Aktivitas merokok adalah aktivitas legal. Alias, dilindungi oleh hukum selama dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Tapi bukan berarti sebagai perokok kita bisa seenaknya sendiri mengisap rokok di mana pun dan kapan pun. Legal bukan berarti bebas dari etika. Apalagi kalau kebiasaan kita justru merugikan orang lain.
Sebagai sesama perokok, saya merasa perlu membicarakan hal ini. Anggap saja tulisan ini sebagai bentuk otokritik. Berikut ini adalah rangkuman beberapa kelakuan goblok yang masih sering dilakukan oleh para perokok. Goblok di sini bukan soal tingkat kecerdasan seseorang, melainkan soal perilaku yang tidak menggunakan akal sehat dan minim tenggang rasa.
1. Merokok Sambil Berkendara
Saya tidak habis pikir dengan orang yang merokok sambil berkendara. Bagi saya, aktivitas ini mengandung dua kebodohan sekaligus. Kebodohan pertama adalah pemborosan. Apa enaknya merokok sambil berkendara? Rokok yang sedang diisap akan terus tersapu angin. Abu beterbangan, asap terurai ke mana-mana, dan pengalaman merokok yang seharusnya dinikmati dengan santai justru dilakukan sambil berkonsentrasi di jalan. Sebagai perokok, saya sulit menemukan kenikmatan dari aktivitas semacam ini. Kalau memang ingin merokok, bukankah lebih masuk akal untuk berhenti di tempat yang aman dan diperbolehkan?
Kebodohan kedua jauh lebih serius: tindakan ini bisa membahayakan orang lain. Bara api dari ujung rokok bisa terlepas dan mengenai pengendara di belakang. Bayangkan jika bara tersebut masuk ke mata pengendara sepeda motor yang sedang melaju. Akibatnya bisa fatal.
Merokok sambil berkendara bukan bukti bahwa seseorang keren atau santai. Kalau mau merokok, menepilah dengan aman. Jangan mempertaruhkan keselamatan orang lain hanya demi beberapa isapan.
2. Membuang Puntung Sembarangan
Ini juga salah satu kebiasaan yang bikin geleng-geleng kepala. Seseorang bisa membeli rokok satu bungkus, menghabiskannya sampai batang terakhir, tetapi mendadak kehilangan akal sehat ketika harus membuang puntungnya.
Membuang puntung rokok dengan melemparnya begitu saja ke jalan, selokan, taman, pantai, bahkan dari jendela kendaraan. Seolah-olah dunia ini adalah tempat sampah pribadi yang akan selalu dibersihkan oleh orang lain.
Padahal, puntung rokok bukan benda yang langsung menghilang begitu menyentuh tanah. Filter rokok umumnya terbuat dari bahan yang sulit terurai secara alami dan dapat meninggalkan residu pencemar. Jika membuangnya ke selokan atau saluran air, puntung tersebut juga bisa terbawa ke sungai dan akhirnya mencemari lingkungan.
3. Merokok di Dekat Anak Kecil dan Ibu Hamil
Kalau ada perilaku yang seharusnya membuat sesama perokok merasa malu, salah satunya adalah merokok sembarangan di dekat anak kecil dan ibu hamil.
Masalahnya bukan sekadar asap rokok berbau tidak sedap.Karena anak kecil dan ibu menjadi kelompok yang mungkin rentan terkena asap rokok. Kalau melihat anak kecil atau ibu hamil di sekitar kita, tahan rokok atau pindah ke tempat yang memang diperuntukkan bagi perokok. Tidak perlu menunggu teguran. Kesadaran seharusnya muncul sebelum orang lain merasa tidak nyaman.
4. Merokok di Dalam Toilet Umum
Entah apa yang ada di pikiran orang yang merokok di dalam toilet umum. Apakah mereka menganggap toilet sebagai ruang pribadi? Atau jangan-jangan mereka merasa tidak akan ketahuan karena tempatnya agak tertutup?
Toilet umum adalah fasilitas yang mana banyak orang akan mengaksesnya. Ada orang yang sekadar ingin buang air, mencuci tangan, atau membersihkan diri sebelum melanjutkan aktivitas. Tidak semua orang ingin berbagi ruang sempit dengan asap rokok dan bau yang menempel di udara.
Lebih menyebalkan lagi jika toilet tersebut sudah memiliki tanda larangan merokok. Artinya, aturan sudah dibuat secara jelas, tetapi masih ada saja orang yang melanggarnya.
Kalau memang ingin merokok, carilah tempat yang secara khusus mengizinkannya. Toilet bukan tempat pelarian untuk memuaskan kebiasaan merokok. Orang lain datang ke sana untuk menggunakan fasilitas umum, bukan untuk ikut menghirup asap rokok kita.
Merokok Boleh, Bodoh Jangan
Menjadi perokok bukan berarti kita harus kehilangan akal sehat dan rasa hormat kepada orang lain. Kita boleh memiliki kebiasaan merokok, tetapi kita juga harus memahami bahwa ada batasan yang perlu kita hormati.
Merokok sambil berkendara, membuang puntung sembarangan, mengasapi anak kecil dan ibu hamil, serta merokok di toilet umum bukanlah bentuk kebebasan yang patut dibanggakan. Semua itu menunjukkan bahwa sebagian masalah dalam kebiasaan merokok bukan hanya terletak pada rokoknya, tetapi juga pada perilaku orang yang menggunakannya.
Sebagai sesama perokok, kita perlu berani mengkritik kebiasaan buruk di lingkungan sendiri. Sebab, menjadi perokok yang bertanggung jawab sebenarnya tidak sulit. Merokoklah di tempat yang memperbolehkan, jangan membahayakan orang lain, dan jangan meninggalkan sampah sembarangan. Kalau perkara sesederhana itu tidak bisa menjalankannya, mungkin masalahnya memang bukan pada rokok, melainkan pada kelakuan kita sendiri.
- Rekomendasi Rokok Kretek Filter Klik: MLD Fresh Cola, Diplomat Hollow Click, dan Black Matcha - 1 November 2026
- Kelakuan Goblok Para Perokok - 1 November 2026
- Anak Muda Tidak Lagi Malu untuk Tingwe, Karena Pemerintah Tidak Becus Mengurus Industri Hasil TembakauĀ - 31 Oktober 2026



