orangmerokok

Sensasi Merokok Saat Hujan

  • 187
  •  
  •  
  •  
  •  
    187
    Shares

Merokok sambil minum kopi memang sangatlah nikmat. Apalagi jika dilakukan pada momen-momen tertentu. Ada rasa syukur yang timbul dari dalam diri saat kita menghisap rokok ketika kita benar-benar sangat membutuhkannya. Rasa syukur yang datang itu seketika berubah menjadi sebuah rasa terima kasih atas rokok yang telah memberikan bantuan yang tak terkira kepada seseorang dalam menghadapi situasi tertentu.

Keinginan untuk mengucapkan rasa terima kasih itu hadir saat musim hujan tengah giat-giatnya hadir di beberapa daerah di Indonesia. Hujan juga tengah giat-giatnya mengguyur kota Tangerang Selatan. Beberapa orang mengatakan, produktivitas seseorang akan menurun seiring dengan datangnya musim hujan. Rasa malas, ngantuk, rentan terserang penyakit, hawa dingin dan banjir kerap menjadi penyebab orang-orang mengemukakan argumen itu.

Meskipun hujan turun, masyarakat kita dituntut untuk tetap melaksanakan aktivitas sehari-hari. Pelajar dituntut untuk menimba ilmu, pekerja dituntut untuk bekerja, dan pedagang dituntut untuk berdagang. Kiranya seperti itulah gambaran umum yang biasa masyarakat Indonesia lakukan. Bagi saya seorang mahasiswa tingkat akhir, musim hujan bukanlah suatu alasan untuk menunda proyek mengerjakan skripsi.

Baca Juga:  Menafsir Selintas Peluncuran Buku Fikih Tembakau

Jadi begini ceritanya, senin siang saya tengah nongkrong bersama teman saya Irfan di pelataran Aula SC. Lokasi itu saya pilih sebagai tempat nongkrong lantaran hujan tengah deras-derasnya mengguyur UIN Jakarta. Terik matahari yang kerap hadir kala siang hari kali ini tidak muncul lantaran hujan yang disertai angin kencang. Memberikan hawa dingin bagi siapa saja yang tengah berada di luar ruangan.

Jam sudah menunjukkan pukul 13.30 WIB kala itu. Beberapa orang yang tadinya nongkrong di sekitar taman UIN Jakarta perlahan menggeserkan badannya ke pelataran Aula SC atau aula-aula gedung fakultas. Sisanya, memilih untuk segera pergi ke masjid atau musholla sekitar.

Jangan tanya perihal rasa malas. Tanpa adanya hujan pun, hampir semua mahasiswa tingkat akhir rasanya sudah malas dalam mengerjakan tugas akhir skripsi. Kali ini rasa malas itu ditambah dengan derasnya hujan dan angin kencang, ingin sekali saya merebahkan diri di kasur untuk sejenak atau beristirahat di masjid sekitar Aula SC.

Sayangnya Keinginan tersebut tidak bisa terealisasikan, mengingat saya sudah membuat janji dengan dosen pembimbing tepat pukul 14.00 WIB.  Walhasil berdiam dirilah saya dengan teman saya di pelataran Aula SC sembari menunggu waktu selama 30 menit.

Baca Juga:  Maha Bedebah Rokok dengan Segala Mitosnya

“Gua mau keliling dulu cari tukang rokok, kali aja ada,” kata saya memecah kesunyian. Untungnya setelah menjelajahi sekitaran gedung Aula SC, saya bertemu dengan Bude Rahayu yang biasa menjajakan pecel di kampus UIN Jakarta. Segeralah saya membeli lima batang rokok disertai kopi hitam. Beberapa mahasiswa yang tengah menunggu hujan reda juga tengah mengantre membeli rokok maupun pecel.

Segera satu batang rokok saya nyalakan, tak lupa saya meminum kopi untuk menghilangkan hawa dingin di tubuh. Satu batang rokok saya berikan Irfan yang sedari tadi menemani saya. “Untung lu beli rokok Ki, yah lumayanlah ngurangin ngantuk,” Kata Irfan memulai pembicaraan setelah menghisap rokok.

Siang itu, kehadiran rokok memberikan dua manfaat untuk saya. Pertama mengusir kejenuhaan menunggu dosen pembimbing, kedua sebagai penghilang rasa kantuk dan dingin saat hujan tiba. Jam 14.00 WIB pun berlalu, saya segera berpisah dengan Irfan untuk menemui dosen pembimbing.

Rizky Rakhmansyah

Suka yang manis-manis