
Pengendalian Tembakau Bisa Mengendalikan Pandemi?
Gerakan pengendalian tembakau pada berbagai upayanya kerap memanfaatkan situasi sosial yang tengah dialami masyarakat. Di antaramya melalui situasi pandemi yang tak kunjung tuntas diatasi. Gerakan

Gerakan pengendalian tembakau pada berbagai upayanya kerap memanfaatkan situasi sosial yang tengah dialami masyarakat. Di antaramya melalui situasi pandemi yang tak kunjung tuntas diatasi. Gerakan

Narasi tentang risiko merokok sangat sering kita dengar. Perokok disebut berhadap-hadapan dengan ancaman marabahaya dalam berbagai bentuk, mulai dari kemiskinan, dosa, sakit penyakit, hingga kematian.

Banyak orang memilih untuk tetap merokok saat pandemi. Merokok dianggap sebagai salah satu solusi pelepas penat dan stres akibat krisis yang terjadi. Tiba-tiba sekelompok orang

Segala hal tentang rokok sering distigma negatif. Dalam situasi pandemi saat ini, bahaya corona jadi salah satu variabel yang dipakai untuk kampanye bahaya rokok. Sebelumnya,

Seiring berjalan waktu, anggapan terkait rokok menyebarkan corona terus digulirkan. Terkini, tuduhan jika asap rokok mengandung virus corona kembali hadir. Dan sudah sepantasnya bantahan terhadap

“Dampak merokok itu ngeri. Bisa menyebabkan berbagai penyakit. Bahkan bisa berakibat kematian. Jadi, jangan coba-coba merokok. Bagi yang terlanjur jadi perokok, segera berhenti.” Kira-kira begitulah

Industri Hasil Tembakau (IHT) boleh jadi adalah sektor industri yang paling tahan badai krisis. Depresi ekonomi global terbesar yang terakhir terjadi pada tahun 2008, pun

Para peneliti di rumah sakit Pitié-Salpêtrière menanyai 480 pasien yang positif terinfeksi virus corona, 350 di antaranya dirawat di rumah sakit, sementara sisanya dengan gejala