petani, tetapi mereka turut mematikan pabrikan rokok kecil yang sedang bertahan hidup. Tentu saja kami tak segan membela pabrikan dalam konteks membela agar industri tetap berjalan baik.
Suka atau tidak, pabrikan rokok kecil ini kemudian menjadi tumpuan para pekerja secara langsung. Meski jumlah pekerjanya tidak besar, tapi sebagian besar pabrikan rokok yang ada di Indonesia ada di skala UMKM. Jadi tentu saja mereka harus kita bela agar para pekerja tetap bisa bertahan di negara gagal ini.
Pentingnya Mengadvokasi Industri Hasil Tembakau
Membela industri ini adalah satu langkah berantai yang tidak bisa menafikan setiap stakeholder yang ada. Karenanya, dalam melakukan advokasi ini, kami juga mengajak seluruh stakeholder untuk bergerak bersama melawan kebijakan negara yang ngawur. Apalagi, dengar-dengar, tahun depan tarif cukai rokok mau dinaikkan tinggi karena negara kekurangan uang.
Untuk itulah, kita harus bahu-membahu untuk mempertahankan industri ini. Industri yang menghidupi setidaknya jutaan orang untuk tetap bertahan di negara yang tidak memedulikan warganya. Menghidupi jutaan orang tatkala negara lebih banyak meminta ketimbang memberi hak warganya.
Karena itu, hanya ada satu kata untuk pemerintah hari ini: LAWAN!
- Benarkah Komunitas Kretek Membela Industri Hasil Tembakau? - 2 November 2026
- Melindungi Anak adalah Dalih Memberangus Sektor Kretek - 29 Mei 2024
- Apakah Merokok di Bulan Puasa Haram? - 20 Maret 2024



