
Jakarta Bebas Rokok, Manuver Politik Anies?
Jakarta bebas rokok menjadi jargon yang akhir-akhir ini mencuat di berbagai pergunjingan. Jargon ini ditunjang melalui Seruan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dengan dalih pembinaan

Jakarta bebas rokok menjadi jargon yang akhir-akhir ini mencuat di berbagai pergunjingan. Jargon ini ditunjang melalui Seruan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dengan dalih pembinaan

Kebijakan cukai di Indonesia kerap kali menimbulkan protes di masyarakat. Baik dari stakeholder pertembakauan, bahkan pula dari antirokok yang menempatkan rokok sebagai global enemy. Protes

Pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menyelesaikan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 menjadi semacam alarm untuk mereka yang hidup dari kretek. Mengingat,

World Health Organization (WHO) telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai World No Tobacco Day atau Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Pada tanggal yang sama setiap

Banyak kalangan menjadikan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai alat untuk memainkan persoalan rokok dan kesehatan. Sejatinya, jika kita menilik persoalan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,

Salah satu slogan terbaik yang pernah ada di Indonesia adalah milik Pegadaian; menyelesaikan masalah tanpa masalah. Sebuah slogan yang memberikan solusi bagi masyarakat Indonesia. Sementara,

Ramadhan adalah bulan yang pernuh perlawanan. Di tengah godaan dan cobaan berat tatkala berpuasa, kita tetap melawan semua itu dengan menjaga hawa nafsu manusia. Pun

Kini ada cara baru jika ingin sekadar jadi perokok terkenal, cukup dengan merokok di Malioboro. Tanpa perlu repot harus berpose kece. Cukup dengan modal merokok