“Anni’matu ngududu ba’da dahar” adalah kalimat slang tongkrongan sebagai gambaran bahwa nikmatnya mengisap rokok kretek setelah makan, tidak akan bisa digantikan oleh rokok elektrik.
Beberapa kawan saya yang memang perokok ganda (pengisap kretek dan rokok elektrik) mengakui bahwa ada kenikmatan yang tidak rokok elektrik miliki.
Beberapa kawan yang merokok elektrik itu karena suka memainkan uapnya yang keluar banyak. Ada juga yang beralasan, pasangannya tidak terlalu cerewet karena uapnya harum.
Tetapi pada hakikatnya, kawan-kawan saya selalu kembali ke rokok kretek. Apalagi jika setelah makan.
Bahkan kawan saya yang hampir sepenuhnya pindah ke rokok elektrik, pada akhirnya tetap mengisap kretek setelah makan.
Rokok elektrik tak beri ketenangan seperti rokok kretek
Tidak hanya soal setelah makan, rokok elektrik juga tidak bisa mengalahkan nikmatnya mengisap kretek untuk menenangkan diri saat sedang banyak masalah.
Saat mengisap rokok kretek, seolah setiap hisapan yang dihembuskan ada masalah yang ikut menguap ke langit. Sensasi psikologis ini tidak bisa dirasakan jika yang diisap adalah rokok elektrik.
Itulah sebabnya ketika ada orang yang mau cerita, biasanya kalimat yang terlontar adalah, “Nih, rokok dulu, biar enak ngobrolnya.”
Beberapa waktu lalu ramai berita seorang pemuda di Banyuwangi urung bunuh diri karena putus cinta ketika Petugas Damkar menawarinya ngopi dan rokok. Saya belum nemu cerita serupa dalam konteks rokok elektrik.
Juru Bicara Komunitas Kretek, Rizky Benang
- Ibu Minah, Penjual Sayur Keliling Ketiban Rezeki Noplok: Menang Undian Mobil dari Pihak Djarum Selepas Mengikuti Jalan Santai HUT Temanggung 191 - 26 November 2025
- Rokok yang Dihisap Hadi (Fedi Nuril) dalam Film “Pangku” dan Jangan Ditiru! - 15 November 2025
- Soeharto: Bapak dari “Pencekik” Petani Cengkeh Bisa-bisanya Jadi Pahlawan Nasional - 10 November 2025



